Riau   2026/05/28 11:3 WIB

Luar Biasa, Suhu Tembus 35,6 Derajat di Riau yang Bikin Gerah dan Resah

Luar Biasa, Suhu Tembus 35,6 Derajat di Riau yang Bikin Gerah dan Resah

PEKANBARU - Gelombang panas ekstrem mulai membayangi Provinsi Riau dalam beberapa pekan terakhir.

"Bakar sampah sembarangan dan Karhutla bayangi Riau."

"Saat ini Riau sudah memasuki musim kemarau dan El Nino diprediksi BMKG berada dalam kategori menengah hingga kuat sampai tiga bulan ke depan," kata Koordinator Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Bibin Sulianto, Rabu (27/5).

Terik matahari yang menyengat pada siang hingga sore hari bukan sekadar siklus cuaca biasa, melainkan alarm dini bagi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta risiko kesehatan serius bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning.

BMKG Pekanbaru mengonfirmasi bahwa fenomena alam El Nino kini tengah mencengkeram wilayah Sumatera, termasuk Riau.

Akibatnya, curah hujan menurun drastis dan memicu kekeringan ekstrem pada kawasan hidrologis gambut yang dikenal sangat rentan terbakar.

Bibin Sulianto menjelaskan, Riau kini telah resmi memasuki periode musim kemarau.

Situasi ini diperparah oleh anomali cuaca global yang diprediksi bertahan hingga beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan alat ukur di Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, suhu maksimum harian di Riau telah menyentuh angka 35,6 derajat Celsius.

Meski angka ini masih dikategorikan normal untuk puncak kemarau di Riau, durasi paparan panas yang panjang berpotensi menjadi pemantik utama munculnya titik panas (hotspot).

Kondisi tanah gambut yang mengering di Riau ibarat "bom waktu". Sedikit saja ada pemantik api, kebakaran besar yang menghasilkan kabut asap pekat bisa terjadi dalam hitungan jam.

Oleh karena itu, BMKG meminta kesadaran penuh dari korporasi maupun masyarakat lokal.

"Dengan sudah masuknya musim kemarau, masyarakat perlu waspada terhadap peningkatan jumlah titik panas yang dipicu kebakaran hutan dan lahan," tegas Bibin.

Selain ancaman kabut asap akibat Karhutla, cuaca ekstrem ini juga mengintai kesehatan fisik warga secara langsung.

Paparan sinar ultraviolet (UV) intensitas tinggi pada tengah hari dapat memicu dehidrasi akut, heat stroke, hingga gangguan kulit.

Merespons situasi darurat ini, BMKG memberikan panduan keselamatan bagi warga Riau selama menghadapi musim kemarau ekstrem, yakni batasi aktivitas luar ruangan di bawah terik matahari langsung, terutama pada pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Kemudian, gunakan pelindung fisik, wajib mengenakan masker, tabir surya dan serta pakaian tertutup.

Terakhir, stop praktik pembakaran, dilarang keras membuka lahan pertanian dengan cara membakar atau melakukan pembakaran sampah rumah tangga secara sembarangan.

Pemerintah daerah bersama tim Satgas Karhutla Riau kini terus meningkatkan patroli di area-area rawan.

Kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama agar Riau tidak kembali terjebak dalam bencana kabut asap tahunan di tengah hantaman El Nino yang kian menguat. (*)

Tags : caca, suhu panas, suhu panas 35, 6 derajat, karhutla dan bakar sampah, suhu menyengat di riau,