KEPRI - Realisasi investasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencapai Rp23,80 triliun hingga triwulan pertama 2026.
"Singapura, AS dan Jepang jadi penyumbang terbesar untuk investasi di Kepri."
“Ini menjadi peluang untuk memperkuat strategi promosi investasi Kepri ke pasar internasional yang lebih luas,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kepri, Hasfarizal Handra, Sabtu (20/6).
Capaian tersebut menunjukkan tren positif, dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang masuk dalam lima besar negara penyumbang investasi terbesar di Kepri.
Hasfarizal Handra, mengatakan masuknya AS dan Jepang ke dalam daftar investor utama menjadi perkembangan baru dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut dia, kedua negara tersebut kini menggantikan posisi Malaysia dan Taiwan yang pada 2025 termasuk dalam lima besar investor di Kepri.
Ia menjelaskan, total investasi sebesar Rp23,80 triliun terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp14,05 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp9,75 triliun.
Capaian tersebut setara 49 persen dari target investasi daerah tahun 2026 sebesar Rp48 triliun.
Sementara jika dibandingkan target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp86 triliun, realisasi Kepri telah mencapai sekitar 28 persen.
“Ini menunjukkan perkembangan yang positif dan memberikan indikasi bahwa target tahunan masih berpeluang untuk dicapai,” katanya.
Hasfarizal menuturkan, struktur investasi asing di Kepri masih didominasi negara-negara Asia dan mitra dagang utama kawasan. Singapura tetap menjadi investor terbesar di Kepri sepanjang triwulan I 2026.
Di bawah Singapura, investasi asing terbesar berikutnya berasal dari Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
Dari sisi sektor usaha, PMA masih terkonsentrasi pada sektor jasa dan manufaktur, terutama industri logam dasar, mesin, dan elektronik.
Selain itu, sektor listrik, gas, dan air juga masuk dalam lima besar sektor penerima investasi asing. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya investasi pada infrastruktur pendukung kawasan industri.
“Konsistensi komposisi sektor pada triwulan I 2026 menunjukkan keberlanjutan minat investor terhadap sektor-sektor unggulan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, investasi PMDN di Kepri masih didominasi sektor listrik, gas dan air, industri kimia dan farmasi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, serta perdagangan dan reparasi.
Menurut Hasfarizal, struktur investasi domestik tersebut mencerminkan keseimbangan antara pengembangan sektor produktif dan sektor pendukung ekonomi.
“Struktur PMDN mencerminkan keseimbangan antara investasi pada sektor produktif dan sektor pendukung, sehingga diharapkan mampu memperkuat daya saing serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Ia menambahkan, sepanjang 2025 realisasi investasi Kepri mencapai Rp64,68 triliun yang terdiri dari PMA sebesar Rp43,44 triliun dan PMDN sebesar Rp21,24 triliun.
Sebagian besar investasi tersebut masih terpusat di kawasan perdagangan bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Kepri.
“Capaian investasi tahun lalu melampaui target daerah hingga 136 persen dan target BKPM sebesar 112 persen. Ini menunjukkan kinerja investasi Kepri sangat baik sepanjang 2025,” pungkasnya. (*)
Tags : investasi, kepri, investasi 2026, investasi kepri capai Rp23, 80 triliun, Singapura, AS dan Jepang, Penyumbang Terbesar Investasi di Kepri,