JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto sebanyak 372 perusahaan yang terindikasi terlibat dalam karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.
Laporan tersebut disampaikan lewat surat tertulis melalui Kementerian Sekretariat Negara.
"Laporan ini kami sampaikan sebagai tindak lanjut pesan dan komitmen Bapak Presiden untuk menindak tegas para pelaku karhutla, termasuk korporasi yang terbukti," demikian isi surat yang ditandatangani Direktur Eksekutif Walhi Nasional, Boy Jerry Even Sembiring dikutip, Kamis (17/9).
Jumlah korporasi yang dilaporkan mengalami peningkatan dibandingkan dengan laporan sebelumnya yang disampaikan pada Jumat, 11 September 2026, sebanyak 262 perusahaan.
Penambahan data tersebut berasal dari wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Papua.
Dari 372 perusahaan yang dilaporkan, 223 merupakan pemegang HGU atau bergerak di sektor perkebunan, 148 merupakan pemegang konsesi hutan (PBPH), dan satu perusahaan pemegang izin usaha pertambangan.
Secara khusus, terdapat 47 perusahaan berada di Provinsi Riau.
Dari keseluruhan perusahaan tersebut, tujuh perusahaan telah dilakukan pemantauan lapangan oleh Walhi, yaitu PT Monrad Intan Barakat, PT Subur Agro Makmur, dan Kintap Jaya Wattindo di Kalimantan Selatan; serta PT Riau Andalan Pulp and Paper, PT Arara Abadi, PT Sekato Pratama Makmur, dan PT Meskom Agro Sarimas di Riau.
"Pemantauan lapangan ini dilakukan untuk memperkuat data dan informasi mengenai kondisi di lokasi yang terindikasi mengalami karhutla," terang Boy.
Berikut daftar 47 perusahaan di Riau yang dilaporkan Walhi ke Presiden Prabowo:
Temuan Lapangan
- PT Riau Andalan Pulp and Paper (Grup APRIL) seluas 71,9 ha di Siak
- PT Arara Abadi (Grup APP/ Sinarmas) seluas 616 ha di Pelalawan
- PT Sejati Pratama Makmur (APP/Sinarmas) seluas 115,3 ha di Bengkalis
- PT Meskom Agro Sarimas (Sarimas Grup) seluas 164,1 ha di Bengkalis
Analisis Citra Satelit
- PT Panca Surya Agrindo Sejahtera (Surya Dumai Grup) sebanyak 73 hotspot di Pelalawan
- PT Bumi Reksa Nusasejati 2 (Sime Darby Plantation) sebanyak 13 hotspot di Pelalawan
- CV Nirmala sebanyak 10 hotspot di Indragiri Hilir
- PT Surya Dumai Agrindo I (Surya Dumai Grup) sebanyak 8 hotspot di Dumai
- PT Bumi Reksa Nusasejati 1 (Sime Darby) sebanyak 8 hotspot di Indragiri Hilir
- PT Gandaerah Hendana 1 (Barito Pacific) sebanyak 7 hotspot di Pelalawan
- PT Teguh Karsa Wana Lestari sebanyak 6 hotspot di Bengkalis
- PT Arvena Sepakat 1 (Incasa Raya dan Gunas Grup) sebanyak 4 hotspot di Indragiri Hulu
- PT Sungai Jaya Satria sebanyak 4 hotspot di Indragiri Hilir
- PT Budidaksa Dwi Kusuma sebanyak 2 hotpsot di Bengkalis
- PT Duet Rija 3 sebanyak 2 hotspot di Pelalawan
- PT Guntung Hasrat Makmur (Sambu Grup) sebanyak 2 hotspot Indragiri Hilir
- PT Palma Satu (Duta Palma Grup) sebanyak 1 hotspot di Indragiri Hulu
- PT Trisetya Usaha Mandiri 1 sebanyak 1 hotspot di Siak
- PT Politani Katulistiwa sebanyak 1 hotspot di Indragiri Hilir
- PT Tinggal Mitra Plantation (Sime Darby) sebanyak 1 hotspot di Rokan Hilir
- PT Jatim Jaya Perkasa (Wilmar) sebanyak 1 hotspot di Rokan Hilir
- PT Sindora Seraya sebanyak 1 hotspot di Rokan Hilir
- PT Toba Indah 2 sebanyak 1 hotspot di Bengkalis
- PT Uni Seraya sebanyak 1 hotspot di Siak
- PT Duet Rija 2 sebanyak 1 hotspot di Pelalawan
- PT Shadu Eka Citra sebanyak 1 hotspot di Indragiri Hilir
- PT Kharisma Riau Sentosa Prima 3 sebanyak Indragiri Hulu
- PT Agroraya Gematrans (Sambu Grup) sebanyak 1 hotspot di Indragiri Hilir
- PT Bertuah Aneka Yasa (Duta Palma Grup) sebanyak 1 hotspot di Indragiri Hulu
- PT Sekato Pratama Makmur (APP) sebanyak 21 horspot di Bengkalis
- PT Diamond Raya Timber sebanyak 12 hotspot di Rokan Hilir
- PT Arara Abadi (APP) sebanyak 14 hotspot di Pelalawan
- PT Satria Perkasa Agung (APP) sebanyak 3 hotspot di Pelalawan
- PT Seraya Sumber Lestari (APRIL) sebanyak 3 hotspot di Siak
- PT Citra Sumber Sejahtera (APRIL) sebanyak 1 hotspot di Indragiri Hulu
- PT Ekawana Lestari Darma (APRIL) sebanyak 1 hotspot di Siak
- PT Rimba Peranap Indah (APRIL) sebanyak 1 hotspot di Indragiri Hulu
- PT Selaras Abadi Utama (APRIL) sebanyak 1 hotspot di Pelalawan
- PT Riau Andalan Pulp and Paper (APRIL) sebanyak 1 horspot di Siak
- PT BIna Daya Bentala (APP) sebanyak 1 hotspot di Rokan Hulu
- PT Bukit Batu Hutan Alam (APP) sebanyak 1 hotspot di Bengkalis
- PT Ruas Utama Jaya (APP) sebanyak 1 hotspot di Rokan Hilir
- PT Trisetya Usaha Mandiri 2 sebanyak 10 hotspot di Pelalawan
- PT Banyu Bening Utama (Duta Palma Grup) sebanyak 7 hotspot di Indragiri Hulu
- PT Merbau Pelalawan Lestari sebanyak 73 hotspot di Pelalawan
- PT Sari Hijau Mutiara sebanyak 10 hotspot di Indragiri Hilir
- PT Sumatera Riang Lestari (APRIL) sebanyak 12 hotspot di Bengkalis.
(rilis)