Riau   2026/09/19 12:53 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang Mengguyur 6 Daerah di Riau, Buat Kabut Asap Karhutla Hilang Seketika

Hujan Deras dan Angin Kencang Mengguyur 6 Daerah di Riau, Buat Kabut Asap Karhutla Hilang Seketika

PEKANBARU - Hujan deras yang disertai angin kencang akhir­nya mengguyur Kota Pekanbaru, Jumat 18 September 2026 malam membuat kabut asap karhutla hilang.

Selain Kota Bertuah, lima daerah lainnya yakni Siak, Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu (Rohul), dan Indragiri Hilir (Inhil) juga diguyur hujan meski tidak lebat.

Forecaster on Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Sanya Gautami menjelaskan, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di sejumlah daerah. 

“hujan yang terjadi di beberapa daerah termasuk Pekanbaru merupakan hujan alami yang diperkuat dengan OMC (operasi modifikasi cuaca),” sebutnya.

“Kalau dilihat dari model numerik cuacanya, tiga hari ke depan masih ada potensi (hujan, red) tapi yang besar hari ini (kemarin, red)” tambahnya.

Di Pekanbaru, guyuran hujan cukup deras dan disertai suara petir yang terdengar di sejumlah wilayah terjadi sekitar mulai pukul 21.15 WIB.

Turunnya hujan disambut baik masyarakat. Selain memberikan kesejukan setelah kondisi cuaca yang panas dan kering, hujan juga diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti kota bertuah.

Dahrul Rangkuti, salah seorang aktivis [Eka Nusa] mengatakan, hujan yang turun ini menjadi kabar baik bagi masyarakat.

Ia berharap hujan dapat membantu membersihkan udara dari asap.

“Alhamdulillah, akhirnya hujan turun juga. Sudah cukup lama tidak turun hujan. Mudah-mudahan hujan ini bisa mengurangi asap dan membuat kualitas udara kembali normal,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi udara yang sebelumnya dipengaruhi asap membuat masyarakat berharap adanya hujan untuk membantu memperbaiki kualitas udara.

“Semoga setelah hujan ini udara lebih bersih dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman,” katanya.

Di Siak hujan turun pada pukul 15.38 WIB. Hujannya deras dan durasinya cukup lama yakni hampir 2 jam.

“Alhamdulillah hujan turun, terasa lebih dingin, dan asap semakin menipis,” ujar Ramzi, salah seorang warga Siak yang ditemui Riau Pos, kemarin.

Di Kampar hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Kota Bangkinang, Jumat (18/9) malam.

Hujan yang turun di Bangkinang mendapat respons positif dari masyarakat, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang tercatat kurang baik.

Warga Bangkinang, Bahktiar berharap hujan tersebut dapat membantu membersihkan udara dan mengurangi kabut asap.

“Mudah-mudahan hujan yang turun ini membuat kualitas udara menjadi lebih sehat dan menghilangkan kabut asap,” harapnya.

Hujan juga sempat mengguyur Tembilahan, Jumat (18/9) petang. Namun, guyuran hujan yang berlangsung singkat itu belum membuat kualitas udara membaik.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih berada di angka 145 atau masuk kategori tidak sehat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil R Arliansyah mengatakan, kondisi kualitas udara masih perlu menjadi perhatian. Terlebih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Inhil.

Menurutnya, hujan yang turun di Tembilahan belum berlangsung cukup lama untuk memberikan dampak signifikan terhadap kondisi udara.

“Kondisi udara masih harus kita waspadai. Masyarakat tetap memperhatikan kondisi udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan jika diperlukan,” ujarnya.

Di Rohul, sejumlah wilayah diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sejak Kamis (17/9) hingga Jumat (18/9) petang.

Kualitas udara pun semakin membaik. Siswa PAUD/TK, SD dan SMP negeri maupun swasta kembali mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM), Sabtu (19/9) hari ini.

“Insya Allah mulai besok (hari ini, red), siswa PAUD/TK, SD dan SMP negeri maupun swasta se-Rohul kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul Alreza Ahyu, kemarin.

Meski PTM kembali diberlakukan, satuan pendidikan diminta membatasi kegiatan peserta didik di luar ruangan.

Seluruh peserta didik juga diimbau tetap menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap dampak paparan kabut asap.

Di Kuantan Singingi (Kuansing), tak diguyur hujan dan kabut asap masih terlihat, Jumat (18/9) pagi.  

Dari data pengukuran kualitas udara yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, kualitas udara sedikit membaik. Berangsur-angsur meninggalkan level yang nyaris menyentuh sangat tidak sehat. 

Menurut Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuansing Dody Fitrawan, secara keseluruhan kualitas udara Kuansing di level tidak sehat.

“Angka Indeks kualitas udara sedikit turun. Tapi asap masih terlihat, udara di level Tidak Sehat,” kata Dody Fitrawan. 

Dinas Kesehatan Kuansing tetap mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah atau ruangan karena asap yang masih menyelimuti.

“Anjuran kami tetap kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kuansing, Helma Muliani. 

Dampak asap akibat karhutla akan menimbulkan gangguan pernapasan yang semakin terasa.

Terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia dan orang yang telah memiliki penyakit paru dan saluran napas seperti asma, TB, PPOK, kanker paru, sinusitis, rhinitis.

Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Provinsi Riau, Dr dr Indra Yovi Sp.P (K) mengatakan, dampaknya akan semakin lebih terasa dan semakin berat beriring dengan semakin tingginya kosentrasi PM 2,5 pada kandungan asap karhutla. 

Peningkatan Kasus ISPA dan bronkitis baik rawat jalan dan rawat inap meningkat signifikan pada bulan Agustus dan Aeptember ini dibandingkan bulan Mei-Juni-Juli.

“Pemprov, Pemkab dan Pemko se-Riau sebaiknya sudah mulai melakukan pemetaan untuk mempersiapkan rumah oksigen/tenda oksigen yang nantinya bisa diperuntukkan untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen,” katanya.

Distribusi masker secara masif dan edukasi pentingnya pemakaian masker harus lebih ditingkatkan.

Pemerintah tidak boleh ragu membuat keputusan yang bijak terutama dalam melarang kegiatan outdoor pada kondisi seperti sekarang.

“Termasuk juga selalu mengevaluasi PJJ bagi sekolah, dan jangan ragu memperpanjang PJJ seandainya kondisi udara masih pada level berbahaya untuk kesehatan,” ujarnya.

Dengan kondisi kabut asap seperti ini, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker. Masker yang paling direkomendasikan adalah masker N95, karena dapat menyaring polutan asap kebakaran hutan yang ukurannya PM 2,5.

“Masker yang paling direkomendasikan yakni masker N95. Tetapi minimal pakai masker bedah biasa untuk kondisi sekarang sudah cukup, karena masker N95 kadang susah didapat dan harganya relatif mahal,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga merekomendasikan pemakaian air purifier di dalam ruangan, bila asap masuk ke dalam rumah bisa dibersihkan sehingga tidak terjadi indoor pollution.

“Aktivitas olahraga diluar rumah seperti bersepeda ataupun jogging dengan kondisi sekarang sebaiknya ditunda,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau kelompok rentan terutama lansia dan orang-orang yang punya masalah atau penyakit paru dan saluran napas sebaiknya menghindari aktifitas diluar rumah.

“Kelompok rentan seperti lansia, mereka yang memiliki penyakit paru sebaiknya menghindari aktivitas diluar rumah,” katanya.

Dinas Kesehatan (Diskes) Riau kembali mendapatkan bantuan masker dari Kementerian Kesehatan.

Kali ini, bantuan masker yang diberikan sebanyak 15 ribu masker.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau Zulkifli mengatakan, memang sudah melakukan pengajuan bantuan masker sebagai bentuk antisipasi dampak kesehatan bagi masyarakat.

‘’Kami sebelumnya sudah mengajukan permintaan bantuan masker ke pemerintah pusat, kemudian disetujui sebanyak 15 ribu masker. Pemerintah pusat awalnya sudah mendistribusikan 100 ribu ke kita, sebelum kabut asap melanda Riau,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, hingga saat ini sudah sebanyak 102.400 masker telah didistribusikan kepada berbagai instansi pemerintah, organisasi, sekolah, hingga fasilitas kesehatan baik di Pekanbaru mau pun berbagai daerah.

“Masker ini kita distribusikan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi asap akibat karhutla yang masih terjadi di beberapa daerah di Riau,” ujarnya.

Berdasarkan data distribusi, masker telah disalurkan kepada pemerintah daerah melalui dinas kesehatan masing-masing.

Seperti Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir serta Kota Pekanbaru. Selain jajaran pemerintah daerah, pendistribusi masker juga mencakup berbagai instan lainya di Riau yakni Polri, BPBD dan Damkar Riau, Pramuka Kwartir Daerah Riau, DPD Projo Riau, organisasi kepemudaan, sekolah, universitas, kelurahan, hingga panti asuhan. 

Diskes Riau sendiri turut membagi-bagikan masker langsung kepada masyarakat di berbagai titik di Pekanbaru.

Dari 102.400 yang telah didistribusikan tersebut, stok masker yang masih tersedia di Diskes Provinsi Riau saat ini sebanyak 21.300.

“Jadi stok awal itu kita punya 123.700 masker. Kemudian yang sudah kita distribusikan 102.400,” jelas Zulkifli.  

Pendistribusian masker tersebut merupakan bagian dari langkah antisipasi pemerintah menghadapi dampak karhutla, khususnya terhadap kesehatan masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap.

“Kita tetap siapkan buffer stock. Distribusi dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi perhatian di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil mencatat 651 kasus ISPA dari laporan fasilitas kesehatan selama 28 Agustus hingga 17 September 2026.

Kadiskes Inhil dr Udin Syafrudin, M.Kes mengatakan, dari jumlah tersebut, wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota mencatat kasus terbanyak dengan 111 kasus.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Tembilahan Kota merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.

“Kita terus melakukan pemantauan melalui puskesmas, terutama terhadap masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan,” ujar dr Udin. (rp.ind/*)

Tags : hujan deras dan angin kencang, hujan guyur riau, kabut asap karhutla, kabut asap riau, hujan, bmkg pekanbaru, karhutla riau, hujan pekanbaru ,