PEKANBARU - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Pekanbaru Marpoyan Damai Tangkerang Tengah 5 sejak 25 April 2026.
"Operasional SPPG dihentikan sementara."
“Kami dari BGN melalui Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan memberhentikan sementara dapur di SPPG tersebut karena berdasarkan laporan masyarakat dan hasil pengecekan langsung di lapangan,” kata Koordinator BGN Provinsi Riau, Achmad Wardana, Minggu (26/4).
Penghentian ini dilakukan setelah ditemukan permasalahan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai belum memenuhi standar.
Achmad Wardana mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan peninjauan langsung di lapangan.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa IPAL di SPPG tersebut belum sesuai standar, sehingga limbah dari aktivitas dapur berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
“Memang betul IPAL di SPPG tersebut belum memenuhi standar, sehingga limbah yang dihasilkan dari dapur itu mencemari lingkungan,” jelasnya.
Atas temuan tersebut, BGN melalui Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan mengeluarkan surat penghentian operasional sementara guna dilakukan evaluasi menyeluruh. IlmuPerairan & Kelautan
“Kami mengeluarkan surat untuk stop sementara agar dilakukan evaluasi. Nanti jika sudah siap dengan segala perbaikannya, SPPG tersebut bisa mengajukan kembali untuk beroperasi,” tambahnya.
Wardana menegaskan, penghentian ini juga menjadi peringatan bagi pengelola. Jika pelanggaran serupa terjadi berulang, sanksi lebih berat bisa dijatuhkan.
“Ini menjadi peringatan pertama. Apabila hal yang sama terjadi sampai tiga kali, ada kemungkinan SPPG tersebut bisa diberhentikan permanen,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap fasilitas IPAL, karena pengelolaan limbah menjadi perhatian serius.
“IPAL ini menjadi concern bagi pusat, jangan sampai limbah yang dihasilkan mencemari lingkungan,” katanya.
Wardana mengungkapkan, kasus serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Riau. “Untuk Riau memang sudah banyak yang dihentikan sementara, terakhir ada sekitar sembilan dapur. Di Pekanbaru sendiri ada dua sampai tiga SPPG yang juga dihentikan,” ungkapnya. (rp.ind/*)
Tags : makaan berizi gratis, mbg, bgn, pekanbaru, News Kota ,