News Kota   2026/10/18 16:20 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Asap Masih Kepung Pekanbaru yang Tidak Ditemukan Titik Hotspot

BMKG Ungkap Penyebab Asap Masih Kepung Pekanbaru yang Tidak Ditemukan Titik Hotspot

PEKANBARU – Provinsi Riau tidak mencatat titik panas atau hotspot berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu 18 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.

"Kabut asap karhutla masih kepung Pekanbaru."

“Berdasarkan pantauan hotspot pukul 23.59 WIB, masih terdapat hotspot di wilayah selatan Provinsi Riau. Angin juga masih didominasi dari arah tenggara hingga selatan yang bergerak ke arah barat laut hingga utara. Kondisi ini memungkinkan adanya kiriman asap dari wilayah yang berada di selatan Provinsi Riau,” kata Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Mari Frystine, Minggu (18/10).

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena kabut asap masih berpotensi menyelimuti sejumlah wilayah, khususnya Kota Pekanbaru.

Potensi asap kiriman tersebut dipengaruhi oleh arah angin yang bergerak dari wilayah selatan menuju barat laut hingga utara.

Kondisi ini memungkinkan asap dari wilayah di selatan Riau terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di daerah tersebut.

Mari Frystine, membenarkan potensi masuknya asap kiriman dari wilayah selatan Riau berdasarkan hasil pemantauan hotspot dan arah angin.

Ia menjelaskan, meskipun pembaruan data pada pagi hari menunjukkan tidak adanya hotspot di wilayah Riau, kondisi tersebut tidak serta-merta menjamin udara terbebas dari asap.

Asap yang berasal dari kebakaran di wilayah lain dapat terbawa angin dan mencapai daerah yang tidak memiliki titik panas terdeteksi.

Karena itu, masyarakat di Pekanbaru dan wilayah Riau lainnya diminta tidak mengabaikan kondisi udara, terutama apabila kabut asap masih terlihat tebal dan mengganggu jarak pandang.

BMKG juga mengingatkan bahwa paparan asap dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut.

“Dengan kondisi asap yang masih tebal di wilayah Riau, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan,” imbau Mari.

Ia turut meminta masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” tambahnya.

Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi dari BMKG serta memperhatikan kondisi udara di lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, langkah pencegahan dapat dilakukan meskipun titik panas di wilayah Riau tidak terdeteksi dalam pembaruan data terbaru. (rp.elf/*)

Tags : bmkg ungkap kabut asap, badan meteorologi klimatologi geofisika, bmkg ungkap penyebab kabut asap, kabut asap masih kepung pekanbaru, pekanbaru tidak sitemukan titik hotspot, News Kota ,