Artikel   2026/10/11 11:25 WIB

Lembah Harau Dihiasi Pegunungan, Jejeran Air Terjun dan Dikelilingi Batu Granit Terjal, 'Bisa Jadi Destinasi Tingkat Dunia'

Lembah Harau Dihiasi Pegunungan, Jejeran Air Terjun dan Dikelilingi Batu Granit Terjal, 'Bisa Jadi Destinasi Tingkat Dunia'

LEMBAH HARAU merupakan lembah subur yang berada di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Lembah Harau ini diapit oleh dinding curam dengan ketinggian 100-200 meter, dengan pemandangan alam yang luar biasa eksotis.

Perjalanan 4 jam dari Kota Pekanbaru ke Bukittinggi ke arah barat tidak akan sia-sia karena disuguhkan suasana alam pegunungan dihiasi jejeran air terjun indah setinggi sekitar 100 meter.

Belum lagi tempatnya dilalui empat buah sungai yang jernih siap memanjakan mata pengunjung. Lembah Harau merupakan lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Berada sekitar 138 km dari Padang dan sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Tempat ini dikelilingi batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter.

Harau diyakini berasal dari kata ‘parau’, istilah lokal yang artinya suara serak. Dulu, penduduk yang tinggal di atas Bukit Jambu sering menghadapi banjir dan longsor sehingga menimbulkan kegaduhan dan kepanikan.

Penduduknya sering berteriak histeris dan akhirnya menimbulkan suara parau.

Dengan ciri suara penduduknya banyak yang parau didengar maka daerah tersebut dinamakan ‘orau’ dan kemudian berubah nama menjadi ‘Arau’ hingga akhirnya penyebutan lebih sering menjadi ‘harau’.

Lembah Harau memiliki iklim tropis dan tanah yang subur, juga keindahan pemandangan alam yang menawan.

Lembah Harau dijuluki Lembah Yosemite di Indonesia karena memiliki keindahan seperti Taman Nasional Yosemite yang terletak di Sierra Nevada California dan telah terkenal ke seluruh dunia.

Di Sarasah Aie Luluih, airnya mengalir melewati dinding batu dan dibawahnya mempunyai kolam tempat mandi alami yang asri.

Ada kepercayaan mandi atau membasuh muka di sini dapat mengobati jerawat dan muka akan terlihat cantik dan awet muda.

Dinding curam bukan hanya menjadi daya tarik bagi fotografer tetapi pemanjat tebing pun tertarik memanjat dinding di lembah ini dimana terdapat 300 lokasi panjat tebing.

Di sisi lain, pagar tebing cadas yang curam telah menciptakan relief cantik sekaligus menantang terutama Anda yang menyukai olahraga panjat tebing. 

Sejarah dan historis

Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, terbentuk dari proses geologi jutaan tahun yang mengubah bekas dasar laut menjadi deretan tebing granit setinggi 100 hingga 500 meter

Asal-Usul Geologi

  • Bekas Lautan: Kawasan ini dulunya merupakan dasar lautan purba (laut dangkal). Proses pengangkatan tektonik mendorong dasar laut tersebut naik ke permukaan daratan
  • Batuan Breksi dan Konglomerat: Jenis batuan penyusun tebing di lembah ini adalah breksi dan konglomerat yang umumnya terbentuk di lingkungan perairan atau dasar laut.

Erosi dan Patahan: Jutaan tahun pengikisan (erosi) air, angin, serta patahan bumi membentuk tebing-tebing curam berbentuk huruf "U" dengan hamparan lembah yang datar dan subur di bawahnya.

Asal-Usul Nama "Harau"

  • Kata "Parau": Nama Harau berasal dari kata "parau" (suara serak) karena pada masa lalu pernah terjadi bencana longsor dan banjir besar di Bukit Jambu yang membuat masyarakat sekitar berteriak panik hingga suara mereka menjadi parau. Seiring waktu, sebutan tersebut bergeser menjadi "orau", "arau", dan akhirnya menjadi Harau.

Sejarah Perkembangan Wilayah

  • Masa Kolonial: Kawasan ini mulai dikunjungi dan dicatat secara resmi pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Salah satu buktinya adalah pembukaan objek wisata air terjun Sarasah Bunta pada 14 Agustus 1926 oleh Asisten Residen Lima Puluh Kota, F. Rinner, bersama Tuanku Laras Datuk Kuning Nan Hitam.
  • Cagar Alam: Pada 10 Januari 1993, Lembah Harau resmi ditetapkan sebagai cagar alam dan suaka margasatwa seluas 270,5 hektare untuk melindungi hutan hujan tropis serta satwa liar seperti monyet ekor panjang.
  • Julukan: Karena keindahan tebing granit yang menjulang megah mengapit persawahan hijau, Lembah Harau sering dijuluki sebagai Yosemite-nya Indonesia.

Lembah yang dikelilingi tebing tinggi

Lembah Harau yang dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi ini tidak jauh dari Bukittinggi dan menawarkan pemandangan yang mempesona.

Menurut situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, lokasi Lembah Harau terletak di sebuah nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat.

Hanya dengan menempuh jarak sejauh 50 kilometer atau 1,5 jam saja, kamu bisa mengunjungi Lembah Harau dari Bukittinggi.

Lokasi ini disebut dengan nagari, nagari adalah pembagian wilayah administratif di Provinsi Sumatra Barat yang setingkat dengan desa.

