Headline Riau   2021/01/10 13:4 WIB

Covid-19: Riau Belum Berlakukan PSBB Khusus, Masih Menunggu 'Arahan Pusat'

Covid-19: Riau Belum Berlakukan PSBB Khusus, Masih Menunggu 'Arahan Pusat'

Angka kasus terkonfirmasi Covid-19 masih cukup tinggi namun Pemprov Riau belum memberlakukan dan menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khusus seperti di Jawa dan Bali.

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution mengatakan hingga kini Pemprov Riau belum bisa mengambil keputusan, apakah melakukan kebijakan sama atau tidak (PSBB, red) seperti di Jawa dan Bali. Namun diakui angka kasus Covid-19 di Riau masih tinggi. Pemprov juga masih mennggu arahan dari Mendagri Soal Penetapan PSBB.

"Pemprov Riau belum bisa mengambil keputusan untuk melakukan PSBB, dan saat ini kita menunggu arahan dari pemerintah pusat, yakni Menteri Dalam Negeri , jadi kita tunggu arahannya terkait PSBB di Provinsi Riau," kata Wagubri Edy Natar Nasution pada media Kamis (7/1) kemarin.

Rapat Koordinasi (Rakor) bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah dilakukan, Wagubri menyampaikan jika Presiden memang punya rencana PSBB tanggal 11 Januari ini di seluruh wilayah Indonesia. "Namun Pemprov Riau belum berani mengambil keputusan secara langsung dengan hanya merujuk pada pernyataan Presiden," katanya.

Pemprov Riau lebih mengedepankan hasil evaluasi dari Kemendagri terhadap kondisi yang terjadi di Riau pada beberapa waktu lalu maupun saat ini. Apalagi sebelumnya pemerintah pusat melalui Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Airlangga Hartarto telah menyampaikan keterangan pers terkait dengan Hasil Rapat Terbatas di Kantor Presiden pada 6 Januari 2021. "Mengenai kebijakan terbaru pemerintah terkait upaya pengendalian Covid-19 melalui pengaturan kembali pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, yang juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang melengkapi dengan penjelasan mengenai rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19," jelasnya.

Diakui Wagubri selama 3 hari belakangan memang terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Riau. "Memang ada kecenderungan peningkatan kasus 3 hari belakangan ini, tapi soal PSBB kita masih coba mengevaluasi," jelasnya.

Pemprov Riau lebih menekankan penerapan 4M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan). "Masalah Covid ini tidak bisa dilakukan 1 bagian saja, percuma PSBB tapi masyarakat tidak mau menerapkan 4M," sebutnya.

Sementara saat ini Riau sudah menyiapkan 790 orang vaksinator yang siap bertugas melakukan vaksinasi di seluruh Riau. Vaksinasi akan dilakukan setelah adanya sertifikat emergency yang dikeluarkan BPOM. Sementara untuk pelatihan vaksinator ini telah dilakukan pada tanggal 14-15 Desember 2020 lalu, dan satu Puskesmas, dilatih satu dokter, satu perawat dan satu bidan. "Sampai saat ini sudah terlatih sebanyak 790 vaksinator yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Petugas ini sudah dilatih pada 14 dan 15 Desember 2020 lalu," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir secara terpisah, Jumat (8/1) kemarin.

Vaksinator yang di targetkan satu Puskesmas ada lima petugas. Selain itu ada penambahan petugas vaksinator, "dimana kita telah menargetkan satu puskesmas itu ada lima petugas vaksinator yang mulai di latih pada 10 Januari 2021 Ini," ungkapnya.

Estimasi sasaran vaksinasi Covid-19 di Provinsi Riau diantaranya yakni untuk tenaga kesehatan sebanyak 36.693 orang, pelayanan publik sebanyak 393.293 orang, masyarakat rentan geospasial dan ekonomi 2.352.853 orang. "Lalu untuk masyarakat umum ada sebanyak 1.463.194 orang. Masyarakat rentan lainnya 653.387 orang," ujarnya juga mengaku telah menyiapkan 236 Puskesmas se-Provinsi Riau untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19.

Selain itu pendukung lainnya juga disiapkan sarana rantai dingin 265 cold chain, 16 kulkas dan 235 cold box untuk memudahkan pendistribusian vaksin Covid-19 yang harus berada di range suhu 2 derajat celcius hingga 8 derajat celcius, jelasnya. (*) 

Tags : Pembatasan Sosial Berskala Besar, Riau Belum Terapkan PSBB khusus, Covid-19,