Headline Internasional   2020/11/09 18:7 WIB

Bagaimana Strategi Joe Biden Menangani Isu Kontroversial dan Pandemi Corona?

Bagaimana Strategi Joe Biden Menangani Isu Kontroversial dan Pandemi Corona?
Joe Biden

INTERNASIONAL - Ketika Joe Biden resmi mengumumkan bahwa ia akan ikut serta dalam pemilihan presiden AS 2020, Ia menegaskan bahwa ia berpegang pada dua hal: kelompok pekerja yang 'membangun negeri' itu dan nilai-nilai yang dapat menjembatani perbedaan.

Ketika AS tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pandemi virus corona hingga ketidakadilan rasial, Biden menawarkan untuk membangun kesempatan ekonomi yang baru untuk kelompok pekerja, mengembalikan perlindungan lingkungan dan hak layanan kesehatan, serta aliansi internasional.Berikut adalah delapan isu utama yang menjadi fokus presiden terpilih.

Virus corona: Program tes Covid dan pelacakan kontak

Pendekatan Biden dalam menangani wabah Covid-19, tantangan di depan mata dan yang paling mendesak bagi AS, adalah menyediakan tes gratis bagi semua warga dan merekrut 100.000 orang untuk mempersiapkan program pelacakan kontak secara nasional. Biden mengatakan ia ingin membangun setidaknya 10 pusat pengetesan di tiap negara bagian, meminta tiap lembaga federal untuk mengerahkan sumber dayanya, dan memberikan panduan nasional yang lebih tegas dengan meminta pendapat para pakar. Biden menyatakan semua gubernur harus mewajibkan penggunaan masker.

Dalam pidato pertamanya setelah dinyatakan memenangi pemilu pada Minggu (08/11), Biden mengatakan, "Pada hari Senin, saya akan menunjuk sekelompok ilmuwan dan ahli terkemuka sebagai penasihat transisi untuk membantu mengambil rencana Biden-Harris dalam menangani Covid dan akan menjadikannya sebagai panduan yang akan dimulai pada 20 Januari 2021."

Isu ras: Reformasi peradilan pidana, hibah untuk komunitas minoritas

Menanggapi aksi unjuk rasa isu rasial di AS tahun ini, Biden menyatakan ia percaya rasisme memang terjadi di negara itu dan harus ditangani melalui program ekonomi dan sosial yang menyeluruh untuk mendukung kelompok minoritas. Pilar dari program "membangun kembali" yang diajukan Biden adalah menciptakan sokongan usaha bagi kelompok minoritas melalui dana investasi US$30 miliar.

Dalam hal peradilan pidana, Biden telah berubah dari posisi "keras terhadap kejahatan" yang banyak dikritik pada tahun 1990-an. Kini Biden mengusulkan kebijakan untuk mengurangi penahanan, mengatasi perbedaan ras, gender, dan pendapatan dalam sistem peradilan, serta merehabilitasi tahanan yang dibebaskan.  Biden akan mengadakan program hibah senilai US$20 miliar untuk memberi insentif kepada semua negara bagian agar berinvestasi dalam upaya pengurangan penahanan, menghapus hukuman minimum wajib, mendekriminalisasi ganja dan menghapus hukuman kasus ganja, serta mengakhiri hukuman mati.

Namun, Biden menolak seruan untuk memangkas anggaran kepolisian. Ia mengatakan seharusnya yang dilakukan adalah penganggaran berdasarkan pemenuhan standar kinerja. Biden berpendapat bahwa sejumlah dana untuk polisi harus dialihkan ke layanan sosial seperti kesehatan mental, dan ia mengusulkan investasi US$300 juta ke dalam program kepolisian komunitas.

Imigrasi: Batalkan Kebijakan Trump

Dalam 100 hari pertamanya menjabat presiden, Biden berjanji akan mengubah kebijakan-kebijakan Trump yang memisahkan para orangtua dari anak-anak mereka di perbatasan AS dengan Meksiko, mencabut batasan jumlah permohonan suaka serta mengakhiri larangan perjalanan dari beberapa negara yang penduduknya mayoritas Muslim. Joe Biden juga berjanji untuk melindungi orang-orang yang dibawa secara ilegal ke AS saat masih anak-anak dan diizinkan untuk tinggal di bawah kebijakan era Obama - serta memastikan mereka berhak mendapat bantuan mahasiswa.

