Pendidikan   2026/07/22 9:32 WIB

Sejumlah Sekolah Dasar Negeri Menyusut dalam Penerimaan Murid Baru, Ortu: 'Kayak Les Privat Saja'

Sejumlah Sekolah Dasar Negeri Menyusut dalam Penerimaan Murid Baru, Ortu: 'Kayak Les Privat Saja'

PENDIDIKAN - Bangku-bangku murid kelas satu di sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) banyak tidak terisi, bahkan ada yang semuanya kosong pada tahun ajaran 2026/2027.

Di Pekanbaru, Bandar Lampung, Solo, Semarang dan beberapa daerah lain, jumlah murid baru SDN mengalami penyusutan dalam penerimaan siswa baru, jadi mempengaruhi dari puluhan kursi yang tersedia.

Bahkan di Blitar, Tulungagung, Karanganyar, hingga Ponorogo, sejumlah SDN tak memperoleh siswa baru.

Lalu, mengapa SDN kini sepi peminat? Apakah karena jumlah anak-anak semakin berkurang atau dipengaruhi kualitas SDN yang tertinggal sehingga orang tua memilih memasukkan anak mereka ke sekolah swasta?

Suara riuh anak-anak tak terdengar di dalam ruang kelas satu SDN Tegalayu, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (16/07).

Di dalam kelas yang terletak di pojok bangunan sekolah itu, hanya ada lima murid baru yang berseragam pramuka: empat laki-laki dan satu perempuan.

Mereka semua duduk di deretan bangku depan. Sisa meja dan bangku yang tak terpakai ditata rapat di bagian belakang ruang kelas.

SDN Tegalayu berada di pusat kota, yang diapit oleh Jalan Raya Slamet Riyadi, perkantoran, hotel, hingga tempat usaha. Sekolah itu total memiliki 74 murid dan 11 tenaga pendidik.

Tahun 2026, untuk pertama kalinya, SDN Tegalayu mengalami kekurangan murid. Sebelumnya, sekolah ini menerima 18 siswa, kata guru kelas satu SDN Tegalayu, Nurhidayah.

Kondisi itu membuat Nurhidayah sedih. "Tapi, sukanya anak lebih sedikit itu bisa lebih efektif untuk pendampingannya, bisa lebih detail, kemudian bisa rata dengan semua anak karena lima [murid] lebih fokus," ujarnya.

Nurhidayah mengaku belum mengetahui kemampuan akademik dan sosial para murid karena masih mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Orang tua murid kelas satu SDN Tegalayu, Surati (37 tahun) mengaku tak khawatir dengan jumlah murid yang sedikit.

"Enggah masalah sih, malah kayak les privat saja," ujar Surati yang memasukan anaknya karena alasan dekat rumah.

Yang terpenting, ujarnya, anaknya terlihat bahagia menjalani hari demi hari bersekolah.

"Dia senang karena temannya tidak hanya kelas satu kan ada kakak-kakak kelasnya di sekolah," kata Surati.

Hal yang sama juga diungkapkan wali murid lainnya, Mila.

Dia bilang jumlah teman yang sedikit bukan menjadi persoalan selama anaknya merasa nyaman mengikuti proses belajar di sekolah.

Bahkan, ia menilai kondisi itu justru membuat anak bisa mendapatkan perhatian lebih dari guru.

"Saya sudah bilang dari awal kalau muridnya sedikit. Tapi anak saya tetap bilang maunya sekolah di sini. Kalau dipindah, dia malah tidak mau sekolah," ujar warga Ngaliyan Kota Semarang itu.

SDN Tegalayu adalah satu dari sejumlah sekolah di Solo yang kekurangan murid.

Dinas Pendidikan Solo mencatat total ada 1.144 bangku kosong di jenjang SD pada tahun ajaran 2026/2027.

Sedangkan di Pekanbaru, juga terdapat beberapa SD Negeri hanya menerima siswa baru hanya empat orang seperti yang terjadi di SDN 127 Pekanbaru.

Komisi III DPRD Kota Pekanbaru akan memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru untuk mengusut penyebab minimnya jumlah peserta didik baru.

Langkah ini diambil setelah sekolah tersebut hanya menerima empat siswa pada tahun ajaran 2026/2027.

"Kami Komisi III akan segera membahas ini dengan Dinas Pendidikan. Kami akan mencari tahu apa permasalahan di SD tersebut, kenapa sampai tidak ada siswa yang mendaftar di sana, dan bagaimana solusi ke depannya," kata Tekad Indra Pradana Abidin, Sabtu (18/7).

Ia minta untuk mengusut penyebab minimnya jumlah peserta didik baru di SD Negeri (SDN) 127 Pekanbaru.

Langkah ini diambil setelah sekolah tersebut hanya menerima empat siswa pada tahun ajaran 2026/2027.

Tekad Indra Pradana Abidin, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut pemerataan layanan  pendidikan di Kota Pekanbaru.

Menurutnya, DPRD ingin mengetahui akar persoalan sekaligus memastikan pemerintah memiliki langkah konkret untuk mengatasinya.

Ia menegaskan, pembahasan tidak hanya akan berfokus pada kondisi SDN 127, tetapi juga sebagai upaya mengantisipasi agar persoalan serupa tidak terjadi di sekolah negeri lainnya.

"Kami ingin pembahasan ini tidak hanya berhenti pada SDN 127 saja. Dinas Pendidikan harus menjelaskan apa penyebab utamanya dan langkah apa yang akan dilakukan agar sekolah-sekolah negeri lain tidak mengalami kondisi serupa di masa mendatang," tegasnya.

Terkait kemungkinan penataan atau bahkan penutupan sekolah yang mengalami kekurangan murid, Tekad mengingatkan agar pemerintah tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

Menurutnya, setiap kebijakan harus didasarkan pada kajian yang komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti perkembangan jumlah penduduk, kebutuhan layanan pendidikan, serta keberadaan sekolah lain di sekitar lokasi.

"Tentu harus dengan kajian-kajiannya terlebih dahulu. Yang utama pastinya jangan sampai ada anak-anak di lingkungan tersebut tidak mendapat akses pendidikan dasar di kemudian hari," katanya.

Ia menambahkan, DPRD akan mengawal setiap kebijakan yang diambil pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Jika nantinya diperlukan penataan sekolah, kebijakan tersebut harus tetap menjamin kemudahan akses pendidikan dasar bagi warga.

"Kami akan mengawal setiap kebijakan yang diambil pemerintah. Jika nantinya ada penataan sekolah, harus dipastikan dilakukan berdasarkan kajian yang matang dan tetap menjamin kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar," sebutnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, menyebut kondisi SDN 127 menjadi perhatian pemerintah daerah.

Disdik saat ini tengah melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi penyebab rendahnya jumlah peserta didik baru, mulai dari pergeseran demografi penduduk, lokasi sekolah, hingga kecenderungan masyarakat memilih sekolah lain.

Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan, baik melalui penataan dengan sekolah terdekat maupun revitalisasi sekolah, sehingga penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Sebagai informasi, SDN 127 Pekanbaru yang berada di Jalan Tanjung Batu, Kecamatan Limapuluh, hanya menerima empat siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 11 siswa. 

Pihak sekolah menilai perubahan komposisi penduduk di sekitar sekolah serta lokasi sekolah yang berada di dalam gang menjadi faktor yang memengaruhi rendahnya minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya. (rp.sul/*)

 

 

 

 

Tags : Sekolah Dasar Negeri, SDN, Jumlah Murid Baru Menyusut, Pekanbaru, Penerimaan Murid Baru Berkurang,