PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Sejumlah pedagang eceran BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis bensin menghentikan usahanya sebagai dampak dari kenaikan BBM di Kota Pekanbaru.
"Pedagang di Pekanbaru setop jual BBM eceran."
"Kita ambil di SPBU lumayan naik harganya, sekarang tidak tahu mau dijual berapa. Sitiasinya pun untuk mendapatkannya harus antrian terlebih dahulu," kata salah satu pedagang kios, Memang di seputaran Jalan Adi Sucipto, Pekanbaru, Minggu.
Dia menyebutkan antrian untuk memperoleh BBM di SPBU sudah sejak tiga hari terakhir. Melihat kejadian ini Ia pun harus tambah modal, itu pun masih ada warga yang susah mau beli kalau liat jumlahnya di botol sedikit, kata Memang.
Dia menyatakan berhenti menjual bensin sementara waktu, lantaran harga yang melambung tinggi.
Dampak kenaikan BBM ini mengakibatkan Memang hanya bergantung pada toko klontong yang dimiliki, sementara bensin tidak lagi jual sejak dua hari ini.
Selain Memang, pedagang kelontong lainnya dan beberapa warga sekitar yang merupakan pedagang ecer BBM menghentikan aktifitas berdagang bensin.
Alasannya didominasi karena harga BBM yang terlampau tinggi dan kurangnya modal untuk menambah modal penjualan bensin ecer.
Situasi di mana BBM semakin jarang ditemukan di kios kaki lima atau penjual eceran sering kali disebabkan oleh beberapa faktor kebijakan dan operasional, terutama pada tahun 2026 ini.
Pihak SPBU juga memperketat dalam melayani pembelian menggunakan jerigen, yang merupakan sumber utama stok untuk pengecer kecil.
Di beberapa wilayah, juga terjadi krisis stok yang menyebabkan kekosongan tidak hanya di kios kecil, tetapi juga di SPBU. Ada terkesan penghapusan bahan bakar jenis tertentu (seperti Premium) memaksa peralihan ke jenis lain, yang mengubah pola distribusi.
Adanya pembatasan pembelian harian pada bulan Mei 2026 ini di beberapa tempat membatasi ketersediaan pasokan.
Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL): Di beberapa kota, penertiban tempat usaha di fasilitas umum juga berdampak pada keberadaan kios-kios kecil.
Sementara pemerintah mengimbau masyarakat untuk membeli BBM langsung di SPBU resmi, guna memastikan keaslian dan harga yang sesuai, tetapi masalahnya untuk di SPBU sendiri penuh dengan antrian berkepanjangan.
Ini yang membuat warga pengguna sepeda motor menghadapi buah simalakama yang berujung menyusahkan. (rp.sul/*)
Tags : bahan bakar minyak, bbm, penjual bbm eceran, pedagan setop jual bbm eceran, harga bbm naik, harga bbm spbu, kondisi pedagang kecil menjerit, pedagang kecil tak bisa lagi jual bbm eceran,