PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis pembaruan kondisi titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera.
"Ada 5 hotspot yang muncul dan terpantau di Riau."
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera pada Minggu (5/7/2026) sore mencapai 118 titik," ujar Bella Rizky Adelia, Minggu (5/7).
Menurutnya, ada terpantau sebanyak 118 hotspot yang tersebar di sejumlah provinsi, dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak.
Sementara itu, Provinsi Riau tercatat memiliki lima titik panas yang tersebar di tiga daerah.
Meski jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan provinsi lain, keberadaan hotspot tetap menjadi indikator yang perlu diwaspadai sebagai potensi awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit, sebaran hotspot di Sumatera didominasi oleh Sumatera Selatan.
Berdasarkan data BMKG, rincian sebaran hotspot di Pulau Sumatera meliputi Sumatera Selatan 60 titik, Jambi 15 titik, Bangka Belitung 12 titik, Lampung 11 titik, Bengkulu 6 titik, Sumatera Barat 6 titik, Riau 5 titik dan Aceh 3 titik.
Khusus di Riau, lima hotspot tersebut tersebar di tiga kabupaten/kota, yakni Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kota Dumai 1 titik dan Kabupaten Rokan Hilir 1 titik.
Data hotspot dari BMKG menjadi salah satu indikator penting dalam upaya deteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan.
Meski kemunculan hotspot belum tentu menunjukkan adanya kebakaran, pemantauan secara berkelanjutan diperlukan agar langkah antisipasi dapat dilakukan sedini mungkin.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait biasanya meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas, terutama saat memasuki periode cuaca kering yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla. (*)
Tags : badan meteorologi klimatologi geofisika, bmkg, 118 hotspot di sumatera, lima titik panas di riau,