PEKANBARU - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terpantau sempat berkurang pada Kamis 27 Agustus 2026. Lalu timbul lagi sejak sepekan terakhir.
"Kabut asap karhutla bisa buat mata perih hingga tenggorokan kering."
"Alhamdulillah tadi pagi sudah sempat berkurang karena hujan, mungkin karena kemaren Pekanbaru dan beberapa daerah lainnya sempat diguyur hujan," ungkap Dahrul Arangkuti, Aktifis Eka Nusa mengomentari kabut asap karhutla yang sudah melanda Riau dua bulan terakhir.
Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama, karena pada sore harinya kondisi kabut asap tebal kembali terjadi di Kota Pekanbaru.
Kondisi kabut asap tebal ini membuat jarak pandang terbatas dan menganggu aktivitas para pengendara.
"Namun pada sore hari ini pas keluar kantor saya kaget lihat asap kembali tebal," tambahnya.
Salah satu dampak ang paling terasa oleh masyarakat akibat kabut asap saat ini yaitu, terjadinya iritasi mata, tenggorokan kering dan batuk-batuk.
"Untuk dampak langsung sudah terasa seperti mata perih, batuk-batuk itu yang paling terasa saat ini," tuturnya.
Kondisi kabut asap yang terjadi di Kota Pekanbaru saat ini diharapkan bisa segera bisa diatasi oleh pemerintah dan pihak terkait lainnya dan kondisi udara kembali sehat dan segar kembali.
"Harapan kami tentu udara Pekanbaru kembali membaik, udara sehat dan segar lagi. Karena jika kondisi kabut asap makin lama terjadi maka makin banyak dampak bagi kesehatan," harap Ayu.
"Saat ini saja sudah ada ratusan warga Pekanbaru yang terserang ISPA. Belum lagi aktivitas pendidikan yang terganggu dan harus menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ)," pungkasnya. (rp.elf/*)
Tags : kabut asap, karhutla, kebakaran hutan dan lahan, kabut asap karhutla, pekanbarukabut asap timbulkan mata perih dan tenggorokan kering, News Kota,