News   2026/05/08 10:17 WIB

Gabungan Pengemudi Ojek Online Bersyukur Tarif Aplikator Turun Jadi 8 Persen

Gabungan Pengemudi Ojek Online Bersyukur Tarif Aplikator Turun Jadi 8 Persen

JAKARTA - Gabungan pengemudi ojek online (ojol) menggelar syukuran atas diturunkannya tarif potongan aplikator dari 20 persen menjadi 8 persen.

"Jadi, perjuangan teman-teman driver ojek online (ojol) adalah menurunkan tarif potongan 10 persen. Nah, kita kaget ketika kemarin Pak Prabowo mengatakan tidak 10 persen, tapi 8 persen," kata Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, Kamis (7/5).

Sebelumnya, hal ini sudah disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.

Syukuran para pengemodi ojol itu turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu.

Adian Napitupulu mengaku merasa kaget atas keputusan Presiden Prabowo yang awalnya dituntut untuk potongan tarif sebesar 10 persen, tetapi menjadi 8 persen.

Adian menyatakan, para pengemudi ojol sangat senang atas kebijakan pemerintah tersebut. Sebab, selama ini para pengemudi ojol memperjuangkan penurunan tarif potongan aplikator.

"Dalam konteks persentase tersebut, seluruh driver ojol saya lihat senang. Yang dia perjuangkan satu pertempuran sudah dimenangkan," tegasnya.

Di sisi lain, soal munculnya dugaan pembelian saham aplikator oleh negara, ia meminta agar negar tidak menjadi pemain baru.

Ia menekankan, kehadiran negara sangat diperlukan bagi kesejahteraan pekerja, khususnya pengemudi transportasi daring.

"Cukuplah sebatas kepemilikan saham saja. Kenapa? Ada banyak aplikasi yang lain termasuk kayak JogjaKita, ada NuJek, ada Josal, banyak sekali ya," bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang pengemudi ojol, Yudi, memastikan acara syukuran atas pemotongan tarif aplikator hingga 8 persen tidak bersifat politis.

Menurutnya, syukuran tersebut merupakan gerakan normatif dari para pengemudi ojol.

"Ini saya perlu tegaskan tidak ada bersifat politis, tapi memang normatif murni aspirasi kami terkait potongan yang begitu menggila, kalau saya katakan itu menggila, hari demi hari makin besar bahkan sampai 40-50 persen," ujarnya.

Ia mengamini, pemotongan tarif aplikator sebesar 8 persen sudah sesuai dengan harapan para pengemudi ojol.

"Nah terkait dengan potongan 8 persen ini, kami sudah pelajari draf, itu sudah sesuai harapan kami," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menunggu realisasi atas kebijakan tersebut.

Menurutnya, realiasi itu tidak hanya berbentuk Peraturan Presiden (Perpres), tapi juga terdapat aturan turunan berupa Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub).

"Nah terkait untuk realisasi, ini kan baru statement dari Bapak Presiden," pungkasnya. (*)

Tags : gabungan pengemudi ojek online, ojol, tarif aplikator turun, News,