JAKARTA – Sistem ekonomi Islam hadir sebagai solusi moderat di antara dua ekstrem: kapitalisme yang memuja kebebasan tanpa batas dan komunisme yang menghapuskan hak pribadi.
Mengutip pemikiran Afzalurrahman dalam buku Nabi Muhammad Sebagai Seorang Pedagang, Islam meramu sifat-sifat terbaik dan membuang jauh keburukan-keburukan dari kedua sistem tersebut sehingga ekonomi Islam dapat menciptakan keseimbangan dan bebas dari keburukan kapitalisme serta komunisme
Afzalurrahrnan dalam bukunya menerangkan bahwa sistem ekonomi lslam pada dasarnya berbeda dengan kapitalisme dan komunisme.
Tetapi dalam beberapa hal merupakan kompromi antara kedua ekstrem tersebut, dan berdiri di antara keduanya.
Sistem ekonomi Islam memiliki sifat-sifat baik dari kapitalisme dan komunisme, namun terlepas dari sifat-sifat buruk dari keduanya.
Dalam sistem ekonomi Islam, hubungan antara individu begitu terorganisir sehingga mereka dapat mengembangkan semangat keriasama dan saling membantu sebagai pengganti rasa permusuhan dan persaingan.
Sistem ekonomi Islam tidak hanya memberikan fasilitas yang memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan di bidang ekonomi dan sosial saja, tetapi juga memberikan pendidikan dan Latihan moral.
Dengan demikian membantu kawan sekerja mereka untuk mendapatkan apa-apa yang mereka inginkan atau setidak-tidaknya bukan untuk merintangi perjuangan hidup, mereka rasakan sebagai kewajiban.
lslam memandang persoalan ekonomi tidak dari perspektif kapitalis, yang memberikan kebebasan dan hak kepemilikan tak terbatas pada setiap individu serta mendukung eksploitasi seseorang.
Islam juga tidak memandang dari perspektif komunis, yang ingin merampas semua hak individu dan menjadikan individu semata-mata sebagai budak ekonomi yang dikendalikan negara.
Islam memberi perhatian pada naluri keegoisan manusia tanpa membiarkannya menjadi berbahaya bagi masyarakat.
Rekonsiliasi antara kepentingan diri sendiri dan anggota masyarakat dicapai melalui tindakan-tindakan hukum dan moral.
Pada satu sisi, konsep-konsep ekonomi masyarakat ini diubah dan dimodifikasi dengan pendidikan dan latihan moral.
Pada sisi lain, langkah-langkah hukum diambil untuk mencegah orang-orang kapitalis agar tidak melanggar batas kekikiran dan ketamakan, dan menjaga orang-orang miskin agar terhindar dari kemarahan, kecemburuan, kebencian dan intoleransi.
Esensi dari prinsip-prinsip yang diperlukan dalam mengatur ekonomi masyarakat, untuk tujuan ini adalah hak bagi kepemilikan pribadi dan kebebasan perusahaan di bawah kapitalisme yang terbatas dan adil, yang sangat diperlukan bagi kemajuan manusia, tidak hanya harus dipelihara dan dilindungi, tetapi juga harus didukung dan diperkuat.
"Di bawah sistem ekonomi Islam, pemusatan kekayaan pada beberapa tangan dicegah, kemudian beberapa langkah penting diambil, sehingga secara otomatis mengalihkan arus kekayaan pada anggota masyarakat yang kurang beruntung," tulis Afzalurrahrnan dalam bukunya.
Dalam system ekonomi Islam, tidak terdapat keburukan-keburukan kapitalisme, yang muncul karena suatu hak kepemilikan tidak terbatas dan kompetisi bebas.
Juga tidak terdapat kejahatan-kejahatan komunisme yang timbul akibat cara hidup yang selalu diatur secara ekstrem, diktator proletariat dan peniadaan hak milik.
lnilah sebuah sistem yang paling pantas dan adil, di mana kekayaan tidak dipusatkan pada beberapa tangan saja, tetapi disebarkan pada seluruh anggota masyarakat.
Ciri sistem ekonomi Islam ini bersumber dari ayat Alquran berikut ini, ". . . agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu." (QS Al-Ḥasyr Ayat 7)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
مَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ
“Apa saja (harta yang diperoleh tanpa peperangan) yang dianugerahkan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. (Demikian) agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS Al-Ḥasyr Ayat 7)
Keseimbang
lslam menawarkan suatu sistem yang sangat moderat untuk perbaikan ekonomi masyarakat. Sistem itu memberi bekal pada anggota masyarakat untuk menciptakan stabilitas ekonomi dan keseimbangan yang bebas dari kejahatan-kejahatan kapitalisme dan komunisme.
Diterangkan Afzalurrahrnan dalam bukunya, ekonomi Islam memberikan peluang-peluang yang seimbang antara hak-hak alami pada setiap orang (yakni, hak kepemilikan dan kebebasan berusaha).
Pada saat yang sama, ekonomi Islam menjaga keseimbangan pemerataan kekayaan. Untuk menjaga stabilitas dalam sistem ekonomi, hak kepemilikan pribadi dan kebebasan ekonomi bukannya tidak dibatasi sebagaimana di bawah kapitalisme, tetapi diberikan batasan-batasan hukum dan moral.
Efek dari keseluruhan batasan-batasan tersebut adalah kekayaan akan terus berputar di kalangan masyarakat dan tidak bertumpuk pada satu titik tertentu saja. Setiap individu menerima hak dan bagiannya yang sah. Kehidupan bangsa pun makmur.
Jadi, dalam sistem ekonomi lslam, individu tidak mungkin menjadi pemelihara kekayaan nasional negara, juga mustahil mereka semua dibawa dengan cara paksa ke tingkat ekonomi yang sama.
Tetapi syarat-syarat ditetapkan, di mana setiap individu dapat memperoleh kekayaan yang cukup untuk memenuhi keperluannya dengan jalan yang terbaik dan mungkin, tanpa membahayakan kawan-kawan kerjanya.
Dia membelanjakan pendapatan yang telah diperolehnya secara ekonomis tanpa mengganggu keseimbangan ekonomi masyarakat.
Selain itu, tidaklah mungkin bagi individu untuk mengeruk kekayaan yang terlalu banyak dengan jalan memeras, sementara mayoritas penduduk hidup dengan sarana kehidupan yang sangat sederhana. (*)
Tags : ekonomi, islam, ekonomi syariah, perbankan islam, perbankan syariah,