REZEKI berupa harta dan kenikmatan dunia tidak selalu menjadi tanda seseorang disukai Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Allah SWT dapat memberikan dunia kepada orang yang disukai maupun yang tidak disukai-Nya, sedangkan iman diberikan kepada orang yang disukai-Nya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak ‘ala Shahihain dijelaskan bahwa Allah SWT memberi rezeki kepada orang yang disukai dan tidak disukai-Nya.
Tapi Allah SWT tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang disukai-Nya.
Sufyan Ats-Tsauri dari Zabid dari Murrah dari Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah membagi-bagi di antara kalian akhlak-akhlak kalian, sebagaimana Dia membagi-bagi rezeki kalian di antara kalian. Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada orang yang disukai-Nya dan yang tidak disukai-Nya, tapi Dia tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang disukai-Nya." (HR Imam Al-Hakim)
Hadits serupa dengan redaksi sedikit berbeda juga diriwayatkan Imam Al-Hakim.
Sufyan Ats-Tsauri dari Zubaid dari Murrah dari Abdullah bin Mas'ud berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah membagi-bagi di antara kalian akhlak kalian, sebagaimana Dia membagi-bagi rezeki kalian di antara kalian. Sesungguhnya Allah memberi dunia kepada orang yang disukai-Nya dan yang tidak disukai-Nya, tapi Dia tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang disukai-Nya. Apabila Allah menyukai seorang hamba maka Dia akan memberikan keimanan kepadanya." (HR Imam Al-Hakim)
Dari dua hadits di atas, dapat dipahami bahwa Allah SWT hanya memberikan iman kepada orang yang disukai oleh-Nya.
Sementara, rezeki berupa harta atau dunia, Allah berikan kepada orang yang disukai-Nya dan yang tidak disukai-Nya.
Hadits tersebut mengingatkan bahwa banyaknya rezeki dunia tidak dapat dijadikan ukuran kecintaan Allah SWT kepada seseorang.
Sebaliknya, iman merupakan karunia yang sangat berharga karena diberikan kepada hamba yang disukai-Nya.
Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak hanya mengejar kelimpahan dunia, tetapi juga senantiasa menjaga dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
Tags : rezeki, keutamaan rezeki, islam, alquran, Allah ,