Artikel   2021/10/17 21:24 WIB

Hewan-hewan Termahal di Dunia dari Kucing Hingga Panda Raksasa, yang 'Harganya Mengejutkan'

Hewan-hewan Termahal di Dunia dari Kucing Hingga Panda Raksasa, yang 'Harganya Mengejutkan'

MAKHLUK hidup apa yang paling berharga secara finansial? Jawabannya mungkin mengejutkan, juga mengungkap pengetahuan mengagetkan tentang sifat dan prioritas manusia. 

Bagaimana dengan kucing? Salah satu yang termahal adalah kucing Savannah, tetapi menurut Guinness, kucing terkaya di dunia adalah Blackie. Demikian halnya seekor bebek bernama Big Dave dilelang. Dia adalah bebek jantan jenis Muskovy yang sudah sering kali menang kompetisi di berbagai pertunjukan ternak. Pendeknya, bebek ini istimewa.

"Dia memiliki temperamen yang sangat baik. Dia selalu bersih, dia selalu menjaga dirinya sendiri, dan ketika ikut pameran, dia terlihat senang menjadi pusat perhatian," kata pemiliknya, Graham Hicks.

Orang-orang lain setuju dengan pernyataan ini. Big Dave memiliki "karakter besar", kata Janice Houghton-Wallace, sesama peternak dan sekretaris Klub Kalkun Inggris, dan sepertinya selalu "punya hubungan baik dengan Graham."

Namun Hicks berencana pensiun dari dunia peternakan, maka dia terpaksa menjual Dave, bersama bebek, angsa, dan burungnya yang lain. Rumor beredar, peternak dari luar negeri telah mengincar bebek jantan tersebut untuk mendapatkan keturunannya. Saat lelang dibuka, ada kejutan. Tanpa sepengetahuan Hicks, Houghton-Wallace telah membentuk sebuah sindikasi untuk membeli Dave bersama.

Dia memasukkan tawaran sebesar £900 (Rp17,4 juta), namun tawaran-tawaran lain naik dengan cepat. Setelah Houghton-Wallace memberikan penawaran terakhir, "ruangan seketika menjadi sunyi, dan palu diketuk setelah kesunyian yang terasa seperti selamanya," dia mengingat.

Dia memenangkan Dave, dengan penawaran sebesar £1.500 (Rp29,1 juta) — sebuah rekor baru untuk seekor bebek. Sindikasi yang dibentuknya kemudian mengembalikan Dave kepada Hicks — rencana mereka memang sebetulnya menyatukan kembali pasangan ini sebagai hadiah pensiun. "Kami menangis sambil berpelukan setelah itu," ucap Houghton-Wallace dirilis BBC.

Jadi, apa hewan yang termahal di dunia? Bagaimana kita bisa mendefinisikan istilah ini? Jawabannya lebih kompleks dari yang terlihat. Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, perlu dicatat bahwa mengurutkan makhluk hidup berdasarkan harga mungkin tampak tak berperasaan. Apakah hewan-hewan bisa diberikan nilai ekonomis? Apakah bisa diterima bila kita memberikan harga bagi makhluk yang hidup dan bernapas?

Kenyataannya, hewan selalu menjadi bagian dari ekonomi manusia, dan cara beberapa orang menghargai seekor hewan lebih dari hewan lainnya dapat mengungkap kejujuran yang mengejutkan. Terutama bila kita melihat harga yang mau dibayar seseorang untuk mendapatkan hewan-hewan tersebut.

Harga-harga mengejutkan paling banyak datang dari dunia pertanian dan peternakan, di mana jual-beli binatang adalah hal biasa. Domba, contohnya. Binatang ini adalah hewan ternak paling umum di dunia. Diperkirakan, ada sekitar satu juta domba di dunia, dan kebanyakan tak berharga tak terlalu mahal. Tapi di suatu tempat di Inggris, ada domba unik bernama Double Diamond, yang berharga sangat mahal.

Domba ini tidak memiliki bulu-bulu emas; namun garis keturunannya sangat berharga. Double Diamond adalah seekor domba Taxel, keturunan dari domba yang berasal dari sebuah pulau kecil di daerah lepas pantai Belanda. Di akhir 2020, sebuah konsorsium petani membelinya dengan harga 350 ribu guinea — mata uang tradisional yang dipakai dalam lelang hewan ternak. Jika dikonversi, maka harganya adalah £367.500 (Rp7,1 miliar).

"Jangan salah, itu adalah harga yang gila-gilaan untuk seekor domba," kata salah satu peternak dalam konsorsium yang membelinya. "Kami harus membayar sebanyak itu untuk mendapatkan genetiknya."

Jadi, apakah Double Diamond hewan termahal di dunia? Harganya memang lebih mengalahkan anjing gembala termahal di dunia, Kim seekor border collie, yang dibeli dengan harga £28.455 (Rp552 juta) di Wales pada awal 2021.

