Bisnis   2026/09/24 9:51 WIB

Astra Agro Manfaatkan Limbah Sawit di Tiga Fasilitas PT Eka Dura Indonesia, PT Tunggal Perkasa Plantations dan PT Kimia Tirta Utama

Astra Agro Manfaatkan Limbah Sawit di Tiga Fasilitas PT Eka Dura Indonesia, PT Tunggal Perkasa Plantations dan PT Kimia Tirta Utama

JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk memanfaatkan sekitar 8,01 juta normal meter kubik (Nm3) biogas yang dihasilkan dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) hingga semester I 2026.

Anak usaha PT Astra International Tbk yang bergerak di sektor pertanian dan perkebunan kelapa sawit tersebut memanfaatkan biogas melalui tiga fasilitas penangkapan metana yang beroperasi di Provinsi Riau.

Ketiga fasilitas tersebut berada di PT Eka Dura Indonesia, PT Tunggal Perkasa Plantations, dan PT Kimia Tirta Utama.

Direktur Astra Agro Lestari Tingning Sukowignjo mengatakan perusahaan menggunakan teknologi methane capture untuk menangkap gas metana dari limbah cair hasil pengolahan kelapa sawit.

Gas yang diperoleh kemudian dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi.

"Jadi intinya adalah mentransformasi atau mengubah emisi itu menjadi sumber energi terbarukan," kata Tingning dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu.

Hingga enam bulan pertama 2026, pemanfaatan biogas dari tiga fasilitas tersebut mencapai sekitar 8,01 juta Nm3.

Penggunaan biogas itu disebut berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 39.573 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e).

"Dengan methane capture ini kita punya dua manfaat, kita bisa menurunkan emisi dan meningkatkan efisiensi energinya juga," ujar Tingning.

Dalam proses pengolahan, POME dialirkan menuju fasilitas biogas untuk menangkap kandungan gas metana.

Gas yang telah ditangkap selanjutnya digunakan kembali sebagai sumber energi untuk mendukung operasional pabrik.

Berdasarkan materi paparan perusahaan, biogas tersebut memiliki kandungan metana sekitar 55 persen.

Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar boiler untuk menggantikan sebagian penggunaan cangkang inti sawit.

Pemanfaatan limbah cair menjadi sumber energi juga menjadi bagian dari pengembangan bioenergi berbasis sumber daya domestik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi pemanfaatan biogas nasional mencapai 103,2 juta meter kubik sepanjang 2025.

Dalam Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Tahun 2025, pemerintah mencatat lebih dari 75 persen pemanfaatan biogas nasional berasal dari penggunaan langsung atau nonlistrik di sektor industri.

Pada 2025, sebanyak 32 pabrik kelapa sawit tercatat memanfaatkan biogas secara langsung untuk kebutuhan nonlistrik dengan volume sekitar 71 juta meter kubik per tahun.

Pemerintah juga menempatkan POME, limbah ternak, dan limbah organik rumah tangga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan biogas.

Kementerian ESDM menilai pengembangan biometana memiliki peran dalam pengurangan emisi metana sekaligus menyediakan sumber energi rendah karbon yang dapat menggantikan sebagian penggunaan energi fosil.

Upaya pengembangan energi berbasis limbah tersebut berjalan seiring dengan kinerja lingkungan Astra Agro Lestari.

Perusahaan mencatat penurunan emisi cakupan 1 dan 2 sebesar 35,69 persen pada 2025 dibandingkan tahun dasar 2019.

Pada tahun yang sama, penggunaan energi terbarukan Astra Agro mencapai 92,3 persen. Sementara pemanfaatan limbah padat tercatat 100 persen.

"Bagi kami, kinerja dan transformasi harus berjalan bersama. Peningkatan produktivitas, efisiensi sumber daya, pengembangan sumber daya manusia, serta pengelolaan lingkungan merupakan pondasi untuk keberlanjutan bisnis," ucap Tingning.

Di sisi kebijakan, pemerintah pada 2026 juga memperkuat tata kelola pemanfaatan kelapa sawit untuk bioenergi melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2026 tentang Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) terhadap Usaha Bioenergi Kelapa Sawit.

Regulasi tersebut diarahkan untuk memastikan kegiatan bioenergi berbasis kelapa sawit memenuhi prinsip keberlanjutan dan standar yang terukur serta mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

Dari sisi kinerja keuangan, Astra Agro Lestari membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,10 triliun pada semester I 2026.

Angka tersebut meningkat 56,5 persen dibandingkan laba bersih sebesar Rp702 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bersih perseroan mencapai Rp15,26 triliun, tumbuh 5,6 persen dibandingkan Rp14,45 triliun pada semester I 2025. Laba per saham juga meningkat dari Rp365 menjadi Rp571 per saham.

Sementara itu, produksi minyak sawit mentah (CPO) pada semester I 2026 tercatat 588 ribu ton, turun 2,1 persen dibandingkan 601 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi penjualan, volume CPO dan produk turunannya mencapai 898 ribu ton. Angka tersebut naik 1,7 persen dibandingkan 883 ribu ton pada semester I 2025.

Kinerja tersebut menunjukkan perusahaan tidak hanya mengandalkan peningkatan produksi, tetapi juga mengembangkan efisiensi energi dan pemanfaatan limbah sebagai bagian dari operasional perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. (rilis)

Tags : Astra Agro Lestari, limbah Sawit, Manfaatkan Limbah Sawit, Tiga Fasilitas Astra Agro, PT Eka Dura Indonesia, PT Tunggal Perkasa Plantations dan PT Kimia Tirta Utama,