Pendidikan   2021/11/01 14:34 WIB

DR Ismardi Ilyas Minta Masyarakat Awasi Sekolah, yang 'Jalani PTM tapi Abaikan Prokes'

DR Ismardi Ilyas Minta Masyarakat Awasi Sekolah, yang 'Jalani PTM tapi Abaikan Prokes'
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pekanbaru, DR H Ismardi Ilyas MA

PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengajak seluruh masyarakat, untuk sama-sama mengawasi jalannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tetpi mengabaikan protokol kesehatan [Prokes].

"Sama-sama kita melakukan pengawasan [masyarakat dan pendidik], mengawasi jalannya (PTM) penting. Sehingga tidak ada yang lengah tertib prokes," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, DR H Ismardi Ilyas MA belum lama ini.

"Ini guna berjalannya Prokes secara baik di lingkungan sekolah."

"Masyarakat bisa mengadukan ke dinas pendidikan jika menemukan adanya sekolah yang abai dalam menjalankan prokes," ajaknya.

Menurutnya, sejak berlangsungnya PTM terbatas ada tim dari dinas pendidikan yang mengawasi secara mobile seluruh sekolah. Mereka memastikan prokes berjalan baik di lingkungan sekolah.

Ia mengaku, dengan tenaga pengawas yang terbatas dari dinas pendidikan tidak dapat mengawasi secara penuh seluruh sekolah. Sementara ada 500 lebih sekolah yang mesti diawasi.

"Karena tenaga kita juga terbatas. Kami juga berterima kasih adanya masyarakat yang mengadukan dan kita tindaklanjuti. Ada sekolah yang kita tegur dan ada yang ditutup sementara," ujarnya.

Mengingat disebutkan Walikota Pekanbaru, H Firdaus yang mendorong tim satgas mengoptimalkan penelusuran kontak erat pasien Covid-19. Cara ini untuk mencapai indikator agar turun ke PPKM level 1.

"Kita perlu menggesa penelusuran kontak erat, agar indikator PPKM level 2 tercapai," kata Walikota Pekanbaru pada wartawan kemarin.

Petugas dari tim satgas mestinya menelusuri 14 kontak erat dari satu pasien positif covid-19. Namun petugas masih mengalami kendala dalam melakukan penelsuran kontak erat.

Walau kenaikan kasus harian selama PPKM level 2 tahap III ini cendrung menurun. Namun tim tetap kesulitan melakukan penelusuran terhadap kontak erat walau kenaikan kasus harian sedikit.

Dia menyebut bahwa penelusuran kontak erat bukan sekedar angka saja. Ia menyebut saat menelusuri kontak erat petugas menanyakan lokasi bepergian pasien Covid.

"Kita mendapat kontak untuk penelusuran itu dari beliau (pasien), kita telusuri untuk mendapatkan data, itu kita kesulitan," jelasnya.

Ada juga yang pasien tidak bepergian namun terkonfirmasi positif. Pasien tersebut pun tidak punya belasan kontak untuk ditelusuri.

Kondisi tersebut pun menjadi kendala atau kesulitan bagi tim satgas dalam menelusuri 14 kontak erat untuk setiap satu pasien. Lain halnya pasien memang punya mobilitas di banyak tempat.

Jadi Walikota menekankan untuk mengoptimalkan penelusuran kontak erat pasien. (rp.sul/*)
Sementara itu,

Tags : Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Ismardi Ilyas, Masyarakat Awasi Sekolah, Pembelajaran Tatap Muka, PTM Tidak Abaikan Prokes,