AGAMA - Menjalankan ibadah umrah di tengah kondisi kesehatan tertentu membuat banyak jamaah tetap harus mengonsumsi obat secara rutin.
Otoritas Pengawas Obat dan Makanan Arab Saudi (Saudi Food and Drug Authority/SFDA) mengingatkan agar pasien tidak menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba karena dapat memicu efek putus obat (withdrawal) yang berisiko terhadap kesehatan.
Peringatan tersebut dinilai penting bagi jamaah umrah, termasuk dari Indonesia, khususnya mereka yang menjalani terapi penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, maupun gangguan kesehatan lainnya.
Melansir situs resmi SFDA, Otoritas tersebutmenjelaskan bahwa tubuh akan beradaptasi dengan obat yang dikonsumsi secara rutin. Ketika pengobatan dihentikan secara mendadak, keseimbangan tubuh dapat terganggu dan menimbulkan berbagai keluhan.
SFDA mengimbau setiap pasien untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan menghentikan konsumsi obat.
Pada beberapa jenis obat, penghentian perlu dilakukan secara bertahap melalui penyesuaian dosis agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi. Langkah tersebut juga bertujuan mengurangi risiko munculnya efek putus obat sekaligus menjaga efektivitas terapi yang sedang dijalani pasien.
Menurut SFDA, terdapat sejumlah kelompok obat yang berpotensi menimbulkan gejala putus obat apabila dihentikan secara tiba-tiba, antara lain:
Setiap jenis obat memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pasien tidak disarankan mengubah dosis maupun menghentikan pengobatan tanpa arahan tenaga kesehatan.
SFDA menyebutkan gejala efek putus obat dapat berbeda pada setiap individu. Namun beberapa keluhan yang paling sering muncul meliputi:
Apabila gejala tersebut muncul setelah menghentikan obat, pasien dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Melalui imbauan tersebut, SFDA kembali menegaskan pentingnya penggunaan obat sesuai anjuran tenaga kesehatan. Menghentikan pengobatan tanpa konsultasi dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan serta mengganggu keberhasilan terapi yang sedang dijalani.
Bagi jamaah umrah Indonesia yang rutin mengonsumsi obat untuk penyakit kronis, kepatuhan terhadap pengobatan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh tetap prima selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. (*)
Tags : haji, umrah, ibadah, jamaah, penggunaan obat, jamaah bawa obat, obat beresiko pada kesehatan,