JAKARTA - Telkomsel memperkuat perlindungan masyarakat terdampak kabut asap di Kalimantan Selatan dengan menyalurkan bantuan kesehatan sekaligus memastikan jaringan komunikasi tetap optimal untuk mendukung aktivitas warga dan koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Sambungkan Senyuman tersebut disalurkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, berupa masker, vitamin, oksigen portabel dan air mineral.
General Manager Mobile Consumer Business Region Telkomsel Kalimantan Eureka Meliala di Banjarmasin, Jumat, mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan relawan yang tetap beraktivitas di tengah paparan kabut asap.
“Kami memahami betapa beratnya aktivitas sehari-hari di tengah kondisi kabut asap saat ini. Melalui semangat 'Melayani Sepenuh Hati' dan kepedulian yang mendalam, kami turut prihatin atas dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Kalimantan,” katanya.
Dia menjelaskan bantuan kesehatan diprioritaskan untuk membantu masyarakat menjaga kondisi tubuh sekaligus mendukung kebutuhan relawan yang berada di lapangan dalam penanganan dampak karhutla.
Telkomsel juga menjaga keandalan infrastruktur komunikasi dengan menyiagakan tim teknis untuk memantau dan melakukan pemeliharaan berkala terhadap base transceiver station (BTS), khususnya di kawasan rawan atau berdekatan dengan titik api.
Langkah tersebut dilakukan agar layanan komunikasi tetap tersedia sehingga masyarakat dapat mengakses informasi penting, berkomunikasi dengan keluarga serta mendukung koordinasi petugas dalam menghadapi kondisi darurat.
“Kepedulian ini bukan hanya untuk membantu menjaga kesehatan warga maupun relawan, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas komunikasi dan koordinasi kebencanaan di lapangan tetap dapat berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.
Telkomsel juga memastikan kesiapan layanan fixed broadband IndiHome untuk mendukung aktivitas masyarakat, termasuk proses belajar dari rumah ketika kondisi kabut asap membuat kegiatan di luar ruang harus dibatasi.
Konektivitas yang tetap terjaga dinilai penting karena kabut asap tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga memengaruhi mobilitas dan aktivitas pendidikan serta pekerjaan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan.
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra berharap, bantuan dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang terdampak karhutla, terutama dalam menghadapi kondisi udara yang kurang sehat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Telkomsel atas kepeduliannya melalui bantuan CSR yang diberikan melalui kami. Semoga dapat membantu meringankan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan khususnya di Kalimantan Selatan,” katanya.
Aksi di Kalimantan Selatan tersebut melanjutkan dukungan Telkomsel yang sebelumnya disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat serta Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah pada 6 dan 7 Agustus 2026.
Selain melalui lembaga penanganan bencana, Telkomsel juga membagikan masker dan vitamin secara langsung kepada pengguna jalan di sejumlah tempat strategis di Kalimantan sebagai upaya memperluas perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap.
Telkomsel menyatakan dukungan tersebut bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam keberlanjutan bisnis, dengan menggabungkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan penguatan konektivitas saat terjadi bencana. (rilis)
Tags : Telkomsel, Perkuat Perlindungan Jaringan, Kabut Asap Karhutla,