Headline Linkungan   2026/06/15 17:44 WIB

Cuaca Tidak Menentu Berdampak Bagi Kesehatan dan Keuangan, Dewan: Kurangi Aktivitas dan Waspadai Panas Terik di Siang Hari

Cuaca Tidak Menentu Berdampak Bagi Kesehatan dan Keuangan, Dewan: Kurangi Aktivitas dan Waspadai Panas Terik di Siang Hari

PEKANBARU - Kondisi cuaca di Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir terpantau tidak stabil dan cenderung berubah-ubah secara signifikan.

Pada waktu tertentu, hujan dapat turun secara tiba-tiba di sebagian wilayah, sementara di lokasi lain justru mengalami cuaca panas terik pada siang hari.

Perbedaan kondisi ini menunjukkan adanya ketidakmerataan pola cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Situasi tersebut semakin diperparah dengan munculnya sejumlah titik panas akibat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa kabupaten/kota di wilayah Riau.

Keberadaan titik panas ini berpotensi memicu kabut asap, meskipun dalam skala tipis, yang dapat berdampak pada kualitas udara.

Kombinasi antara cuaca tidak menentu dan potensi asap ini dinilai dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekaligus menghambat berbagai aktivitas di luar ruangan.

Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Pekanbaru, Roni Amriel SH MH, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan.

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan yang dapat memperburuk situasi.

“Khusus di Kota Pekanbaru kami ingatkan, jangan ada yang bakar lahan. Karena selain berbahaya, juga pelakunya bisa ditindak pidana,” saran Roni Amriel, Kamis (26/3).

ia juga mengingatkan kepada jajaran pemerintah di tingkat bawah, mulai dari camat, lurah, hingga RT dan RW, untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Edukasi ini difokuskan pada larangan membakar lahan maupun sampah dalam jumlah besar, karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran dan memperparah kondisi lingkungan.

“Sosialisasi ini paling efektif. Dengan demikian, Kota Pekanbaru bisa bebas dari asap, meski masih ada asap tipis dari kabupaten tetangga karena karhutla,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perubahan suhu yang terjadi secara drastis juga berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan.

Beberapa penyakit yang kerap muncul dalam kondisi seperti ini antara lain flu, demam, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk menjaga asupan makanan dan istirahat yang cukup.

Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak, terutama pada masa libur Lebaran, di mana aktivitas di luar rumah cenderung meningkat.

Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko paparan cuaca ekstrem maupun kualitas udara yang kurang baik jika tidak diantisipasi dengan baik.

“Jika memang tidak ada yang mendesak, lebih baik di rumah saja,” sarannya lagi.

Secara kelembagaan, DPRD Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat timbul akibat kondisi cuaca yang tidak menentu ini.

Kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan maupun keselamatan masyarakat secara umum.

Belakangan ini, cuaca jadi makin sulit ditebak. Pagi terasa sejuk, siang bisa sangat panas, lalu sore hingga malam tiba-tiba turun hujan deras, bahkan disertai angin kencang.

Kondisi seperti ini semakin sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Fenomena ini bisa menjadi salah satu dampak dari climate change yang membuat pola cuaca menjadi semakin tidak menentu.

Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi bukan tanpa alasan. Menurut BMKG, perubahan iklim saat ini sudah berdampak nyata terhadap kondisi cuaca di Indonesia.

Cuaca ekstrem kini bisa terjadi lebih sering, dengan intensitas yang lebih tinggi, dan dalam pola yang semakin sulit diprediksi.

Secara umum, perubahan ini dipengaruhi oleh:

  • Peningkatan suhu global
  • Perubahan pola curah hujan
  • Pergeseran musim

Di Indonesia, kondisi ini juga dipengaruhi oleh fenomena seperti El Niño dan La Niña. Kombinasi dari berbagai faktor ini membuat kita bisa mengalami cuaca ekstrem dalam satu hari, misalnya panas terik di siang hari, lalu hujan deras di sore hari.

Tentunya perubahan suhu yang drastis dalam waktu singkat bisa berdampak langsung pada kondisi tubuh. Beberapa keluhan yang sering muncul saat cuaca tidak menentu antara lain:

1. Penyakit Saluran Pernapasan

Cuaca yang berubah-ubah membuat tubuh harus terus beradaptasi, sehingga daya tahan tubuh bisa menurun. Ini menyebabkan:

    Flu
    Batuk
    Sakit tenggorokan

2. Demam dan Infeksi

Perubahan suhu ekstrem juga bisa memicu demam dan infeksi ringan hingga sedang, terutama jika kondisi tubuh sedang tidak fit.

3. Risiko Demam Berdarah Meningkat

Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan genangan air, yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue.

Melansir CDC, perubahan iklim berkontribusi pada meningkatnya penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti nyamuk.

Hal ini juga sejalan dengan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menunjukkan tren peningkatan kasus demam berdarah saat musim hujan dan masa peralihan.

Ketika cuaca tidak menentu berdampak pada kesehatan, efeknya sering kali tidak berhenti di kondisi fisik saja. Ada konsekuensi lain yang juga perlu diperhatikan, yaitu kondisi keuangan.

Dalam situasi seperti ini, pengeluaran bisa meningkat tanpa disadari, misalnya:

  • Biaya konsultasi dokter
  • Pembelian obat-obatan
  • Biaya pemeriksaan tambahan
  • Hingga rawat inap untuk kondisi tertentu seperti Demam Berdarah Dengue

Sekilas mungkin terlihat sebagai pengeluaran “kecil”. Namun, jika terjadi berulang dalam waktu berdekatan, misalnya saat cuaca sedang tidak stabil, totalnya bisa menjadi cukup besar.

Belum lagi, kondisi tubuh yang kurang fit juga bisa memengaruhi produktivitas sehari-hari. Aktivitas jadi tertunda, pekerjaan menumpuk, atau performa menurun.

Di sinilah kaitannya dengan climate change menjadi lebih terasa. Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu risiko kesehatan yang pada akhirnya berujung pada peningkatan pengeluaran yang tidak direncanakan.

Inilah yang disebut sebagai financial risk akibat dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang.

Karena itu, penting untuk mulai melihat kondisi ini sebagai bagian dari risiko yang perlu diantisipasi, bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dari sisi keuangan.

Menghadapi cuaca yang tidak menentu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa mulai dilakukan:

1. Jaga daya tahan tubuh

Pastikan tubuh tetap fit dengan pola makan bergizi, istirahat cukup, dan tetap aktif bergerak.

2. Perhatikan lingkungan sekitar

Hindari genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta jaga kebersihan lingkungan.

3. Lebih siap secara finansial

Mengantisipasi risiko kesehatan juga berarti mempersiapkan kondisi keuangan, misalnya dengan memiliki asuransi kesehatan, agar tetap stabil saat menghadapi situasi tak terduga.

Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi semua elemen masyarakat. Allianz adalah salah satu perusahaan asuransi yang sangat peduli terhadap dampak perubahan iklim dan secara aktif mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dari hal terkecil. 

Perubahan cuaca mungkin tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya. Namun, kita tetap bisa mengambil langkah untuk mengurangi dampaknya.

Mulai dari menjaga kesehatan, peduli terhadap lingkungan, hingga mempersiapkan kondisi finansial, semuanya menjadi bagian dari cara kita beradaptasi. Karena pada akhirnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan hari ini. (*)

Tags : cuaca, cuaca tidak menentu, cuaca berdampak bagi kesehatan dan keuangan, kurangi aktivitas pada cuaca tidak menentu, waspadai pada cuaca tidak menentu,