Pekanbaru   2026/05/02 15:0 WIB

SPBU di Pekanbaru jadi Diserbu Pengendara karena Pertalite Langka

SPBU di Pekanbaru jadi Diserbu Pengendara karena Pertalite Langka

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Lonjakan antrean kendaraan untuk membeli BBM subsidi kembali terjadi di Kota Pekanbaru sejak Jumat 1 Mei 2026.

Kondisi ini terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), dengan antrean kendaraan berat hingga kendaraan pribadi memadati area pengisian bahan bakar.

Salah satu titik yang paling mencolok berada di SPBU Jalan Arifin Achmad, Kecamatan Marpoyan Damai dan SPBU Imam Munandar (Harapan Raya) Ujung, Kecamatan Tenayan Raya.

Deretan truk dan bus tidak hanya memenuhi area SPBU, tetapi juga meluber hingga ke bahu jalan, memicu kepadatan lalu lintas.

Seorang warga, Fera, mengaku terkejut melihat situasi yang tidak biasa di lokasi tersebut.

“Biasanya di SPBU ini tidak terlalu ramai, tapi hari ini antreannya panjang, kalah antrean truk bio solar,” ujarnya.

Fenomena serupa terjadi di SPBU Jalan SM Amin, dekat Tugu Songket. Antrean kendaraan untuk Pertalite bahkan memanjang hingga mendekati persimpangan jalan utama.

Kondisi ini memaksa para pengemudi menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM subsidi yang menjadi kebutuhan utama operasional kendaraan.

Seorang sopir truk bernama Andi mengaku sudah mengantre hampir tiga jam.

“Dari tadi sudah tiga jam antre. Tadi sempat di Jalan Tuanku Tambusai, sekarang sudah sampai saja di Jalan SM Amin dekat SPBU,” katanya.

Bagi pengemudi kendaraan logistik, antrean panjang bukan lagi hal baru.

Mereka mengaku rutin menghadapi kondisi serupa demi memastikan kendaraan tetap beroperasi.

Andi menjelaskan, truk yang ia kemudikan digunakan untuk mengangkut material pembangunan perumahan.

Ia harus mengisi penuh hingga 60 liter agar kendaraan bisa digunakan beberapa hari ke depan.

“Ini lah setiap tiga hari antre begini, makanya setiap mengisi full terus,” ungkapnya.

Ia menambahkan, beralih ke BBM nonsubsidi bukan pilihan realistis karena harga Dexlite dan Pertadex dinilai terlalu mahal.

“Kami berharap ada solusi, supaya tidak perlu antre berjam-jam lagi,” katanya.

Kondisi antrean panjang ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Kelangkaan Pertalite dilaporkan sudah muncul sejak Kamis (30/4/2026) dan merata di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Situasi tersebut menambah tekanan bagi masyarakat dan sektor transportasi yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk aktivitas harian.

Antrean panjang BBM subsidi berpotensi berdampak pada distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Jika kondisi ini berlanjut, biaya logistik dan waktu distribusi bisa meningkat.

Para pengemudi berharap ada langkah konkret untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi agar aktivitas ekonomi tidak terganggu. (rp.muf/*)

Tags : Stasiun Pengisian Bahan Bakar, SPBU, Pekanbaru, SPBU jadi Diserbu Pengendara, Pertalite Langka,