Kata ini sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu nagarom. Artinya adalah tanah kelahiran atau tanah air.

Lembah Harau adalah sebuah lembah indah nan cantik yang luas wilayahnya mencapai 270,5 hektar dengan tebing-tebing menjulang setinggi 100-500 meter di sekelilingnya.

Tidak sedikit orang-orang yang menyebut Lembah Harau mirip seperti Konoha, yaitu desa fiktif yang ada di film anime dan komik Naruto.

Selain disebut mirip desa fiktif Konoha dari film anime dan manga Naruto, Lembah Harau juga kerap dijuluki Lembah Yosemite-nya Indonesia. Sebab, lembah ini cukup mirip dengan Lembah Yosemite yang terletak di Taman Nasional Yosemite di Amerika Serikat.

Tapi perlu diketahui, kecantikan dan keindahan dari Lembah Harau lebih dari sekadar tebing-tebing tingginya saja. Masih banyak daya tarik lain yang ditawarkan oleh lembah ini. 

Dikutip dari beberapa sumber, nama Harau diambil dari kata parau yang memiliki arti suara serak.

Menurut kisah masyarakat yang beredar, masyarakat lokal yang bermukim di Bukit Jambu kerap ditimpa longsor dan banjir sehingga membuat penduduk menjadi panik.

Pada saat longsor dan banjir terjadi, masyarakat setempat berteriak secara histeris dan mengeluarkan suara yang parau.

Inilah asal-usul yang dipercaya sebagai awal mula terciptanya nama Lembah Harau.

Sebelum dikenal dengan nama Lembah Harau, wilayah ini dulunya disebut dengan orau, arau, dan barulah harau.

Konon katanya, Lembah Harau dulunya adalah dasar laut. Klaim ini diperkuat dengan keberadaan bebatuan di sekitar Lembah Harau yang berjenis konglomerat dan breksi. Kedua jenis batu ini sering kali ditemukan di dasar laut.

Selain itu, usia bebatuan yang ada di Lembah Harau dipercaya sudah berusia 40 juta tahun. Jadi, tidak heran kalau pemandangan bebatuan dan tebing di lembah tersebut terlihat mempesona dan memanjakan mata.

Bukan tanpa alasan jika Lembah Harau ditetapkan menjadi Cagar Alam dan Suaka Margasatwa. Sebab, terdapat berbagai macam flora dan fauna yang bisa kamu temui di sini.

Salah satu hewan yang bisa kamu jumpai di Lembah Harau adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Hewan ini sudah diangkap langka dan kamu bisa melihatnya di Lembah Harau jika sedang beruntung.

Selain dihuni oleh satwa langka, Lembah Harau juga menjadi "rumah" bagi berbagai macam spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi. 

Lembah Harau adalah objek wisata yang "lengkap". Tidak hanya flora dan fauna saja yang menjadi daya tarik dari lembah ini, tetapi ada juga beberapa air terjun yang bisa dikunjungi.

Setidaknya, terdapat enam air terjun yang terdapat di Lembah Harau, yaitu Sarasah Murai, Akar Berayun, Sarasah Bunta, Sarasah Jambu, Sarasah Air Angek, dan Air Luluih. Masing-masing dari air terjun yang indah ini mempunyai ciri khas serta ketinggian yang berbeda-beda.

Nah, salah satu air terjun yang bisa kamu kunjungi dengan mudah adalah Air Terjun Akar Berayun. Sebab, lokasinya tidak terlalu jauh dari area parkir wisatawan.

Daya tarik dari air terjun ini adalah tingginya yang mencapai 200 meter dan keberadaan kolam alami yang kerap dikunjungi oleh turis untuk berenang, berendam, dan bermain air.

Air terjun lainnya di Lembah Harau yang bisa kamu sambangi adalah Air Terjun Sarasah Murai. Tingginya mencapai 10 hingga 15 meter.

Menurut cerita masyarakat setempat, penamaan air terjun ini diambil dari kisah burung-burung murai yang dulu sering datang ke air terjunnya.

Harau Sky adalah salah satu tempat wisata yang bisa kamu temui di Lembah Harau.

Di tempat ini, wisatawan bisa bermain di waterpark, berwisata kuliner di restoran dengan menu-menu yang menggugah selera, mengabadikan momen di spot foto Instagrammable, atau bermalam di penginapan yang ada di Lembah Harau.

Lembah Harau lebih dari sekadar tebing-tebing tinggi. Di tempat ini, wisatawan juga dapat berkunjung ke beberapa tempat wisata yang tidak kalah seru.

Beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi di Lembah Harau adalah Goa Ngalau Indah, Harau Dream Park, Kampung Eropa, Rumah Gadang Sungai Eringin, Kampung Korea Jepang, hingga Kampung Sarosah.

Terdapat juga Kampung Korea dan Kampung Jepang yang bisa kamu kunjungi di Lembah Harau. Uniknya, kampung-kampung ini dipenuhi dengan bangunan yang mirip seperti di dua negara Asia tersebut.

Pengunjung pun bisa menyewa kostum-kostum tradisional khas Negeri Sakura dan Negeri Ginseng. (*)

Tags : lembah harau, bukittinggi, sumatera barat, lebah harau dihiasi pegunungan, jejeran air terjun, lembah harau dikelilingi batu granit yang terjal,