Kesehatan   2023/02/27 21:46 WIB

Jamur Misterius yang Menular Tidak Banyak Diketahui, 'Bisa Menyebabkan Luka Kulit pada Kucing dan Manusia'

Jamur Misterius yang Menular Tidak Banyak Diketahui, 'Bisa Menyebabkan Luka Kulit pada Kucing dan Manusia'

KESEHATAN - Hingga pertengahan 1990-an, jamur sporothrix brasiliensis tidak banyak diketahui orang. Namun, setelah era itu, jamur tersebut menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat di Amerika Latin karena menyebabkan luka yang dalam pada kulit kucing dan manusia.

Kasus pertama patogen ini mulai menarik perhatian di Rio de Janeiro, ketika para peneliti mengamati bahwa kucing liar menularkan jamur itu ke manusia.

Penularan kemudian menyebar ke sejumlah kawasan di Brasil. Sebuah kajian yang diterbitkan September lalu pada jurnal Brazilian Dermatology Society menyebutkan bahwa satu rumah sakit umum Sao Paulo mencatat kasus-kasus berlipat ganda selama 15 tahun.

"Kami biasanya melihat satu atau dua kasus dalam setahun," kata Dr John Verrinder Veasey, salah satu penulis studi tersebut, kepada portal berita medis Medscape.

"Sekarang kami menjumpai kasus serupa sebanyak dua atau tiga kali seminggu."

Pada Desember 2022, dokter kulit Brasil, Rossana Sette, mengunggah foto luka kulit yang dipicu oleh infeksi Sporothrix.

Sang pasien melaporkan keberadaan kucing di tempat kerjanya.

Peredaran Sporothrix brasiliensis juga telah ditemukan di Argentina, Paraguay, Bolivia, Kolombia, dan Panama.

Tapi apa yang menjelaskan penyebaran ini?

Di balik epidemi yang tidak banyak diketahui ini terdapat contoh bagaimana ketidakseimbangan lingkungan dapat menyebabkan konsekuensi yang mengejutkan dan tidak terduga.

Dari tidak berbahaya hingga mengancam

Jamur dari genus Sporothrix telah dikenal sejak 1898 lampau. Mereka muncul terutama di tanah dan pada beberapa tanaman.

Sama seperti sepupu mereka yang berasal dari kerajaan yang sama, spesies ini sangat penting untuk mengurai bahan organik di alam.

Seorang dokter hewan mengunggah foto seekor kucing yang mengalami kondisi tersebut.

Namun, dalam beberapa kasus langka, mikroorganisme ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia, yang secara umum dikenal sebagai sporotrichosis.

Sporothrix brasiliensis menembus lapisan lemak di antara kulit dan otot. Patogen menjajah lapisan ini hingga menyebabkan luka.

Jamur juga dapat menyerang sistem limfatik serta memengaruhi mata, hidung, dan bahkan paru-paru.

Seperti disebutkan sebelumnya, kasus ini jarang terjadi. Namun kasus-kasus mulai semakin banyak bermunculan dan menarik perhatian pada akhir 1990-an di beberapa bagian Rio de Janeiro.

Kontak dengan kucing

Antara tahun 1998 dan 2001, peneliti dari Oswaldo Cruz Foundation (FioCruz) mendiagnosis 178 kasus sporotrichosis.

"Dari 178 pasien, 156 melakukan kontak dengan kucing yang terinfeksi di rumah atau di tempat kerja dan 97 digigit atau dicakar oleh hewan ini," tulis para peneliti.

Sejak itu, kasusnya berkembang secara pesat.

"Menurut statistik terbaru, ada lebih dari 12.000 kasus pada manusia sejak saat itu," jelas Dr Flavio Telles, dari Kelompok Kajian Penyakit Menular Brasil.

"Itu belum termasuk kasus-kasus tak tercatat pada kucing dan anjing," tambahnya.

Seiring waktu, para peneliti lebih memahami siklus penularan di antara manusia dan hewan yang berkeliaran di dekat tempat tinggal.

"Untuk beberapa alasan, jamur tersebut telah beradaptasi dengan kucing. Di dalam hewan itu, patogen menyebabkan penyakit menyebar, yang menyebabkan luka pada wajah dan kaki," jelas Telles, yang juga seorang profesor di Universitas Federal Parana.

“Karena perselisihan fisik dalam pencarian wilayah, makanan, dan perkawinan adalah bagian dari biologi kucing, satu hewan menggigit dan mencakar yang lain,” tambahnya.