Namun beberapa sapi dan banteng harganya bisa jauh lebih tinggi dari Double Diamond. Salah satu yang paling terkenal adalah Missy, seekor sapi Holstein yang dibeli dengan harga US$1,2 juta (Rp16 miliar) pada 2009. Meski dia pun masih kalah dari harga para pejantan.

Pada 2019, seekor banteng Angus bernama SAV America 8018 dijual kepada mantan penasehat administrasi Trump dengan nilai US$1,51 juta (Rp21 miliar). Alasan mengapa harganya begitu mahal? Sperma banteng tersebut yang bernilai tinggi dan bisa dijual.

Seorang wartawan pertanian yang meliput lelang tersebut menggambarkan pengalamannya bertemu langsung dengan SAV America 8018. "Saat saya membuka gerbangnya, dia langsung berjalan ke arah saya, dan mengendus tangan saya. Dia sejinak anjing. Kekuatan dan ukuran tubuhnya sungguh luar biasa. Dia berdiri di atas kakinya yang besar, dengan tulang-tulangnya yang kokoh… seekor banteng yang akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu banteng terhebat."

Harga hewan peliharaan

Namun rekor harga termahal untuk anjing masih jauh lebih tinggi: 10 juta yuan China, untuk seekor anjing mastiff Tibet bernama Big Splash. Dengan kurs saat ini, itu berarti £1,1 juta (Rp21 miliar). Anjing peranakan mastiff telah menjadi semacam simbol status di China beberapa tahun terakhir ini. Namun dengan harga setinggi ini, yang dibayarkan oleh seorang pebisnis batu bara, apakah ini juga sebuah investasi?

Bagaimana dengan kucing? Salah satu yang termahal adalah kucing Savannah, yang harganya bisa mencapai $20 ribu (Rp283 juta) per anak kucing. Menurut Guinness, kucing terkaya di dunia adalah Blackie, yang pada 1988 mewarisi kekayaan senilai £7 juta (Rp135 miliar) setelah pemiliknya, seorang penjual barang-barang antik, meninggal dunia dan memutuskan untuk menghina keluarganya.

Selain itu, ada pula Toby, seekor anjing yang pernah mewarisi lebih banyak kekayaan dari Blackie — US$15 juta (Rp213 miliar) pada 1931 dari pemiliknya Ella Wendel, yang merupakan keturunan terakhir keluarga karya pemilik real estate di New York. Tapi jika definisi kekayaan berdasarkan pendapatan, bintang internet Grumpy Cat — nama aslinya Tardar Sauce — mungkin yang paling mahal di kategori hewan peliharaan.

Beberapa memperkirakan, nilai ekonomi kucing ini sekitar US$100 juta (Rp1,4 triliun) sebelum dia mati. Kucing dari musisi Taylor Swift, Olivia Benson, juga memiliki valuasi serupa.

Nilai hewan balapan

Meski begitu, uang terbanyak yang pernah dikeluarkan untuk hewan, setidaknya menurut Guinness World Records, adalah bagi hewan-hewan pembalap. Jika diukur berdasarkan beratnya, hewan termahal dalam kategori ini adalah seekor burung dara. Merpati paling mahal adalah New Kim, yang terjual kepada seorang pembeli anonim dari China, yang menggunakan nama alias "Super Duper", dengan harga €1,6 juta (Rp26,7 miliar) di akhir 2020. 

Tetapi, tak mengejutkan, kuda balap memiliki harga paling tinggi. Guinness mencatat Seattle Dancer sebagai kuda paling mahal. Dia dibeli di usia 1-2 tahun pada 1985 dengan harga US$13,1 juta (Rp186 miliar).

Sayang, Seattle Dancer tak memiliki karir cemerlang: dia terkena virus dan hanya mampu mengikuti kompetisi sebanyak lima kali. Sejak itu, sejumlah kuda lain dibeli dengan harga lebih mahal: Fusaichi Pegasus, misalnya, dibeli di usia muda dengan harga $64 juta (Rp910 miliar) pada 2000.

Karirnya lebih baik: memenangi enam dari sembilan pacuan, memberikan jutaan dolar untuk pemiliknya, tapi tetap tak memuaskan dalam hal kualitas anak-anaknya. Pada akhir 2020, dia dipensiunkan. Namun bagaimana dengan binatang liar? Apakah mungkin menilai berapa "harga" mereka? Ada satu cara, tapi tentu pengukuran ini berbeda dibandingkan nilai pasar, dan keduanya tidak seharusnya dibandingkan.

Selama satu hingga dua abad belakangan, para ilmuwan telah mencoba memberikan nilai ekonomis kepada ekosistem dengan menghitung "jasa" yang mereka berikan kepada umat manusia. Dari mulai makanan atau sumber daya, hingga keuntungan secara tidak tidak langsung, seperti sekuestrasi karbon, polinasi, atai rekreasi dan turisme.

