Korupsi   2026/04/15 12:46 WIB

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Anti Korupsi Riau Serahkan Berkas Dugaan Penyimpangan Perguruan Tinggi ke Kejati Riau

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Anti Korupsi Riau Serahkan Berkas Dugaan Penyimpangan Perguruan Tinggi ke Kejati Riau
Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Anti Korupsi Riau menggelar aksi unjuk rasa dengan tuntutan pemeriksaan terhadap pimpinan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

PEKANBARU - Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Anti Korupsi Riau menggelar aksi unjuk rasa dengan tuntutan pemeriksaan terhadap pimpinan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

"Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Anti Korupsi Riau serahkan berkas ke Kejati Riau."

"Ada dua tuntutan utama kepada pihak kejaksaan. Pertama, meminta audit terhadap rektor dan sejumlah pejabat kampus. Kedua, mendesak penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran sebesar Rp8,2 miliar yang disebut berkaitan dengan praktik mark-up serta monopoli vendor proyek pembangunan," kata Koordinator aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Anti Korupsi Riau, Rabu (18/2) kemarin.

Massa membentangkan spanduk berukuran besar di depan kantor kejaksaan.

Dalam berbagai poster yang dibawa, peserta aksi menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur kampus, mulai dari kondisi jalan yang rusak hingga proyek pembangunan yang disebut belum rampung.

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Anti Korupsi Riau dalam orasinya menilai kondisi fisik kampus tidak sebanding dengan anggaran yang dikelola.

Mereka menduga terdapat praktik korupsi dan maladministrasi dalam pengelolaan anggaran sepanjang 2025.

Aliansi menyampaikan dua tuntutan utama kepada pihak kejaksaan. Pertama, meminta audit terhadap rektor dan sejumlah pejabat kampus.

Kedua, mendesak penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran sebesar Rp8,2 miliar yang disebut berkaitan dengan praktik mark-up serta monopoli vendor proyek pembangunan.

Aksi berlangsung dengan pengamanan aparat kepolisian dan TNI. Petugas berjaga di area pintu masuk untuk memastikan demonstrasi berjalan tertib tanpa gangguan keamanan.

Perwakilan Kejati Riau menerima dokumen yang diklaim berisi hasil investigasi internal aliansi tersebut.

Pihak kejaksaan menyatakan berkas akan diteruskan kepada pimpinan untuk ditelaah lebih lanjut.

Sekitar pukul 12.15 WIB, massa membubarkan diri secara tertib. Hingga berita ini diturunkan, pihak UIN Sultan Syarif Kasim Riau belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. (*)

Tags : demo, aliansi mahasiswa dan pemuda peduli anti korupsi riau demo, mahasiswa demo ke kejaksaan tinggi, mahasiswa serahkan berkas dugaan penyimpangan di perguruan tinggi,