Headline News   2022/08/14 21:28 WIB

Diprediksi Kuota BBM Bersubsidi Tidak Cukup, 'Jadi Antrean Panjang di SPBU'

Diprediksi Kuota BBM Bersubsidi Tidak Cukup, 'Jadi Antrean Panjang di SPBU'

PEKANBARU - Kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis biosolar diprediksi tidak cukup untuk kebutuhan hingga akhir tahun 2022 mendatang.

"Diprediksi kuota BBM bersubsidi tidak cukup jadi buat antrean panjang di SPBU."

"Kuota yang tersisa dikhawatirkan tidak cukup untuk kebutuhan hingga akhir tahun," diakui Section Head Commrell Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Agustiawan pada media, Sabtu (13/8).

Tetapi Pertamina sudah mengambil langkah pengurangan kuota, namun tetap ada kemungkinan alokasi biosolar di Riau akan habis sebelum akhir tahun 2022.

Sebelumnya sudah mengambil langkah dengan melakukan pengurangan kuota distribusi harian untuk antisipasi jika kuota biosolar hingga akhir tahun tidak akan mencukupi, yakni dari 2.800 liter per hari menjadi 2.400 liter per hari.

Agus juga mengatakan, pada bulan Juni dan Juli 2022, jumlah distribusi biosolar adalah 2.800 liter per hari. Sementara kuota harian yang ditetapkan pemerintah hanya 2.200 liter per hari.

"Kalau kami bertahan diangka 2.800 liter per hari, diperkirakan tidak sampai akhir September 2022 sudah habis. Karenanya, suka tak suka, kami harus lakukan penganturan kembali kuotanya," ungkapnya.

Meski distribusi harian biosolar berjumlah 2.400 liter per hari, Agus melanjutkan, namun jumlah tersebut masih berada di atas angka yang ditetapkan pemerintah. "Walau sekarang diturunkan 2.400 liter per hari, tapi itu sudah di atas yang ditetapkan pemerintah," sebutnya.

"Yang pastinya ini upaya kami yang dilakukan agar kuota yang ditetapkan tersebut bisa bertahan sampai akhir tahun," sambungnya.

Agus tidak menampik terjadinya kelangkaan biosolar di sejumlah SPBU di seluruh Riau, sehingga sering membuat antrean panjang kendaraan pengguna biosolar.

"Terkait kelangkaan biosolar, dari kuota yang ada, kita prediksi kita biosolar hanya bisa bertahan sampai Oktober, karena belum ada penambahan kuota dari pemerintah pusat. Maka dari itu, kami mengatur kembali jumlah distribusi harian," jelasnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah pola pengawasan yang lebih diperketat, bagaiamana agar yang tidak berhak mendapatkan BBM subsidi tidak ikut mengisi BBM jenis biosolar tersebut.

"Pola pengawasan harus lebih ketat lagi. Sehingga BBM subsidi tepat sasaran. Jangan lagi masyarakat dengan kendaraan mewah menggunakan BBM biosolar," ujarnya.

Kelangkaan tersebut dikatakan Agus, kemungkinan juga terjadi karena kenaikan harga Dexlite, yang sebelumnya dihargai Rp13 ribuan per liter, saat ini sudah Rp15 ribuan per liter.

"Akibatnya, kendaraan yang sebelumnya menggunakan BBM non subsidi pindah ke BBM subsidi. Selain itu, kalangan industri juga ikut menggunakan biosolar, padahal ada aturan yang melarang mereka gunakan BBM bersubsidi tersebut," sebutnya. (*)

Tags : Bahan Bakar Minyak, Diprediksi Kuota BBM Bersubsidi Tidak Cukup, Antrean Panjang di SPBU, News,