Seni Budaya   2026/09/05 16:0 WIB

ASN Riau Selain Berorientasi pada Kinerja Juga Punya Karakter dan Integritas Bernilai Budaya Melayu

ASN Riau Selain Berorientasi pada Kinerja Juga Punya Karakter dan Integritas Bernilai Budaya Melayu
Sekdaprov Riau Syahrial Abdi

PEKANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi menekankan pentingnya transformasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga mengedepankan karakter dan integritas serta nilai budaya Melayu.

"Transformasi ASN tidak hanya berorientasi pada kinerja."

“ASN harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Bukan hanya bekerja menyelesaikan tugas, tetapi bagaimana pekerjaan tersebut memberikan manfaat dan menghasilkan dampak yang nyata,” kata Syahrial Abdi dalam penyampaiannya sebagai narasumber Webinar BerAKHLAK Seri 12 yang digelar di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau, Jumat (4/9).

Webinar tersebut mengangkat tema “Transformasi ASN BerAKHLAK dan Berkinerja Tinggi yang Berbudaya Melayu untuk Pembangunan Provinsi Riau”.

Kegiatan menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Menurut Syahrial, ASN memiliki peran penting dalam menentukan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Karena itu, aparatur perlu terus meningkatkan kompetensi serta mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan, nilai BerAKHLAK yang mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif harus diterapkan dalam perilaku kerja sehari-hari.

“Implementasi nilai tersebut harus tercermin mulai dari cara ASN memberikan pelayanan, mengambil keputusan, melaksanakan tugas, membangun kerja sama, hingga mempertanggungjawabkan setiap pekerjaan yang kita lakukan,” ujarnya.

Syahrial juga menilai penerapan nilai BerAKHLAK perlu berjalan seiring dengan penguatan budaya Melayu di lingkungan birokrasi Riau.

Menurutnya, nilai seperti sopan santun, musyawarah, gotong royong, dan amanah relevan dalam membentuk aparatur yang berintegritas serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

“Budaya Melayu harus menjadi bagian dari karakter kita dalam bekerja. Nilai-nilai seperti santun, amanah, menghargai orang lain, bermusyawarah dan mengutamakan kepentingan bersama sangat sejalan dengan semangat BerAKHLAK,” jelasnya.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat, Syahrial mengatakan tantangan birokrasi semakin kompleks.

Pemerintahan dituntut mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif.

Karena itu, pengembangan kompetensi ASN dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Aparatur tidak cukup hanya menguasai kemampuan administratif, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, inovatif, kolaboratif, serta mampu mencari solusi atas persoalan pembangunan.

“ASN harus menjadi bagian dari solusi. Kita harus memiliki semangat untuk terus belajar, berinovasi dan berkolaborasi. Kinerja ASN pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Syahrial berharap penerapan nilai BerAKHLAK dapat memperkuat budaya kerja di lingkungan Pemprov Riau. Menurutnya, aparatur yang profesional, berintegritas, dan berkinerja baik dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah.

“Transformasi ASN ini menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien dan berorientasi pada hasil, sekaligus menjaga jati diri Riau sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu,” pungkasnya. (*)

Tags : Sekdaprov Riau: Transformasi ASN Tidak Hanya Berorientasi pada Kinerja, Juga Soal Karakter dan Integritas yang Punya Nilai Budaya Melayu,