PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih menutup sementara sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan taman kota menyusul kualitas udara yang belum membaik akibat kabut asap.
"RTH masih ditutup."
"RTH dan Taman Kota masih ditutup sementara, belum dibuka untuk umum," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, Selasa (20/10).
Masyarakat diminta bersabar karena fasilitas ruang publik tersebut baru akan dibuka kembali setelah kualitas udara memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Reza Aulia Putra, mengatakan penutupan dilakukan karena kualitas udara di Kota Pekanbaru masih berada dalam kategori tidak sehat.
Ia menjelaskan, pembukaan kembali RTH dan taman kota menunggu kondisi udara membaik, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai kategori sedang.
Selama kualitas udara belum memenuhi kriteria tersebut, masyarakat belum diperbolehkan beraktivitas di sejumlah ruang publik yang ditutup sementara.
Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi risiko paparan polusi udara terhadap masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara.
Berdasarkan data kualitas udara yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Pekanbaru masih berada dalam kategori tidak sehat.
Pada Selasa 20 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 65 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Partikulat PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Paparan dalam kondisi kualitas udara buruk berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau masalah kesehatan lainnya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih waspada dan membatasi kegiatan di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Pekanbaru.
Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar rumah diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan.
Sementara itu, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar diharapkan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel polutan.
Pemko Pekanbaru masih menunggu perbaikan kualitas udara sebelum memutuskan membuka kembali RTH dan taman kota.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi kualitas udara dan mengikuti imbauan pemerintah demi menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik. (rp.elf/*)
Tags : rth, ruang terbuka hijau, rth ditutup, pekanbaru, udara tidak sehat, News Kota ,