PEKANBARU - Setiap Hari Raya Iduladha, Presiden RI memberikan bantuan sapi kurban kepada seluruh daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Riau.
"Sapi dari Kabupaten dan Kota diusulkan ukuran jumbo."
“Untuk bantuan Presiden tingkat provinsi, yang diusulkan adalah sapi dengan bobot paling berat dari seluruh kabupaten/kota di Riau. Sementara untuk kabupaten/kota, diambil dari sapi terberat di daerah masing-masing sesuai arahan Sekretariat Presiden dan Ditjen PKH,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Minggu (26/4).
Untuk tahun ini sapi bantuan Presiden di Provinsi Riau berasal dari 12 Kabupaten/Kota yang merupakan hasil seleksi dari peternak di daerah masing-masing, dengan kriteria utama bobot hidup terbesar.
Mimi Yuliani Nazir mengatakan saat ini sudah ada 13 ekor sapi yang berasal dari 12 Kabupaten/Kota, dan usulan tersebut masih bersifat sementara, nantinya akan ditetapkan setelah keputusan resmi dari Sekretariat Presiden.
Mimi Yuliani Nazir menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan verifikasi lapangan dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna memastikan kondisi riil sapi yang diusulkan.
“Besok kami akan ke Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir untuk melihat langsung usulan sapi tersebut,” ujarnya.
Mimi Yuliani Nazir menuturkan, selain bobot, faktor kesehatan, kelayakan fisik, serta kesiapan distribusi juga menjadi perhatian utama dalam penilaian.
“Tidak hanya besar, sapi juga harus sehat dan memenuhi standar sebagai hewan kurban Presiden,” tuturnya.
Berdasarkan data sementara dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, sapi usulan tingkat Provinsi berasal dari peternak Franto KSR dengan jenis Simental berbobot 1.013 kilogram.
Sementara dari Indragiri Hilir, peternak Zaini mengusulkan sapi jenis Brangus dengan bobot 1.000 kilogram.
Sementara dari Kabupaten Bengkalis, peternak Adi Tiawarman mengusulkan sapi Simental berbobot 961 kilogram, disusul dari Pelalawan oleh Ricky Juniardi dengan sapi Simental seberat 955 kilogram.
Kemudian dari Rokan Hilir, Azuwar Sayudi mengajukan sapi jenis BC x Bali dengan bobot 950 kilogram.
Selanjutnya dari Kampar, Guntur Laksana mengusulkan sapi Brahman Cross berbobot 923 kilogram.
Indragiri Hulu, Nurman mengajukan sapi Simental dengan bobot 915 kilogram, sementara dari Dumai, Hasan mengusulkan sapi Simental seberat 910 kilogram.
Kota Pekanbaru, peternak Nano Hariyadin mengajukan sapi Simental dengan bobot 907 kilogram.
Kemudian dari Kepulauan Meranti, Amat mengusulkan sapi Limosin berbobot 850 kilogram.
Sedangkan Rokan Hulu, Muhammad Daffa Alyusri mengajukan sapi Limosin dengan bobot 830 kilogram, disusul dari Kuantan Singingi oleh Suyitno dengan sapi Limosin berbobot 829 kilogram.
Sementara dari Siak, Timbul Sabtoso mengusulkan sapi jenis Brahman dengan bobot 731 kilogram. (*)
Tags : sapi ukuran jumbo, sapi dari kabupaten dan kota, bantuan presiden, iduladha, kabupaten, kota, sapi kurban, News Daerah ,