Para ahli yang diwawancarai oleh BBC telah menggarisbawahi kucing tidak bisa disalahkan atas sporotrichosis. Mereka menjadi korban seperti anjing dan manusia karena kurangnya kebijakan publik untuk mengendalikan penyebaran jamur.

Ketidakseimbangan lingkungan

Marcio Rodrigues, selaku ahli mikrobiologi dari lembaga FioCruz, mengatakan bahwa penyebaran Sporothrix brasiliensis masih menjadi bahan kajian dan spekulasi.

“Ada hubungan langsung antara [peningkatan kasus] serta pendudukan lahan, penggundulan hutan, dan pembangunan perumahan,” ujarnya.

"Terjadi kekacauan ekosistem yang sebelumnya seimbang dan ini menyebabkan hewan dan manusia terpapar patogen baru."

Begitu jamur sampai pada kucing liar, penularan ke manusia relatif mudah. Kucing-kucing ini banyak berkeliaran di lingkungan perumahan Brasil.

Anak-anak sering bermain dengan mereka dan orang dewasa menyambut kucing-kucing ini karena mampu mengendalikan populasi tikus.

Ketidakseimbangan lingkungan ditambah kedekatan manusia dengan hewan membuat jamur mudah menyebar, yang kemudian menyebabkan penyakit pada manusia.

Meskipun pengamatan ini membantu menjelaskan kemunculan wabah yang disebabkan oleh Sporothrix brasiliensis, bagaimana masalah tersebut menyebar ke luar Brasil?
Argentina

Di Argentina, misalnya, kasus jamur sporotrichosis pada kucing berkembang lebih dari empat kali lipat selama hampir 10 tahun sejak 2011.

“Kucing bisa melintasi perbatasan kering antarnegara bagian atau bahkan antarnegara,” ujar Dr Flavio Telles.

“Ditambah orang-orang yang pindah rumah ke daerah lain atau kota lain bisa membawa hewan-hewan ini,” imbuhnya.
Tikus-tikus

Faktor tikus juga bisa menjelaskan mengapa Sporothrix brasiliensis menyebar di beberapa negara di Benua Amerika.

Beberapa penelitian mengklaim bahwa hewan pengerat ini dapat membawa jamur. Hewan-hewan ini juga dapat dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain sebagai pengelana "rahasia" dalam pengiriman makanan menggunakan truk atau kapal.

Di lokasi baru, tikus diburu oleh kucing yang tinggal di sana. Kucing lantas terinfeksi dan memulai siklus penyebaran sporotrichosis.

Apa yang bisa kita lakukan?

Dibandingkan dengan jamur lain dari genus yang sama, Sporothrix brasiliensis tergolong lebih mudah menyebar dan dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah.

Perawatannya juga tidak gampang. Obat antijamur yang tersedia awalnya mungkin tidak efektif.

Terapi obat biasanya berlangsung rata-rata 187 hari, seperti yang diperkirakan dalam penelitian terbaru oleh Universitas Federal Rio Grande (FURG).

Kuncinya adalah membuat diagnosis yang benar dan memulai pengobatan sesegera mungkin.

Ini bisa mencegah terciptanya resistensi obat - yang sering menjadi masalah dalam beberapa tahun terakhir dengan spesies jamur lain.

Dampak lingkungan

Bagi Marcio Rodrigues, selaku ahli mikrobiologi dari lembaga FioCruz, kasus seperti Sporothrix brasiliensis mengungkap bagaimana ketidakseimbangan lingkungan yang disebabkan oleh tindakan manusia memunculkan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi.

"Sporotrichosis bukanlah masalah 15 tahun yang lalu," kata ahli mikrobiologi itu.

"Perubahan ekosistem mendukung kemungkinan paparan patogen yang sebelumnya tidak terjadi. Dan ini menimbulkan krisis kesehatan masyarakat."

Bagi Dr Flavio Telles, dari Kelompok Kajian Penyakit Menular Brasil, hal ini memperkuat pentingnya melihat kesehatan manusia, hewan, dan planet Bumi sebagai suatu kesatuan.

"Kita berbicara tentang masalah yang kompleks, yang bergantung pada pendekatan global," jelasnya.

"Kami akan membutuhkan dokter, dokter hewan, ahli epidemiologi, ahli mikrobiologi, ahli kebersihan, ahli lingkungan, dan serangkaian profesional lainnya untuk menangani masalah ini dan krisis lainnya". (*)

Tags : jamur misterius, jamur menular, jamur bisa menyebabkan luka kulit pada kucing dan Manusia, jamur Sporothrix brasiliensis,