Politik   2026/02/09 16:43 WIB

Situasi Politik Saat Ini Tunjukkan Kepercayaan Publik Terhadap Plt Gubri Sedikit Turun

Situasi Politik Saat Ini Tunjukkan Kepercayaan Publik Terhadap Plt Gubri Sedikit Turun
Ilustrasi tingkat kepercayaan publik teradap pemimpin.

PEKANBARU - Politik di Riau saat ini menunjukkan pemimpin nomor satu di Riau ini menjadi lembaga yang paling dipercaya publik, tetapi situasinya saat ini menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto ini sedikit turun.

"Tingkat kepercayaan publik mulai sedikit turun, mungkin sejak ditemukannya uang sebanyak Rp3 miliar lebih oleh KPK di rumah dinas dan kediaman."

“Justru kepercayaan publik akan terus meningkat sebab semua pihak yang tidak berkompeten akan di eliminasi dari pemerintahan saat ini dan dengan kasus yang terjadi Plt Gubri SF Hariyanto akan semakin hati hati untuk menjalankan pemerintahan lebih bersih," kata Ir Marganda Simamora SH MS.i, Ketua Umum DPN Independen Pembawa Suara Transparansi (INPEST), Senin.

"Sebenarnya agak sedikit turun malah terlalu dini untuk menilainya. 100 hari kerja belum bisa dinilai apa-apa baik dalam peralihan kepemimpinan, meskipun demikian masih ada di atas 90 persen,” kata dia.

"Gubernur menjadi lembaga yang paling dipercaya kedua disusul Kejaksaan Tinggi. Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), merupakan lembaga yang menempati peringkat bisa dipercaya."

Ia pun menilai jika ada penurunan tingkat kepuasan publik terhadap SF Hariyanto disebabkan oleh indikasi perannya yang meluas, bukan hanya soal pembangunan.

“Kan sudah ada indikasi masuk ke MBG, Koperasi Merah Putih, dan seterusnya ya. Semakin Pemprov ikut terlibat urusan non-pertahanan tentu semakin bagus ya,” kata dia.

Ganda Mora (sebutan hari-harinya) ini menilai bahan bukti keberhasilan yang tampak dalam tiga bulan terakhir diantaranya SF Hariyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) telah melakukan beberapa langkah signifikan:

  • Perombakan Struktural: SF Hariyanto berhasil melaukan perombakan besar-besarandengan mengganti 10 kepala organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan stabilitas birokrasi dan pelayanan publik.
  • Mengatasi Krisis Kepimpinan: Setelah Abdul Wahid ditangkap KPK SF Hariyanto ditunjuk sebagai Plt Gubernur Riau untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjaan lancar.
  • Mendukung Pemberantasan Korupsi: SF Hariyanto menyatakan komitmenya untuk mendukung uaya pemberantasan korupsi dan tidak keberatan jika rumah dan asetnya diperiksa oleh KPK.

Oleh karena itu, kata Ganda, INPEST mendorong Pemprov melakukan koreksi untuk ikut ke urusan sipil ini. (*)

Tags : situasi poltk, tingkat kepercayaan publik, pelaksana tugas gubri SF Hariyanto, kepercayaan publik terhadap gubernur,