RIAUPAGI

.com
Thursday 24th September 2020
Headline Csr   2020/09/08 09:58:00 AM WIB

SKK Migas & EMP Malacca Strait SA Gencar Salurkan Program Sosial-Lingkungan

SKK Migas & EMP Malacca Strait SA Gencar Salurkan Program Sosial-Lingkungan

EMP MALACCA STRAIT SA bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kegiatan pencanangan “Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19”. Kegiatan dilakukan secara fisik dan virtual, Senin (7/9/2020). Acara ini dipimpin oleh Menteri LHK Siti Nurbaya dan dihadiri oleh Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Sulistya Hastuti Wahyu dan General Manager EMP Malacca Strait SA, Kelik Rudi Suharya.

Dalam sambutannya, Menteri LHK Siti Nurbaya menegaskan bahwa kewajiban rehabilitasi DAS bagi pemegang IPPKH menjadi sangat penting karena perbaikan lingkungan harus dilakukan oleh semua unsur secara bersama-sama. Apalagi di masa pandemi Covid-19, selain bermanfaat bagi lingkungan, rehabilitasi DAS juga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat berupa upah harian pada saat pengerjaan kegiatan yang menjadi salah satu bentuk jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang memerlukan lapangan pekerjaan. “Seluruh kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah, khususnya melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sepenuhnya adalah berorientasi pada pemenuhan kebutuhan rakyat dengan tetap mengedepankan pada perlindungan dan perbaikan lingkungan,” kata Siti Nurbaya.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Sulistya Hastuti Wahyu menyatakan bahwa industri hulu migas selalu berusaha dan menaati peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia untuk menjaga lingkungan hidup, terutama di sekitar wilayah operasi hulu migas. “Hingga saat ini terdapat 19 lokasi DAS yang sedang kami rehabilitasi dengan total luasan ± 6.034,18 Hektar yang dilakukan oleh 12 KKKS,” katanya.

SKK Migas - EMP MSSA adalah pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 538,04 hektar dan mempunyai salah satu kewajiban untuk melakukan penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS. Lokasi rehabilitasi DAS tersebut adalah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dengan luas 592 hektar.

Kegiatan tersebut dimulai sejak Oktober 2019, dengan memberdayakan 3 kontraktor daerah setempat dan melibatkan 9 Kelompok Tani Hutan Konservasi, yang telah memenuhi standar pengadaan barang dan jasa industri hulu migas. Selama empat tahun kontrak rehabilitasi DAS, kegiatan penanaman akan dilanjutkan dengan pemeliharaan tanaman sebelum dilakukan serah terima di tahun 2022. Adapun jenis tanaman meliputi pulai, tembesu, jengkol, petai, durian, matoa, dan cempedak. 

General Manager EMP Malacca Strait SA Kelik Rudi Suharya, mengatakan bahwa saat ini penanaman rehabilitasi DAS yang dikerjakan sudah selesai 100 persen. “Kendati saat ini secara nasional kita masih menghadapi pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap perekonomian nasional, tapi EMP Malacca Strait SA tetap berkomitmen menjalankan program yang sudah disepakati dengan pemerintah yang merupakan bagian dari concern EMP terhadap pelestarian lingkungan,” kata Kelik Rudi Suharya.

Selain itu, dengan kegiatan penanaman ini secara otomatis akan membuka lapangan pekerjaan baru khususnya bagi masyarakat tempatan, yang tentunya akan berujung dengan tumbuhnya perekonomian masyarakat sekitar.

Bantu Sembako 

Sebelumnya SKK Migas – EMP Bentu & Korinci Baru Ltd beserta KKKS Riau menyerahkan bantuan sembako dalam rangka untuk meringankan beban masyarakat yang terkenda dampak Covid-19. Bantuan diserahkan oleh Pjs Kepala Perwakilan SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Haryanto Syafri, dan diterima Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus ST MT, Selasa (13/5/2020) di Posko Gugus Covid-19 di Halaman Mal Pelayanan Publik Kota Pekanbaru.

Bantuan dari EMP Bentu Ltd tersebut berupa 400 paket sembako yang terdiri dari dua ton beras, 400 kardus mie instan dan 400 kg gula tersebut, selanjutnya secara simbolis diserahkan Walikota Pekanbaru kepada Camat Tenayan Raya, Indah Vidya Astuti, SSTP untuk diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kecamatan Tenayan Raya merupakan salah satu kecamatan yang masuk daerah operasional EMP Bentu & Korinci Baru Ltd di Pekanbaru.    

Pjs. Kepala Perwakilan Sumbagut, Haryanto Syafri menyampaikan bahwa dalam menghadapi pandemic Covid-19 ini, SKK Migas dan KKKS di Wilayah Provinsi Riau terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui pemberian bantuan, baik Medical Equipment maupun bantuan Sembako dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. “Kami berharap bantuan-bantuan yang telah diberikan seperti medical equipment  dan sembako ini dapat bermanfaat dan mampu membantu masyarakat terdampak Covid-19 dan senantiasa berdoa agar pandemic Covid-19 ini segera berakhir,” ujar Haryanto.

Walikota Pekanbaru Firdaus, ST MT dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada SKK Migas dan KKKS di Riau atas kepedulian dalam membantu meringankan beban masyarakat dalam menghadapi pandemik Covid-19. Walikota juga menyebutkan bahwa krisis kesehatan saat ini juga dibarengi dengan krisis ekonomi, sehingga bantuan dari perusahaan sangat membantu pemerintah dalam mengatasi dampak ekonomi ini. “Semoga apa yang sudah dilakukan oleh SKK Migas dan KKKS Riau ini diikuti juga oleh dunia usaha lain di Pekanbaru,” kata Firdaus.

Area Manager EMP Bentu & Korinci Baru Ltd, Yoyok S Purwanto, mengatakan, sejak awal terjadinya pandemi Covid-19 ini, pihaknya selalu bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memberikan bantuan baik masker, disinfektan, handsanitizer maupun sembako. “Sebelumnya kita juga sudah memberikan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan serta sejumlah kecamatan dan kelurahan di daerah operasional EMP Bentu & Korinci Baru Ltd. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya di Kota Pekanbaru,” kata Yoyok. (rilis)

Tags : SKK Migas - EMP Malacca Strait SA, Program Sosial-Lingkungan, Kepedulian Sosial dan Lingkungan,