Politik Luar Negeri: Memperbaiki reputasi Amerika dan menghadapi China

Biden menyatakan bahwa sebagai presiden, dirinya akan fokus pada topik-topik nasional terlebih dahulu. Meskipun demikian, tidak berarti nilai-nilai Biden tentang kebijakan luar negeri telah bergeser dari multilateralisme dan keterlibatan di panggung dunia, yang berlawanan dengan kebijakan isolasionis Trump. Biden juga berjanji untuk memperbaiki hubungan dengan sekutu-sekutu AS, terutama dengan aliansi NATO, yang berulang kali diancam akan dipangkas dananya oleh Trump.

Mantan wakil presiden ini juga mengatakan China harus dimintai pertanggungjawaban atas praktik-praktik perdagangan yang tidak adil. Namun alih-alih memberlakukan tarif sepihak, Biden mengusulkan koalisi internasional dengan negara-negara demokrasi lain yang "tidak dapat diabaikan" oleh China. Meskipun tak jelas, apa makna pernyataan tersebut.

Perubahan iklim: Bergabung kembali dengan kesepakatan global

Biden menyebut perubahan iklim sebagai ancaman nyata, dan mengatakan ia akan mengerahkan seluruh dunia untuk bertindak lebih cepat dalam mengendalikan emisi dengan bergabung kembali dengan Kesepakatan Iklim Paris. Perjanjian tersebut, yang ditarik oleh Donald Trump, membuat AS berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 28% pada tahun 2025, berdasarkan level tahun 2005.

Meskipun ia tidak ikut dalam Green New Deal - paket kebijakan iklim dan lapangan pekerjaan yang diajukan oleh sayap kiri partainya - Biden mengusulkan investasi federal senilai US$1,7 triliun dalam penelitian teknologi hijau, beberapa di antaranya tumpang tindih dengan pendanaan dalam rencana ekonominya, untuk dibelanjakan selama 10 tahun ke depan.

Sang kandidat Demokrat berhasil mengendalikan kecenderungannya untuk salah omong.
REUTERS

Biden juga meanargetkan AS mencapai nol emisi pada 2050 - komitmen yang dibuat oleh lebih dari 60 negara lain tahun lalu. China dan India, dua penghasil emisi karbon terbesar lainnya, belum ikut dalam perjanjian ini. Investasi tersebut sesuai dengan rencana ekonominya untuk menciptakan lapangan kerja dalam pembuatan produk "energi hijau".

Kesehatan: Melanjutkan Obamacare

Biden menyatakan ia ingin melanjutkan skema asuransi kesehatan publik pada masa ia menjadi wakil Presiden Barack Obama, dan berencana mengasuransikan sekitar 97% orang Amerika. Biden juga berjanji untuk memberikan pilihan bagi semua warga Amerika untuk mendaftar dalam opsi asuransi kesehatan publik yang mirip dengan Medicare, yang memberikan tunjangan medis kepada lansia serta menurunkan usia kelayakan untuk Medicare dari 65 menjadi 60 tahun. Diperkirakan rencana Biden ini akan menelan biaya US$2,25 triliun selama 10 tahun.

Pekerjaan dan isu ekonomi: Menaikkan upah minimum dan investasi pada program energi hijau

Untuk mengatasi dampak langsung krisis virus corona, Biden berjanji untuk menggelontorkan "berapa pun yang diperlukan" untuk memberikan pinjaman kepada usaha kecil dan meningkatkan pemberian uang tunai langsung kepada sejumlah keluarga. Di antara usulan bantuan terdapat tambahan US$200 dalam bentuk pembayaran Jaminan Sosial per bulan, membatalkan pemotongan pajak era Trump, dan 'pemutihan' utang mahasiswa sebesar US$10.000.

