PEKANBARU, RIAUPAGI.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus mempercepat pembangunan Hotel Riau yang berlokasi di kawasan Slipi, Jakarta Barat.
"Hotel Riau di kawasan Slipi Jakarta dibangun tanpa APBD."
"Saat ini pembangunan fondasi sudah selesai. Nanti akan kita lihat kembali bersama-sama untuk mengetahui progres selanjutnya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, Senin (22/6).
Proyek yang diperkirakan menelan investasi sekitar Rp53 miliar tersebut kini telah menyelesaikan tahap pekerjaan fondasi dan ditargetkan rampung pada 2027.
SF Hariyanto, mengatakan pihaknya akan kembali melakukan peninjauan ke lokasi guna memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, Pemprov Riau terus mendorong percepatan pembangunan agar hotel tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Kita usahakan tahun 2027 sudah bisa selesai," katanya.
Hotel Riau dibangun di atas lahan eks Mess Riau yang berada di kawasan strategis Slipi, Jakarta Barat. Kehadiran hotel ini diharapkan menjadi salah satu ikon baru milik masyarakat Riau di ibu kota.
Bangunan tersebut dirancang sebagai hotel berbintang tiga dengan mengusung ornamen khas Melayu sebagai identitas budaya Provinsi Riau.
Konsep tersebut diharapkan mampu memperkenalkan budaya Melayu kepada masyarakat luas sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu.
Pembangunan Hotel Riau merupakan bagian dari upaya optimalisasi aset daerah yang telah lama direncanakan pemerintah.
Pengembangannya dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), yakni melibatkan pihak ketiga dalam pembangunan dan pengelolaan aset untuk jangka waktu tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui pola tersebut, aset milik daerah diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi daerah.
Selain itu, Hotel Riau juga diproyeksikan menjadi fasilitas penginapan yang representatif bagi masyarakat Riau yang memiliki berbagai keperluan di Jakarta.
"Dengan lokasi yang strategis dan tarif yang terjangkau, kami berharap ke depan hotel ini dapat menjadi pilihan utama bagi warga Riau saat berada di Jakarta," ujar SF Hariyanto.
Pembangunan Hotel Riau secara resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama pada 15 Agustus 2024.
Saat itu, kegiatan tersebut dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Riau Rahman Hadi yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Riau, SF Hariyanto.
Sesuai desain yang telah disiapkan, hotel ini akan dibangun setinggi 16 lantai dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.
Fasilitas tersebut antara lain ballroom berkapasitas sekitar 800 orang, masjid di lantai dua yang dapat digunakan untuk salat berjamaah maupun Salat Jumat, empat ruang pertemuan, kantor Bank Riau Kepri Syariah, serta kolam renang.
Pj Gubernur Riau saat itu, Rahman Hadi, menyatakan kehadiran Hotel Riau di Jakarta diharapkan dapat membantu masyarakat Riau yang memiliki keperluan di ibu kota, termasuk yang menjalani pengobatan.
Bahkan, masyarakat Riau yang datang untuk berobat ke Jakarta direncanakan akan memperoleh tarif khusus sebagai bentuk pelayanan kepada warga daerah.
Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, keberadaan hotel tersebut juga diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan daerah melalui mekanisme bagi hasil dan dividen.
"Kontribusi bagi daerah nanti kita dapat dari bagi hasil dan dividen. Semakin banyak orang yang menginap, maka semakin banyak juga dividen yang didapat," kata Rahman Hadi saat groundbreaking.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal agar dapat memberikan nilai ekonomi bagi pemerintah daerah.
"Kita tentunya berharap lahan-lahan yang belum termanfaatkan bisa dimanfaatkan dengan baik seperti pembangunan Hotel Riau ini. Optimalisasi barang milik daerah yang memiliki potensi besar untuk peningkatan pendapatan harus dikelola secara maksimal," ujarnya.
Sekdaprov Riau SF Hariyanto sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan Hotel Riau tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, proyek tersebut sepenuhnya dibiayai investor melalui pola kerja sama sehingga tidak membebani keuangan daerah.
"Saya membangun Hotel Riau di Jakarta ini tanpa APBD satu rupiah pun karena yang membangun adalah investor. Nantinya pemerintah daerah akan memperoleh bagi hasil tahunan dan dividen," tegasnya.
Rencana pembangunan hotel ini sendiri telah digagas sejak tahun 2010 dan kini mulai diwujudkan sebagai bagian dari strategi pengembangan aset daerah yang produktif.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Riau, Karmila Sari, juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan hotel di kawasan eks Wisma Slipi, Jakarta.
Menurutnya, keberadaan hotel tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah selama pengelolaannya dilakukan secara profesional.
Kala itu, Karmila berharap hotel lebih difokuskan sebagai sarana penginapan yang dapat dimanfaatkan masyarakat Riau ketika berada di Jakarta. (*)
Tags : Hotel Riau, Jakarta, hotel riau Dibangun Tanpa APBD, Hotel Riau Bisa Jadi Sumber PAD ,