Sosial   2026/07/11 17:37 WIB

Asrama Haji Bisa Beri Manfaat Luas Bagi Masyarakat

Asrama Haji Bisa Beri Manfaat Luas Bagi Masyarakat

SOSIAL - Pemerintah tidak berhenti pada pembangunan gedung baru Asrama Haji yang bisa memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset seluruh asrama haji di Indonesia agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, karena masih ada bangunan pendukung yang belum dimanfaatkan maksimal.

“Pembangunan infrastruktur pelayanan haji harus diikuti pengelolaan aset yang baik serta tidak hanya dimanfaatkan saat musim haji, tetapi juga memberikan nilai guna secara berkelanjutan,” kata Irfan Yusuf setelah meresmikan Gedung Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2025 Asrama Haji Kelas I Banjarmasin di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat.

Ia mengungkapkan Indonesia saat ini memiliki lebih dari 30 asrama haji yang tersebar di berbagai daerah. Namun, baru sekitar 16 asrama yang berfungsi sebagai embarkasi pemberangkatan jamaah, sehingga masih terdapat potensi pemanfaatan aset yang dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.

“Kementerian Haji dan Umrah mewarisi aset asrama haji dengan kondisi yang beragam. Sebagian telah memiliki fasilitas yang memadai, sebagian masih memerlukan penyempurnaan, sedangkan sejumlah bangunan telah berusia cukup lama, sehingga membutuhkan pengelolaan dan pemeliharaan yang berkelanjutan agar tetap memberikan manfaat optimal,” katanya.

Dia menegaskan tantangan pemerintah tidak berhenti pada pembangunan gedung baru, melainkan memastikan seluruh aset yang telah tersedia dimanfaatkan secara maksimal.

Ia menilai pengelolaan yang efektif menjadi kunci agar investasi negara pada sektor pelayanan haji dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Membangun itu bukan hal yang mudah, tetapi merawat dan memaksimalkan penggunaannya jauh lebih sulit. Karena itu, saya berharap Asrama Haji Banjarmasin ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal, sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia juga menyoroti masih adanya bangunan pendukung di sejumlah kompleks asrama haji yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga kondisi tersebut perlu menjadi perhatian seluruh pengelola, karena fasilitas yang tersedia dibangun menggunakan uang rakyat dan uang umat, sehingga harus dikelola secara efektif, produktif, dan akuntabel.

“Semua bangunan ini adalah amanah. Dibangun menggunakan uang rakyat dan uang umat. Jangan sampai sudah dibangun, tetapi tidak digunakan. Kita harus berpikir keras agar seluruh aset ini memberikan manfaat yang maksimal,” ujarnya.

Menhaj Irfan menegaskan optimalisasi pemanfaatan aset asrama haji merupakan bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah memperkuat tata kelola penyelenggaraan ibadah haji serta memastikan setiap aset yang telah dibangun melalui pembiayaan negara mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan dan dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (*)

Tags : haji, ibadah haji, asrama haji, manasik haji, islam,