Agama   2026/05/18 10:5 WIB

Sengatan Matahari Capai Puncak Ekstrem, Tapi Tidak Surutkan Jamaah Haji Lakukan Wukuf di Arafah

Sengatan Matahari Capai Puncak Ekstrem, Tapi Tidak Surutkan Jamaah Haji Lakukan Wukuf di Arafah

AGAMA - Sengatan matahari Makkah mencapai puncak ekstrem 41 derajat Celsius pada Kamis 14 Mei 2026.

Namun, musala penginapan hotel jemaah haji Muhammadiyah kloter 28 SOC Semarang terasa cukup sejuk.

Di ruangan berkarpet abu-abu inilah, fondasi awal wukuf di Arafah 2026 mulai dibangun kuat-kuat oleh jemaah. Ini menjadi momen penting dalam persiapan wukuf jemaah haji.

Sore itu, usai salat Ashar berjamaah, tradisi kultum bergilir kembali digelar. Tampil di depan para jemaah haji Semarang adalah Ustad Yogi Sukma Adhi Wibowo.

Ia adalah seorang profesional yang menjabat General Manager (GM) di PT Rindang Konsta, Semarang.

Biasanya, Ustad Yogi berjibaku dengan blueprint dan beton proyek berbulan-bulan. Sore tadi, ia justru mengajak jemaah merenungi sebuah proyek mahabesar.

Proyek ini adalah penentu kehidupan akhirat. Sekaligus menjadi ujian sesungguhnya pada puncak ibadah haji 2026.

“Ada 6 jam berharga yang mungkin tak terulang seumur hidup,” ujar Ustad. Yogi. Suasana ruangan pun seketika hening. Ia merujuk pada rentang waktu ba’da zawal (tergelincir matahari) hingga terbenam matahari.

Waktu 6 jam itu terasa sangat sempit. Saat itulah, seluruh amalan hari Arafah diyakini langsung menembus langit tanpa hijab.

Jemaah harus memaksimalkan zikir, selawat, dan doa memohon ampunan.

Tak ayal, pesan presisi ini menyentuh relung terdalam hati jemaah. Di barisan depan, bapak-bapak tampak menunduk dalam dan khusyuk.

Mereka menyadari betapa mahalnya waktu tersebut. Sementara di balik sekat merah, suasananya berbeda. Jemaah perempuan tampak larut dalam suasana haru yang kental.

Ustad Yogi membedah sisi teologis yang luar biasa. Ia mengingatkan bahwa saat wukuf, Allah SWT turun ke langit dunia. Allah lalu membanggakan para jemaah di hadapan malaikat-Nya.

Mereka datang dengan rambut kusut dan berdebu demi mengharap ampunan-Nya.

Di tengah cuaca ekstrem Makkah, pesan kultum ini menjadi oase. Ia sekaligus menjadi cambuk spiritual bagi jemaah.

Enam jam di padang Arafah bukanlah sekadar rutinitas fisik. Ini adalah momentum emas penebusan dosa yang tak ternilai harganya.

Bagi para jemaah haji Semarang, proyek ini adalah investasi keabadian. Persiapan menuju wukuf di Arafah 2026 sangatlah krusial.

Tetesan air mata penyesalan adalah mata uang paling berharga. Oleh karena itu, pantang ada sedetik pun yang berlalu tanpa kekhusyukan.

Tags : haji, haji 2026, cuaca di makkah, cuaca capai puncak ekstrem, jamaah haji lakukan wukuf di arafah,