JAKARTA -- Bank Central Asia (BCA) Syariah menghadirkan pendekatan berbeda dalam memperkuat literasi dan kedekatan dengan nasabah melalui kajian bertajuk “Dari Sahabat untuk Sahabat”.
Program ini menjadi bagian dari campaign besar “Sahabat Berkahmu” yang mengusung konsep kajian intim, hangat, dan dikemas secara ringan agar lebih dekat dengan generasi muda.
Kajian perdana bertema “Aku Ingin Menjadi Siapa yang Baik Menurut Tuhan” digelar di XXI Lounge Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026) malam, dipandu MC Kamal Rasyid dengan menghadirkan Ustadz Jojo Ali Yusuf dan Ivan Gunawan sebagai narasumber.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, program kajian ini merupakan turunan dari tagline “Sahabat Berkahmu” yang ingin menegaskan posisi BCA Syariah bukan sekadar lembaga perbankan, tetapi juga sahabat bagi masyarakat.
“BCA Syariah memposisikan diri sebagai sahabat. Sahabat itu ada di sebelah, di sisi. Tidak terlalu jauh di depan, apalagi di belakang. Kami ingin hadir menemani perjalanan nasabah mencari keberkahan hidup,” ujar Yuli.
Menurutnya, kedekatan emosional menjadi penting karena kebutuhan setiap nasabah berbeda-beda. Karena itu, BCA Syariah ingin membangun hubungan yang lebih personal dan intim dengan masyarakat.
“Kami ingin hadir dalam suasana-suasana kehidupan nasabah. Mulai dari transaksi harian sampai kebutuhan seperti membeli kurban, semuanya kami siapkan. Tapi untuk memahami kebutuhan itu, kami harus dekat dengan nasabah,” katanya.
Senior Vice President Dana, Jasa, dan Komunikasi Pemasaran BCA Syariah, Mia Rahma Amalia menjelaskan, kampanye “Sahabat Berkahmu” membawa pesan perjalanan spiritual 'dari gelap menuju cahaya'.
Menurut Mia, salah satu kalimat yang paling banyak mendapat respons publik dari video campaign mereka adalah, “Aku ingin menjadi siapa yang baik untuk Tuhan.”
“Kalimat itu ternyata sangat relate bagi banyak orang. Dari situ kami melihat bahwa pendekatan emosional seperti ini bisa lebih mudah diterima audiens,” ujar Mia.
Ia mengatakan, kampanye tersebut akan menjadi strategi jangka panjang BCA Syariah setidaknya dalam tiga tahun ke depan untuk memperkuat positioning di pasar perbankan syariah Indonesia.
Tak hanya melalui media sosial, BCA Syariah juga akan menghadirkan berbagai kegiatan offline dengan menggandeng figur publik dan kreator yang memiliki kedekatan dengan generasi muda.
“Kami masih percaya strategi marketing online dan offline di Indonesia itu sangat efektif. Karena itu akan banyak konten media sosial maupun kegiatan langsung yang melibatkan tokoh-tokoh dengan audiens besar,” katanya.
Mia menambahkan, kajian tersebut bukan sekadar agenda promosi, melainkan bagian dari value proposition perusahaan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan syariah dengan pendekatan yang lebih membumi.
“Kebaikan itu harus dibagi. Tapi cara menyampaikannya kami kemas dengan konsep yang lebih ringan, lebih light, namun esensinya tetap masuk,” jelasnya.
Ke depan, BCA Syariah berencana memperluas program serupa ke berbagai kota di Indonesia agar dapat menjangkau lebih banyak “Sahabat Berkah”.
Dalam kajian itu, desainer busana ternama di Indonesia, Ivan Gunawan mengaku tertarik dengan pendekatan BCA Syariah yang menurutnya tidak semata-mata berorientasi bisnis.
Karena itu, Ivan menggunakan mobile banking dari BCA Syariah, BSya (bi-sya) untuk bertransaksi di 25 cabang butiknya di seluruh Indonesia.
“Saya suka sama BCA Syariah karena konsepnya menuju kebaikan. Saya pikir kalau perbankan pakai ambassador itu orientasinya cuan terus, ternyata tidak,” ujar Ivan.
Ia mengungkapkan, sejumlah aktivitas sosial yang dijalaninya, termasuk pembinaan anak asuh dan santri tahfidz, juga akan terhubung dengan aplikasi BCA Syariah tersebut.
“BCA Syariah justru membuat saya lebih semangat. Mereka bisa menjadi partner dalam kebaikan,” katanya.
Ivan pun mengajak masyarakat Muslim untuk mulai mempertimbangkan perbankan syariah dalam pengelolaan keuangan.
“Kalau keuangan dikelola secara syariah, menurut saya jadi lebih berkah. Tidak ada riba dan uang terasa lebih awet,” ucapnya.
Dengan dipandu Kamal Rasyid, kajian malam itu tampak lebih hidup. Para peserta juga sangat antusias bertanya tentang cara menjalani hidup yang lebih baik kepada Ustadz Jojo maupun kepada Ivan Gunawan.
Dalam kesempatan ini, Ustadz Jojo menceritakan tentang kisah Nabi Musa dan suami-istri yang hidup miskin. Namun, akhirnya mereka berhasil menjadi orang kaya raya setelah Nabi Musa berdoa kepada Allah.
Awalnya, suami-istri tersebut hanya akan diberikan kekayaaan selama setahun. Tapi, ternyata umat Nabi Musa itu terus diberikan kekayaan oleh Allh lantaran selalu bersyukur dan harta kekayaannya selalu digunakan untuk mendatangkan manfaat pada orang lain.
"Maka sampai kapanpun selama dia berbuat seperti itu, bersyukur seperti itu, maka Allah akan memberikan kekayaan dan kebahagiaan kepada kehidupan mereka berdua," kata Ustadz Jojo.
Tags : bca syariah, literasi keuangan, perbankan syariah, sahabat berkahmu, kajian spiritual, hubungan nasabah, kebaikan syariah, ivan gunawan, kampanye pemasaran, generasi muda,