Riau   2026/05/05 11:43 WIB

Super El Nino Mengancam Riau yang Bisa Timbulkan Kemarau Panjang Hingga Kepelosok Desa

Super El Nino Mengancam Riau yang Bisa Timbulkan Kemarau Panjang Hingga Kepelosok Desa

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM – Pemprov Riau mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi Super El Nino yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026.

"Potensi Super El Nino mengancam di Riau."

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla,” kata Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto dalam rapat koordinasi lintas sektor di Aula Tribrata Polda Riau, Senin (27/4).

Pertemuan ini menjadi titik konsolidasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan bersama.

Fokus utama diarahkan pada pencegahan dini, respons cepat, serta pengawasan wilayah rawan kebakaran.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto menegaskan, ancaman iklim ekstrem tidak dapat dihadapi secara sektoral.

Dalam forum tersebut, pemerintah menekankan pentingnya penguatan sistem deteksi dini titik api serta kesiapan respons lapangan.

Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi menjadi prioritas pengawasan terpadu.

Perusahaan pemegang konsesi lahan juga diminta meningkatkan pengamanan wilayah operasionalnya.

“Upaya pencegahan harus lebih diutamakan daripada penanggulangan, sehingga kita bisa meminimalisir dampak yang ditimbulkan,” tambah SF Hariyanto.

Menurutnya, kesiapan sejak awal menjadi kunci agar Riau mampu menekan potensi karhutla secara maksimal saat musim kemarau mencapai puncak.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, memastikan dukungan penuh kepolisian dalam strategi pencegahan.

Langkah yang disiapkan mencakup peningkatan patroli, pengawasan intensif wilayah rawan, serta edukasi kepada masyarakat.

“Kami akan terus meningkatkan koordinasi di lapangan, termasuk melakukan patroli terpadu dan sosialisasi kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan larangan membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi menimbulkan bencana asap.

“Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan,” ungkapnya.

Fenomena iklim global tersebut diperkirakan memicu musim kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah daerah menilai kesiapan harus dimulai sebelum dampak terasa di lapangan. Fokus utama diarahkan pada penguatan koordinasi lintas wilayah hingga tingkat desa.

Kepala PMD Dukcapil Riau, Mhd Firdaus menegaskan, kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci menghadapi potensi ancaman tersebut.

“Prediksi siklus El Nino yang diperkirakan akan membawa kemarau panjang, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kita tentu harus siap menghadapinya,” ujarnya.

Riau memiliki tantangan tersendiri karena cakupan wilayah administratif yang luas. Dengan 1.591 desa dan 268 kelurahan, koordinasi harus dilakukan secara sistematis agar upaya pencegahan berjalan efektif dan merata.

Firdaus menekankan, gerakan bersama seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan karhutla.

“El Nino diprediksi terjadi pada bulan April ini. Untuk itu, sudah seharusnya kita bergerak dari sekarang dalam menyatukan kesepakatan bersama agar bisa mencegah karhutla,” jelasnya.

Upaya ini menempatkan desa sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini potensi kebakaran sekaligus mengedukasi masyarakat.

Pemerintah menilai kesadaran masyarakat memiliki peran krusial dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, edukasi hingga ke pelosok desa menjadi prioritas.

Tidak hanya wilayah rawan, seluruh desa di Riau diminta memiliki tingkat kewaspadaan yang sama.

“Edukasi dan pencegahan dini harus diketahui ke setiap warga hingga pelosok desa. Maka kewaspadaan harus merata,” kata Firdaus.

Rapat koordinasi desa dijadwalkan pada 7 Mei mendatang untuk merumuskan langkah konkret di lapangan.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan komitmen bersama, sekaligus memastikan strategi pencegahan tidak berhenti sebagai wacana.

“Kita ciptakan komitmen bersama untuk mencegah karhutla. Jika kita bersatu, dari tingkat provinsi hingga desa yakinlah tantangan El Nino yang berat sekalipun akan mampu kita lalui,” pungkasnya. (*)

Tags : el nino, ancaman el nino, super el nino.kemarau panjang, riau akan alami kemarau panjang,