Kebijakan ekonomi Biden yang lebih luas, bertajuk "Membangun Kembali Lebih Baik" (Build Back Better), bertujuan untuk melayani dua kelompok pemilih yang secara tradisional mendukung Demokrat - kaum muda dan pekerja kerah biru. Ia mendukung kenaikan upah minimum federal menjadi US$15 per jam - standar yang populer di kalangan anak muda. Biden juga merencanakan investasi US$2 triliun dalam program energi hijau, dengan alasan bahwa mendorong manufaktur ramah lingkungan dapat membantu pekerja yang melakukan sebagian besar pekerjaan tersebut. Ada pula ikrar untuk mengucurkan dana federal sebesar US$400 miliar untuk membeli barang-barang buatan AS, serta komitmen untuk menegakkan undang-undang 'Membeli Produk AS' dalam proyek baru di bidang transportasi.

Biden sebelumnya dikritik karena mendukung Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (Nafta), yang dinilai sejumlah kalangan melepas lapangan pekerjaan ke luar negeri. Rencana 2020 Biden menyerukan agar pemerintah federal berinvestasi sebesar US$300 miliar pada bahan-bahan, layanan, riset, dan teknologi buatan AS.
Pendidikan: Pra-sekolah universal, perluasan perguruan tinggi gratis Biden mendukung sejumlah besar kebijakan pendidikan yang jadi populer dalam internal partai - pengampunan utang mahasiswa, perluasan perguruan tinggi bebas biaya kuliah, dan akses universal tingkat prasekolah. Ini akan dibayar menggunakan dana yang diperoleh kembali dari penarikan pemotongan pajak era Trump.

Joe Biden akan bentuk gugus tugas virus corona, cabut larangan masuk warga sejumlah negara Muslim

Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden mengatakan ia akan mulai membentuk gugus tugas antivirus corona dan menyatakan mengatasi pandemi adalah prioritas utamanya. Sementara itu Donald Trump masih menolak mengakui kekalahannya dan mengunggah serangkaian cuitan dan mengklaim bahwa suaranya dicuri, tanpa memberikan bukti, hanya menyebut suara lewat pos seperti Philadelphia di Pennsylvania. Kemenangan suara elektoral di negara bagian inilah yang memastikan proyeksi kemenangan Biden.

Biden juga dilaporkan akan mempersiapkan serangkaian langkah yang akan diterapkan begitu dia dilantik pada Januari mendatang. Sejumlah langkah itu termasuk memberitahukan kepada PBB bahwa Amerika akan bergabung kembali dengan upaya mengatasi perubahan iklim, mencabut langkah Presiden Trump menarik diri dari perjanjian Paris.

Selain itu, Biden dilaporkan akan mencabut larangan masuk dari sejumlah negara Muslim, yang diterapkan pemerintah Trump. Dari kubu Trump di Partai Republik sebagian besar tak berkomentar namun satu laporan di media AS menyebut, penasehatnya dan juga menantu, Jared Kushner dilaporkan membujuknya untuk mengaku kalah. Tim legal Trump akan memulai upaya legal Senin (09/11) atas hasil suara elektoral sejauh ini. Sebelumnya tim legal telah mengajukan gugatan hasil di sejumlah negara bagian, namun beberapa klaim telah ditolak oleh pengadilan.

Menyerukan persatuan dalam pidato kemenangan

Dalam pidato kemenangannya pada Sabtu malam waktu setempat di Delaware, Biden menyerukan persatuan dan meminta para pendukungnya untuk "stop memperlakukan lawan kita sebagai musuh" dalam pidato kemenangan di Wilmington, Delaware pada Sabtu malam waktu setempat. Ia menyerukan dihilangkannya retorika kasar dan saatnya untuk menurunkan suhu politik. Kandidat dari partai Demokrat itu diproyeksikan memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat, mengalahkan Donald Trump, menyusul penghitungan suara yang menegangkan sejak hari pemilihan Selasa (03/11) lalu.

Dalam pidato kemenangan di Chase Center, Wilmington, Biden berkata di hadapan para pendukungnya bahwa ia "merasa terhormat atas keyakinan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya". Sang presiden terpilih bersumpah untuk menjadi presiden "yang berusaha mempersatukan, bukan memecah-belah". Kepada warga Amerika yang tidak memilihnya, Biden mengatakan, "Mari kita saling memberi kesempatan."