Nilai total jasa ekosistem biosfer ini diperkirakan mencapai US$145 triliun per tahun (Rp2 kuintiliun). Pada skala lokal, biasanya penghitungan ini dilakukan per seluruh ekosistem — lahan basah, hutan hujan tropis, dan seterusnya. Jadi, nilai median terumbu karang, misalnya, dihitung sekitar US$200 ribu per hektar per tahun. Atau jasa penyerbukan oleh serangga untuk tanaman sekitar US$180-500 miliar per tahun.

Teknik ini jauh dari sempurna. Beberapa pihak menolak menghargai alam berdasarkan jasa spesifik yang mereka berikan, karena dianggap gagal menangkap sifat-sifat tek terukur di alam, seperti kesejahteraan psikologis yang diberikannya. Pendapat lain mengatakan, ekosistem dan makhluk hidup harus dilihat sebagai sesuatu yang tak ternilai harganya.

Tapi cara berpikir ini juga disebut dapat memotivasi manusia untuk melihat ekosistem alami dengan cara yang baru — terutama bagi orang-orang yang hanya berpikir dalam kerangka ekonomi. "Tujuan konsep ini adalah mendorong orang untuk berpikir secara holistik," ujar Alanna Rebelo, seorang peneliti. Dengan begitu, konsep apapun akan bermanfaat, meskipun masih bermasalah. Tujuannya untuk pengelolaan yang lebih baik, tidak hanya bagi generasi sekarang tetapi juga untuk generasi mendatang."

Baru-baru ini, Ralph Chami dari Badan Moneter Internasional (IMF) dan rekan-rekannya membuat daftar yang lebih rinci. Tujuannya, menghitung valuasi masing-masing individu gajah Afrika, dan paus besar di lepas pantai Amerika Selatan.

Megafauna seperti ini memiliki banyak jasa, dari keuntungan ekoturisme hingga keuntungan lain bagi manusia. Yang jelas, baik gajah maupun paus membantu penyerapan karbon, baik dengan tubuh maupun kebiasaan makan mereka. Dengan melihat secara spesifik potensi menangkap karbon dari binatang, di waktu sekarang dan masa depan, Chami dan rekan-rekannya menghitung nilai US$1,8 juta (Rp25,6 triliun) per gajah. Paus juga dihargai sama tinggi.

Chami berkata, memberi harga pada setiap individu berguna karena secara psikologis itu akan mendorong manusia ke arah konservasi. Jika nilai finansial seekor gajah bisa dipakai dalam kampanye konservasi, ini dapat membantu "mengedukasi publik tentang kontribusi gajah pada penangkapan karbon, dan meyakinkan orang untuk memberikan sumber daya mereka pada konservasi spesies dan habitatnya," tulis mereka.

Nilai uang untuk gajah atau paus juga bisa dipakai untuk menentukan denda atau penalti bagi mereka yang memburunya, seperti pemburu gading dan kapal penangkap paus ilegal. Tentu saja, ini bukan berarti gajah dan paus adalah binatang paling "berharga" di alam liar. Maka, bagaimana dengan pencarian kita akan hewan yang paling "mahal"? Jelas sudah, tidak ada jawaban mudah untuk pertanyaan itu.

Walaupun, ada satu binatang yang belum kita sentuh, yang mungkin bisa memuncaki daftar hewan yang paling berharga: panda raksasa. Mereka sudah pasti spesies termahal di kebun binatang, menurut Guinness, namun nilai sejatinya bisa jadi jauh lebih mahal.

Mengapa? Seluruh populasi panda raksasa dimiliki oleh China, dan banyak kebun binatang — terutama di AS — harus membayar biaya sewa untuk menampung mereka, yang bisa mencapai US$1 juta per tahun (Rp14 miliar).

Bila satu ekor panda bisa hidup sampai usia 20-an tahun, maka jumlah totalnya bisa sangat banyak. Jika anak panda lahir, pembayaran satu kali dengan jumlah hingga $600 ribu (Rp8 miliar) harus diserahkan.

Faktor seperti kelangkaan, nilai kultural, investasi konservasi — dan "diplomasi panda" yang membuat sewa mereka membuka percakapan untuk perdagangan dengan China senilai ratusan juta dolar — membuat valuasi panda menjadi jauh lebih tinggi.

Maka, dalam daftar hewan-hewan termahal, ada beberapa individu — panda, gajah, paus, anjing, kucing, dan kuda yang secara kolektif bisa bernilai miliaran dolar. Lalu ada pula Big Dave, si bebek. Dia mungkin bukan hewan termahal, tapi tetap layak masuk ke dalam daftar.

Bagi pemiliknya, Graham Hicks, harga bebek jantan ini mungkin tidak lagi relevan. Seperti yang dikatakannya ketika mengetahui bahwa dirinya dan Dave akan menghabiskan masa pensiun bersama. "Dia telah menjadi sahabat terbaikku," ujarnya. (*)

Tags : Hewan Termahal di Dunia, Hewan Peliharaan, Kucing Hingga Panda Raksasa, Hewan Peliharaan Harganya Mengejutkan,