Indragiri Hulu   2026/09/17 7:18 WIB

Pangdam dan Kapolda Riau Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pangdam dan Kapolda Riau Salat Istisqa di Tengah Kabut Asap Karhutla

INDRAGIRI HULU - Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bersama Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heriawan dan Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Ade Agus Hartanto melaksanakan Salat Istisqa.

Salat memohon turunnya hujan tersebut digelar di Posko 1 Karhutla, Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Inhu, Rabu 16 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Salat Istisqa dilaksanakan setelah Pangdam bersama rombongan meninjau langsung penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Rombongan juga menerima paparan mengenai perkembangan kondisi kebakaran serta upaya penanganan yang tengah dilakukan personel gabungan.

Di lokasi yang masih menjadi pusat operasi penanganan karhutla itu, Pangdam dan rombongan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera turun.

Kehadiran hujan diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus pendinginan lahan yang terbakar.

“Upaya di lapangan terus kita maksimalkan bersama seluruh unsur. Di samping ikhtiar melalui kerja keras, hari ini kita juga berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan sehingga penanganan Karhutla dapat semakin optimal,” kata Pangdam.

Berdasarkan laporan Posko 1, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 150 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 50 hektare telah berhasil ditangani.

Penanganan karhutla melibatkan 566 personel gabungan.

Mereka terdiri dari berbagai unsur, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA), yang bersama-sama melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi.

Pangdam menekankan pentingnya menjaga kekompakan seluruh unsur yang terlibat.

Ia meminta personel tidak mengendurkan upaya pemadaman, pendinginan, patroli, maupun pemantauan titik api.

Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar di tengah perjuangan personel gabungan mengendalikan karhutla di Inhu.

Di lapangan, upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke wilayah lainnya.

Dengan kombinasi ikhtiar melalui kerja lapangan dan doa, seluruh unsur diharapkan mampu segera mengendalikan kebakaran serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo meninjau langsung proses pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu (16/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan optimal.

Rombongan juga diikuti Tenaga Ahli Kepala BNPB, Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Indragiri Hulu.

Karhutla di Desa Pulau Jumat terdeteksi sejak 7 September 2026. Kebakaran dilaporkan telah membakar sekitar 150 hektare lahan, dengan sekitar 100 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan berupa semak belukar dan lahan gambut.

Situasi tersebut diperberat angin kencang serta akses menuju lokasi yang sulit dijangkau.

Kapolda Riau mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sesuai kebutuhan di lapangan, sekaligus mengevaluasi kebutuhan personel maupun sarana pendukung.

“Kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan serta memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan dengan baik,” kata Herry.

Sebanyak 157 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, perusahaan, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Penanganan dilakukan menggunakan formula X-Fire, didukung tiga alat berat untuk membuat sekat bakar dan membuka akses menuju lokasi. Tim juga membangun embung yang dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman.

Herry mengingatkan personel agar tidak lengah setelah api di permukaan berhasil dipadamkan.

Proses pendinginan harus dipastikan benar-benar selesai sebelum dilanjutkan dengan patroli dan pemantauan secara berkala.

“Penanganan Karhutla tidak boleh berhenti ketika api di permukaan terlihat padam. Kondisi lahan gambut memungkinkan bara api masih tersimpan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran,” ujar Herry.

Desa Pulau Jumat menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena masih membutuhkan penanganan.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam peninjauan, terdapat 48 hotspot di Riau, dengan 37 hotspot terdeteksi di Indragiri Hulu.

Selain Pulau Jumat, penanganan Karhutla juga berlangsung di Desa Sipang, Pauh Ranap, Paya Rumbai, Talang Lakat dan sejumlah lokasi lainnya yang telah memasuki tahap pendinginan.

Kapolda Riau juga memerintahkan seluruh jajaran segera melakukan pengecekan lapangan terhadap hotspot kategori tinggi dan sedang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi merupakan api aktif, bara maupun anomali panas lainnya.

“Hotspot kategori High dan Medium kami perintahkan untuk segera dilakukan ground check dan verifikasi di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan bertindak dan sinergi seluruh unsur di lapangan.

Menurutnya, koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat perlu terus diperkuat agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.

“Kita harus bergerak cepat dan bekerja bersama. Jangan berikan ruang bagi api untuk meluas. Seluruh unsur harus tetap solid, fokus pada pemadaman dan pendinginan, serta memastikan titik yang sudah ditangani tidak kembali terbakar,” kata Agus.

Personel gabungan juga diingatkan untuk tetap memperhatikan keselamatan selama menjalankan tugas, mengingat kondisi medan yang sulit dan situasi kebakaran yang dinamis.

“Utamakan keselamatan personel, tetapi tugas harus tetap dilaksanakan secara maksimal. Kita hadir di sini untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan memastikan penanganan Karhutla dilakukan sampai benar-benar tuntas,” tegasnya.

Di lokasi penanganan Karhutla, Kapolda Riau bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai juga melaksanakan salat istisqa setelah menunaikan salat Zuhur.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca dan medan yang menjadi tantangan dalam penanganan Karhutla. (*)

Tags : karhutla, inhu, kabut asap, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau, Irjen Pol Hery Heriawan, Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, Salat Istisqa,