Ia juga mengatakan saat sekarang melupakan semua perbedaan. Di bagian lain, Biden mengatakan, "Saatnya untuk membuang retorika. Mari kita turunkan temperatur [politik]. Mari kita kembali bersahabat. Saling mendengarkan". Sebelum Biden naik mimbar, rekan yang mendampinginya dalam pencalonan Kamala Harris - perempuan pertama yang terpilih menjadi wakil presiden - berbicara tentang makna kemenangannya bagi perempuan di Amerika Serikat. "Meskipun saya mungkin perempuan pertama yang memegang jabatan ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir," ujarnya.

Apa kata Biden?

Biden memulai pidatonya dengan menyapa hadirin - khususnya para senator dan keluarganya. "Saudara-saudara, rakyat negeri ini telah bicara. Mereka memberi kita kemenangan yang jelas - kemenangan yang pasti, kemenangan bagi kita, rakyat." Biden menekankan bahwa ia menang dengan jumlah suara terbanyak dalam sejarah pemilihan presiden AS: 74 juta. "Saya merasa terhormat atas keyakinan dan kepercayaan yang kalian berikan kepada saya," Biden melanjutkan.

"Saya bersumpah untuk menjadi presiden yang berusaha mempersatukan, bukan memecah-belah; yang tidak melihat red states dan blue states (pendukung Republik dan Demokrat -red.), hanya melihat United States. Untuk bekerja sepenuh hati untuk mendapatkan kepercayaan dari kalian semua."

Amerika, ia menambahkan, adalah tentang rakyat. "Saya mengincar jabatan ini untuk mengembalikan jiwa Amerika, untuk membangun kembali tulang punggung bangsa ini, kelas menengah, dan untuk membuat Amerika dihormati lagi di seluruh dunia, dan untuk menyatukan kita semua di dalam negeri ini. Ia mengatakan adalah suatu kehormatan besar dalam hidupnya bahwa begitu banyak orang yang telah memilih visi tersebut - yang sekarang telah menjadi "tugas zaman ini".

Secara khusus, ia berterima kasih kepada rakyat Afrika-Amerika untuk mendorong kampanyenya ketika ia tertinggal dalam pemilihan awal. Setelah memuji keluarganya dan keluarga Kamala Harris, Biden memuji koalisi rakyat - bipartisan, muda, tua, urban, rural, beragam ras - yang membantu kampanyenya.

Ia berbicara kepada para pendukung Trump

"Mari beri kesempatan pada satu sama lain," kata Biden. "Ini waktunya membuang retorika keras, menurunkan temperatur, kembali melihat satu sama lain, mendengarkan satu sama lain... stop memperlakukan lawan kita sebagai musuh."

Ia menekankan bahwa "Ini waktu Amerika untuk pulih". "Saya akan bekerja sama kerasnya untuk mereka yang tidak memilih saya sebagaimana untuk mereka yang memilih saya".Biden mengatakan tugas pertamanya ialah mengendalikan pandemi virus corona. "Itu satu-satunya cara kita bisa kembali menjalani kehidupan," ujarnya.

"Pada hari Senin, saya akan membentuk kelompok yang terdiri dari saintis dan pakar sebagai penasihat transisi untuk mengambil rencana Covid Biden-Harris dan mengubahnya menjadi rencana aksi yang akan dimulai pada 20 Januari, 2021," ujarnya. "Rencana itu akan dibangun atas dasar sains yang kuat."

Biden menegaskan bahwa ia akan "berusaha maksimal" untuk menangani pandemi. Setelah sekali lagi menyerukan persatuan dan perdamaian, Biden mengakhiri pidatonya dengan optimisme. "Amerika Serikat. Bapak-bapak dan ibu-ibu, tidak pernah ada hal yang tidak kita coba dan tidak bisa kita lakukan."

Apa kata Kamala Harris?

Dalam pidato pertamanya sebagai wakil presiden terpilih, Kamala Harris mengulang slogan kampanye Biden 2020. "Kita rakyat Amerika punya kekuatan untuk membangun masa depan," ujarnya.

"Kalian mengantarkan hari baru untuk Amerika. Kalian memilih harapan, dan persatuan, kesopanan, sains, dan ya, kebenaran," kata Harris kepada hadirin. "Kalian memilih Joe Biden sebagai presiden berikutnya untuk Amerika Serikat."

