Headline Artikel   2026/07/13 9:31 WIB

Belantara Foundation Perkuat Perhutanan Sosial untuk Dorong Ekonomi Desa Berkelanjutan

Belantara Foundation Perkuat Perhutanan Sosial untuk Dorong Ekonomi Desa Berkelanjutan

BELANTARA FONDATION terus memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program perhutanan sosial.

Pada 6-7 Juli 2026, organisasi tersebut menyerahkan bantuan berupa alat dan modal usaha kepada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di lima desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Lima desa penerima bantuan tersebut yakni Desa Sungai Bela, Desa Concong Dalam, Desa Concong Tengah, Desa Kampung Baru, dan Desa Panglima Raja.

Bantuan disalurkan berdasarkan hasil asesmen potensi ekonomi yang sebelumnya dilakukan Belantara Foundation di wilayah-wilayah yang didominasi ekosistem mangrove tersebut.

Setiap kelompok menerima dukungan sesuai potensi usaha yang dikembangkan. KUPS Pakan Makmur di Desa Sungai Bela memperoleh bantuan untuk pengembangan usaha kerupuk udang, sedangkan KUPS Bina Keluarga di Desa Panglima Raja menerima bantuan bagi pengembangan usaha kerupuk amplang.

Selain itu, KUPS Kepiting Alam Berkah di Desa Concong Dalam dan KUPS Kepiting Lestari di Desa Concong Tengah mendapatkan bantuan alat dan modal usaha untuk pengembangan budi daya kepiting (ketam).

Sementara itu, KUPS Nipah Pesisir di Desa Kampung Baru menerima dukungan bagi pengembangan usaha pucuk dan lidi nipah.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola hutan desa secara berkelanjutan.

"Program ini bertujuan untuk membantu pemberdayaan masyarakat agar pada satu saat akan mampu mengelola hutan desa secara berkelanjutan, sekaligus mengurangi laju deforestasi, memulihkan kawasan hutan yang terdegradasi, meningkatkan manfaat jasa ekosistem, serta memperkuat mata pencaharian masyarakat."

Menurut Dolly, program tersebut juga mendorong perlindungan dan pemulihan ekosistem hutan beserta keanekaragaman hayatinya sebagai fondasi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah itu sekaligus mendukung target FOLU Net Sink 2030 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Sejak 2023, Belantara Foundation menjalankan program pengelolaan hutan desa berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap target Perhutanan Sosial pemerintah melalui penguatan tata kelola hutan berbasis masyarakat, khususnya di enam hutan desa di Kabupaten Indragiri Hilir.

Selama sekitar tiga tahun pelaksanaan program, Belantara telah memfasilitasi pengusulan hingga terbitnya Surat Keputusan (SK) Hutan Desa di enam desa, yakni Desa Concong Dalam, Desa Panglima Raja, Desa Kuala Gaung, Desa Kampung Baru, Desa Concong Tengah, dan Desa Sungai Bela dengan total luas kawasan mencapai 10.087 hektare. Saat ini, Belantara juga masih mendampingi proses pengusulan hutan desa baru di Desa Sungai Bela.

Tak hanya itu, Belantara juga memfasilitasi pembentukan enam lembaga pengelola hutan desa yang melibatkan 124 anggota masyarakat, menyusun rencana pengelolaan, meningkatkan kapasitas pengelola hutan desa, hingga membentuk enam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang melibatkan 74 anggota masyarakat.

Bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di enam desa tersebut, Belantara turut menyusun data dasar biodiversitas, sosial, dan ekonomi serta mendukung pengembangan usaha masyarakat melalui KUPS di masing-masing desa.

"Saat ini, program pengelolaan hutan desa berkelanjutan berfokus untuk mendukung target SDGs ke-13 yaitu mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya, target SDGs ke-15 yaitu melindungi, memulihkan, dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem, serta target SDGs ke-17 yaitu menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan," tandas Dolly.

"Kami akan terus mendorong dan mengajak para pihak yang lebih luas lagi, seperti pemerintah, sektor swasta, dan media, untuk bahu-membahu dan berkontribusi pada program pengelolaan hutan desa berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat memperkuat program perhutanan sosial yang sedang digalakkan pemerintah di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau," sambungnya.

Penyuluh Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Mandah, Syamsi Mahdi, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Belantara Foundation bersama berbagai mitra dalam mendukung penguatan program perhutanan sosial di Kabupaten Indragiri Hilir.

"Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mendorong sinergi antara pelestarian kawasan hutan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan," ujar Syamsi.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan hutan yang efektif tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah desa, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, dukungan Belantara dapat memperkuat kapasitas desa dalam menyusun perencanaan pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Concong Tengah, M. Asikin. Menurutnya, pendampingan Belantara menjadi peluang bagi desa untuk meningkatkan kapasitas dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Senada dengan itu, Kepala Desa Sungai Bela, Erwandi, mengatakan desanya memiliki potensi sumber daya alam yang besar sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan agar memberikan manfaat jangka panjang tanpa mengurangi fungsi ekologis lingkungan.

Sementara itu, Kepala Desa Panglima Raja, H. Haliar, mengucapkan terima kasih atas pendampingan yang diberikan Belantara Foundation kepada LPHD dan KUPS di desanya. Ia berharap potensi wisata mangrove di wilayahnya juga dapat dikembangkan melalui kolaborasi tersebut.

Ketua KUPS Bina Keluarga Desa Panglima Raja, Yusnizar, berharap bantuan yang diterima dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

"Melalui dukungan Belantara, kami berharap dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan juga para anggota KUPS."

Hal senada disampaikan Ketua KUPS Nipah Pesisir, Zuraida. Menurutnya, pendampingan Belantara tidak hanya memperkuat kapasitas kelompok perempuan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

Pendampingan dari Belantara bukan hanya memberikan penguatan kelompok ibu-ibu, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan usaha yang lestari. (rilis)

Tags : belantara foundation, perhutanan sosial, perkuat perhutanan sosial, perhutanan sosial untuk dorong ekonomi desa berkelanjutan,