RIAUPAGI

.com
Saturday 19th September 2020
Sorotan   2020/09/14 13:30 WIB

Pandemi Corona: Curhat Pemilik 'Kafe NOM' Soal Macam-macam Kelakuan Pelanggan

Pandemi Corona: Curhat Pemilik 'Kafe NOM' Soal Macam-macam Kelakuan Pelanggan

Curhatan dari pemilik kafe yang menyediakan fasilitas minum-makan mengejutkan, Pemilik mengungkapkan beberapa kelakuan pelanggan yang datang ke kafe NOM dari A sampai Z.

urhatan dari pemilik kafe yang menyediakan fasilitas minum-makan mendadak viral di media sosial. Ia mengungkapkan beberapa kelakuan pelanggan yang datang ke kafe nya [NOM] dibilangan jalan Durian Pekanbaru.

Sebut saja namanya [Aci] mencurahkan kekesalan suatu hari pada riaupagi.com. Curhatan langsung [sebenarnya sedikit menggagu penulis] ketika usai pesan kopi [gilingan asli miliknya] dipecahkan soal bicara macam-macam kelakuan pelanggan [maaf] sampai yang tak pantas dibicarakan. Seperti ada pelanggan yang 'mengamuk' karena lambat dilayani lalu membating meja-kursi, ada juga yang mengutang duitnya.

"Itu tak apa, sudah selesai," kata Aci singkat yang dirinya sambil menenun [tali] jahitan yang terlihat unik.

Aci pun berkata; bagaimana soal keuangan wartawan [yang selalu datang duduk ngopi] di kafe NOM? [Penulis] lantas balik bertanya, 'ada apa dengan wartawan"? Terliihat raut wajah Aci ini sedikit menunjukkan rasa mencibir di bibirnya.

Berbagai kelakukan dan tingkah laku pelanggan yang datang ke Kafe miliknya kelihatan tertangkap layar [CCTV] disudut ruangan. Salah satunya si pemilik kafe itu menceritakan beragam pakaian pengunjung yang menurutnya tak pantas. Misalnya saja ada juga yang memakai mukena, daster selutut, sandal jepit, kaos oblong, sampai preman tengik wira-wiri di kafe itu hingga pengamen, peminta sedekah [minta bantuan] setengah memaksa tak luput jadi sasaran yang kafe tersebut lengkap menyajikan miras [minuman keras/bir] ini.

Curhatan dari si pemilik kafe memantik nyinyiran banyak orang. Pasalnya, ia juga menyinggung soal pengunjung di kafenya yang tidak merias wajah, sehingga terlihat seperti orang bangun tidur. “Itu selalu terjadi di sini,” ungkapnya yang konon [maaf] Irformasinya Janda beranak tiga ini jadi 'bulan-bulanan' dihutangi segelintir orang.

Ia menjelaskan sandal jepit tidak seharusnya dipakai untuk masuk kafe karena baginya, “sandal jepit pantasnya paling jauh gaulnya ke Alfa/Indomaret depan kompleks, enggak pantas kalau gaul ke kafe,” gumanya hingga pelanggan duduk dikursi busa yang tersedia diatur/menjadi perhatian.

Bahkan, sang pemilik kafe ini sudah menjadi pelangan seorang pengunjung [perempuan] yang kelihatan terbiasa merokok duduk persis dipojok ruangan. Seorang wanita [berparas cantik] selalu terlihat duduk mengenakan kaus lengan pendek dan celana jeins biru tua yang ditemani banyak lelaki, tetapi selalu melupakan protokol kesehatan [duduk selalu rapat].

“Ini sempat aku foto wanita memakai jeins ketat + udah pasti sandal jepit. Penampilannya selalu montok benar sih? Tetapi pemilik sudah mengeluarkan peraturan dilarang pakai baju tidur dan sandal jepit disitu,” ungkap salah satu pengunjung yang tak mau disebutkan namanya.

Curhatan ACI ini tak sedikit yang mengatakan bahwa si pemilik kafe tak menghargai pengunjungnya.

“Udah mas ako malas panjang2 ngeluarin statement nya, ako ga bakalan ke cafe itu lagi. Mon maap lah, kayaknya wajah-wajah disitu seperti wajah 'tukang palak' [selalu ribut gito ya] .. lagipun itu kafe seperti banyak masalah getoo," ungkap pengunjung lainnya mengeluarkan pendapatnya di telepon.

“i dont like this owner attitude. aku bisa baca dari kata2 yang dia utarakan itu. Dia adalah owner yang sombong, jadi kayaknya pantas tuh yang dialami," kata salah satu pengunjung lainnya yang minta tak disebutkan namanya. www, benar kah??. (*)

Tags : Kafe NOM, Pekanbaru,