Pernyataan itu disambut sorak-sorai dari hadirin. Harris melanjutkan pidatonya dengan memuji sosok Biden dan keluarganya, kemudian mulai berbicara tentang dirinya sendiri dan makna momen ini bagi perempuan. Perempuan pertama yang terpilih sebagai wakil presiden itu berkata ibunya "sangat percaya pada Amerika tempat momen seperti ini mungkin terjadi."

Harris berkata ia memikirkan ibunya - yang membesarkan Harris dan adik perempuannya sebagai orang tua tunggal - dan generasi perempuan kulit hitam, Asia, kulit putih, warga berdarah Latin, dan penduduk asli yang telah "membuka jalan untuk momen malam ini". "Merekalah tulang punggung demokrasi," kata Harris tentang perempuan-perempuan ini yang berjuang untuk amandemen ke-19 pada 100 tahun lalu, hak untuk memilih pada 55 tahun lalu, dan sekarang pada tahun 2020 ketika generasi baru perempuan memberikan suara mereka. Ia memuji Biden atas "keberanian" untuk mendobrak batas dan memilih seorang perempuan sebagai wakil presiden. "Meskipun saya mungkin perempuan pertama yang memegang jabatan ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir," ujarnya.

Seperti dirilis BBC News Biden menang di negara bagian kunci Pennsylvania, yang mengantarkannya ke perolehan suara elektoral sebanyak 273 - melebihi batas minimal 270 yang diperlukan untuk menuju Gedung Putih. Biden dari Partai Demokrat juga dipastikan menang di Nevada, negara dengan enam suara elektoral dan sejauh ini total ia meraih 279 elektoral. Nevada selalu memilih untuk Demokrat sejak 1992, namun mendukung George W Bush dari Partai Republik pada 2000 dan 2004.

Lalu, di mana Trump?

Trump tengah bermain golf saat kemenangan Biden diproyeksikan dan menekankan pemilu belum usai. "Fakta sederhana adalah pemilu masih jauh dari berakhir. Joe Biden belum ditetapkan sebagai pemenang di negara bagian manapun, apalagi di negara bagian yang sangat ketat.." kata Trump dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh tim kampanyenya.

Trump kembali ke Gedung Putih dan sebelum masuk gedung sempat melihat ke arah wartawan tanpa mengatakan apa-apa. Tim kampanye Trump menyatakan calon mereka belum mempunyai rencana untuk mengaku kalah sementara tim legal mengatakan akan mulai bekerja pada Senin (09/11). Hasil ini menunjukkan Trump adalah presiden pertama yang tidak terpilih lagi untuk masa jabatan kedua sejak 1990-an. Biden sendiri mengatakan kini saatnya bagi Amerika untuk "bersatu" dan membuang kemarahan. "Kampanye telah berakhir, saatnya melupakan kemarahan dan retorika kasar dan bersatu sebagai bangsa," katanya.

Dalam cuitannya, Biden mengatakan, "Amerika, saya merasa terhormat, telah memilih saya memimpin negara besar kita". "Kerja di depan kita akan sulit, namun saya berjanji, saya akan menjadi presiden untuk semua warga Amerika - terlepas dari apakah Anda memilih saya atau tidak," tulis Biden pada Sabtu (07/11).

"Saya akan tetap menjaga kepercayaan yang Anda berikan kepada saya."

Kapan Upaya legal dimulai?

Menanggapi hasil ini, anggota tim legal dalam jumpa pers di Philadelphia mengatakan akan memulai proses legal pada hari Senin (09/11). Rudy Giuliani, kuasa hukum dan juga rekan dekat Trump, mengklaim warga Philadelphia, Pennsylvania, yang telah meninggal termasuk yang tercatat memilih tahun ini. Namun sejauh ini tidak ada bukti atas klaim tersebut. "Tidak bisa keunggulan itu hilang tanpa adanya kecurangan," kata Giuliani mengacu pada keunggulan Trump pada awal pemilihan, saat suara melalui pos belum dihitung.

Kemenangan Biden didasarkan pada hasil tidak resmi dari negara-negara bagian yang telah selesai menghitung suara, dan hasil yang telah diperkirakan dari negara-negara bagian seperti Wisconsin, sementara penghitungan suara yang masih berlangsung. Tiga negara bagian lain, Arizona, Nevada dan Georgia, masih belum mengumumkan hasil dan sejauh ini juga menunjukkan keunggulan Biden.

