PEKANBARU – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat membawa perubahan besar di berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan.
Menyikapi transformasi tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR) menghadirkan akademisi internasional untuk membahas masa depan profesi guru di era digital.
Guru Besar Illinois State University, Amerika Serikat, Prof. Do Yong Park, menjadi pembicara utama dalam kuliah umum bertajuk Future Teacher Education in The Era of AI and Global Competence yang berlangsung di Auditorium FKIP UIR, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika FKIP UIR yang antusias mengikuti diskusi mengenai tantangan dan peluang dunia pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang semakin dinamis.
Mewakili Dekan FKIP UIR, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Assoc. Prof. Dr. Raffly Henjilito, S.Pd., M.Pd., mengatakan kehadiran akademisi dari perguruan tinggi internasional menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan calon pendidik menghadapi tantangan global.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini membutuhkan inovasi, kreativitas, dan kemampuan adaptasi yang tinggi agar lulusan pendidikan mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar profesi guru sebagai pembentuk karakter generasi bangsa.
“Perkembangan teknologi, termasuk AI, menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Karena itu, calon guru harus memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai pendidikan yang humanis,” ujarnya.
Sebelum kuliah umum dimulai, FKIP UIR dan Illinois State University terlebih dahulu memperkuat hubungan akademik melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA).
Kerja sama tersebut melibatkan sepuluh program studi di lingkungan FKIP UIR dan diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, hingga pertukaran akademik.
Dalam pemaparannya, Prof. Do Yong Park menekankan pentingnya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai salah satu strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Menurutnya, integrasi STEM dan teknologi AI dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta keterampilan komunikasi yang menjadi kompetensi utama di era digital.
“Pendekatan STEM tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong siswa untuk memecahkan masalah nyata melalui proses berpikir yang sistematis dan inovatif. Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam dunia kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi,” jelas Prof. Park.
Ia menambahkan bahwa kehadiran AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi profesi guru. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran yang mampu meningkatkan efektivitas proses pendidikan.
Menurut Prof. Park, peran guru di masa depan justru akan semakin penting sebagai fasilitator, mentor, dan pembimbing yang membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta karakter yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Kuliah umum berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran, transformasi profesi guru di era digital, hingga strategi meningkatkan daya saing lulusan pendidikan di tingkat global.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UIR, Dini Tiara Sasmi, S.IP., M.Si., para kepala program studi, sekretaris program studi, dosen, serta mahasiswa FKIP UIR.
Melalui kegiatan tersebut, FKIP UIR menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi internasional dan mempersiapkan calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memiliki kompetensi global untuk menghadapi perubahan dunia pendidikan yang terus berkembang. (rilis)
Tags : universitas islam riau, uir, pakar pendidikan as, bahas peran guru, revolusi ai,