News   2026/06/07 11:48 WIB

APHI dan New Forests Lirik Sektor Kehutanan Indonesia untuk Perkuat Pengembangan Ekonomi Hijau

APHI dan New Forests Lirik Sektor Kehutanan Indonesia untuk Perkuat Pengembangan Ekonomi Hijau
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) bersama New Forests menjajaki peluang kerja sama pengelolaan hutan lestari di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan ketahanan iklim masa depan.

JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) bersama perusahaan investasi modal alam global, New Forests, menjajaki peluang kerja sama strategis dalam pengelolaan hutan lestari di Indonesia.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan ekonomi hijau sekaligus mendukung upaya ketahanan iklim di masa depan.

Penjajakan kerja sama itu mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Pertemuan dihadiri Ketua Umum APHI, Soewarso, bersama jajaran New Forests, termasuk mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake Jr..

Dialog tersebut difokuskan pada identifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan, peningkatan produktivitas kawasan hutan, restorasi ekosistem, serta pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam yang ramah lingkungan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, Soewarso, menegaskan sektor kehutanan memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Karena itu, APHI terus mendorong penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, APHI terbuka terhadap berbagai bentuk investasi yang mampu memperkuat pengelolaan hutan lestari, meningkatkan produktivitas kawasan, mendorong restorasi ekosistem, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar hutan.

"Pengembangan inovasi pembiayaan menjadi salah satu kunci untuk mendorong investasi kehutanan berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca nasional," ujarnya.

Sementara itu, Robert O. Blake Jr. mengapresiasi perkembangan sektor kehutanan Indonesia yang dinilai terus menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Ia melihat Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan solusi berbasis alam dan pengelolaan hutan yang menarik minat investor global.

Menurut Blake, terdapat banyak peluang untuk memperkuat kemitraan antara pelaku usaha, investor, pemerintah, dan masyarakat guna menciptakan pembangunan yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Dialog yang konstruktif antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dan membuka peluang investasi yang lebih luas," katanya.

Di sisi lain, Director Investments (Asia) New Forests, Sanjiv Louis, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat pengelolaan hutan dan lanskap secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, dan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi hijau serta ketahanan iklim di masa mendatang.

Menurutnya, pengembangan berbagai inisiatif pengelolaan hutan dan penggunaan lahan berkelanjutan akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, APHI dan New Forests juga sepakat untuk terus memperkuat komunikasi serta pertukaran informasi guna mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi.

Fokus kerja sama mencakup investasi pengelolaan hutan lestari, restorasi ekosistem, peningkatan nilai ekonomi sektor kehutanan, serta kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim global. (*)

Tags : Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, APHI, New Forests, Sektor Kehutanan Indonesia, Perkuat Pengembangan Ekonomi Hijau ,