Pemilu diikuti pemilih paling banyak sejak 1900 

Biden meraih lebih dari 73 juta suara sejauh ini, suara paling banyak untuk calon presiden dalam sejarah Amerika. Sementara, Trump memperoleh hampir 70 juta suara, suara kedua terbanyak dalam sejarah. Kemenangan ini menjadikan Biden sebagai presiden AS yang ke-46, dan presiden tertua di Amerika dengan usia yang menginjak 78 tahun. Presiden Trump sebelumnya memperingatkan Biden untuk tidak mengumumkan kemenangan - sehari setelah dia sendiri menyatakan kemenangan, walaupun penghitungan masih pada tahap awal.

Pilihan Joe Biden terhadap Kamala Harris dinilai sebagai salah satu kunci kemenangannya. GETTY IMAGES

Secara keseluruhan, jumlah pemilih yang memberikan suara dalam Pilpres AS merupakan yang tertinggi dalam 120 tahun dengan sekitar 66.9% Kepada para pendukungnya, pada Jumat malam waktu setempat (Sabtu pagi WIB), Biden kembali mengatakan bahwa "jumlah menunjukkan berita yang jelas, kami akan menang pemilihan. "Biden - didampingi Kamala Harris - mengatakan ia berada dalam jalur untuk menang lebih dari 300 suara elektoral dan menyatakan jumlah orang yang memilihnya merupakan rekor dalam sejarah pemilihan presiden AS - lebih dari 74 juta. Biden juga mengatakan warga Amerika memberinya mandat untuk menangani pandemi virus corona, perekonomian, perubahan iklim dan rasisme sistemis. Data kasus positif pada Jumat, menunjukkan kasus baru Covid-19 lebih dari 127.000, rekor baru dalam tiga hari.

Calon dari Partai Demokrat menyebut dirinya calon untuk persatuan setelah pemilihan yang sangat ketat. "Kita bisa saja menjadi oposisi namun kita bukan musuh, kita warga Amerika," kata Biden tanpa menyinggung lawannya dari Partai Republik, Trump.

Namun Trump kembali melontarkan berbagai tuduhan yang tidak ada buktinya dalam serangkaian cuitan, unggahan-unggahan yang mendapatkan peringatan dari Twitter. Empat unggahan disebut Twitter dapat disanggah atau dapat menggiring ke hal yang salah. Cuitan Sabtu (07/11) termasuk klaim Trump bahwa adanya suara ilegal yang tiba pada hari pemilihan di negara bagian seperti Pennsylvania, sehingga menghapus keunggulanya. Keunggulan Jo Biden terjadi di empat negara bagian penting - Pennsylvania, Georgia, Arizona dan Nevada - seiring dengan penghitungan suara lewat pos.

Suara lewat pos baru belakangan dihitung setelah penghitungan suara orang yang memilih langsung ke TPS. Perkembangan penghitungan seperti ini telah diperkirakan oleh para analis menjelang pemilu, dan bahwa banyak yang memberikan suara melalui pos adalah pendukung Demokrat. Trump sendiri tidak memberikan bukti apapun terkait tuduhan lewat Twitter.

Penjagaan diperketat

Dinas keamanan AS meningkatkan keamanan terhadap Joe Biden termasuk menetapkan pembatasan penerbangan di atas kediaman Joe Biden di Wilmington, Delaware. Pembatasan penerbangan sementara, Temporary Flight Restriction (TFR) ditetapkan di seputar kediaman Biden, atas permintaan Dinas Rahasia. Pada tanggal 4 November, radius pembatasan diperluas menjadi hampir lima kilometer sampai paling tidak 11 November. Mereka yang melanggar dapat menghadapi penjara maksimal 12 bulan dan denda US$100.000 (Rp1,4 miliar). Pembatasan penerbangan ini merupakan prosedur yang biasa dilakukan untuk tokoh politik penting. Namun, rincian keamanan untuk presiden terpiih akan jauh lebih besar skalanya. (*)

Tags : Joe Biden, Strategi Menangani Isu Kontroversial, Pandemi Corona,