JAKARTA - Telkomsel mempertemukan sekitar 35 pimpinan perusahaan logistik terkemuka di Indonesia dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas penguatan transformasi digital sektor logistik nasional.
Kegiatan bertajuk Connecting the Future of Indonesia's Logistics Ecosystem tersebut digelar Telkomsel bersama Supply Chain Indonesia (SCI).
Forum ini menjadi ruang pertemuan antara kebutuhan pelaku industri, arah kebijakan, dan perkembangan teknologi dalam mendorong terciptanya ekosistem logistik yang lebih efisien, aman, dan terintegrasi.
Sejumlah persoalan yang masih dihadapi industri logistik turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.
Mulai dari tingginya biaya operasional, sistem pelacakan yang belum terintegrasi, kompleksitas koordinasi di lapangan, pengelolaan rute multimoda, hingga kebutuhan menjaga ketahanan rantai pasok.
Tantangan tersebut dinilai semakin penting untuk diselesaikan seiring pertumbuhan perdagangan elektronik dan berlangsungnya penataan sektor BUMN logistik.
Melalui Telkomsel Enterprise, perusahaan membuka peluang kolaborasi bagi para pelaku usaha untuk memulai transformasi digital sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Pendekatan yang ditawarkan berfokus pada penyelesaian persoalan bisnis yang paling mendesak melalui penerapan solusi digital yang adaptif dan dapat terus dikembangkan.
VP Industrial and Resources Account Management Telkomsel, Nyoman Adiyasa, mengatakan transformasi digital menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam mendukung peningkatan daya saing sektor logistik Indonesia.
Pemanfaatan teknologi tersebut mencakup integrasi konektivitas, data, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta teknologi internet of things (IoT).
"Memperkuat daya saing logistik Indonesia menjadi salah satu cara Telkomsel untuk melayani sepenuh hati. Transformasi digital harus terasa hasilnya bagi bisnis: keputusan lebih cepat, biaya lebih terkendali, operasi lebih aman, dan pelanggan lebih terlayani," ujar Nyoman Adiyasa dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9).
Menurutnya, Telkomsel berupaya memahami kebutuhan setiap perusahaan sebelum menggabungkan berbagai solusi teknologi yang relevan untuk mendukung proses transformasi bisnis.
"Karena itu, kami hadir untuk mendengarkan kebutuhan tiap usaha, menggabungkan konektivitas, data, kecerdasan buatan, internet-of-things, keamanan, dan ragam layanan digital yang relevan, lalu membangun langkah transformasi yang bisa dijalankan," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Telkomsel Enterprise juga menampilkan sejumlah inovasi digital yang dapat dimanfaatkan oleh industri logistik.
Teknologi tersebut di antaranya IoT FleetSense untuk mendukung pengelolaan armada, layanan Push-to-Talk untuk mempermudah koordinasi personel di lapangan, serta CCTV berbasis AI dan SiteSense untuk meningkatkan pengawasan keamanan dan mendukung penentuan lokasi bisnis.
Berbagai solusi tersebut merupakan bagian dari layanan Telkomsel Enterprise yang mencakup konektivitas tetap dan bergerak, jaringan privat, komputasi awan dan edge computing, keamanan siber, managed services, analitik data, hingga kecerdasan buatan.
Melalui pendekatan tersebut, pelaku industri logistik dapat menentukan titik awal transformasi digital yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional.
Selanjutnya, penerapan teknologi dapat dikembangkan dan diintegrasikan secara bertahap, mulai dari pengelolaan armada dan gudang hingga proses distribusi dan pelayanan.
Digitalisasi dinilai mampu membantu mempercepat proses kerja, mengurangi kesalahan, serta mengalihkan pekerjaan berulang ke aktivitas yang lebih produktif.
Penerapan teknologi juga dapat mendukung terciptanya operasional bisnis yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Salah satu penerapan transformasi digital di sektor logistik yang telah dilakukan Telkomsel Enterprise adalah pengembangan 5G Smart Warehouse bersama Huawei.
Melalui integrasi konektivitas 5G, kendaraan berpemandu otomatis, simulasi digital twin, serta CCTV berbasis kecerdasan buatan, sistem tersebut mampu memangkas waktu persiapan barang dari empat jam menjadi tiga jam.
Penerapan teknologi tersebut juga meningkatkan kinerja pengambilan barang hingga 25 persen, mengoptimalkan penggunaan material sampai 80 persen, serta mengurangi penggunaan kertas sebesar 40 persen.
Selain membahas pemanfaatan teknologi, FGD tersebut juga menyoroti arah penataan BUMN sektor logistik oleh BPI Danantara serta pengalaman transformasi bisnis Pos Indonesia.
Telkomsel Enterprise dan SCI berharap kolaborasi tersebut dapat menghasilkan langkah lanjutan yang mempertemukan kebutuhan nyata perusahaan dengan solusi teknologi dan mitra yang sesuai.
Dengan demikian, transformasi digital di sektor logistik diharapkan dapat berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat ketahanan dan daya saing rantai pasok nasional. (rilis)
Tags : telkomsel, perusahaan logistik, perusahaan terkemuka, penguatan transformasi digital,