Pekanbaru   2021/07/19 16:9 WIB

Patung Polisi Menerapkan Prokes, Kapolresta Pekanbaru: Jangan Karena Ada Razia Satgas

Patung Polisi Menerapkan Prokes, Kapolresta Pekanbaru: Jangan Karena Ada Razia Satgas

PEKANBARU - Seorang aktivis sosial di Kota Pekanbaru, Forum Kota Bertuah (FPKB), Masril melakukan aksi simpatik ditengah pandemi corona. Ia tak bosan-bosannya juga turut menghimbau warga untuk tetap menjalankan protokol kesehatan [Prokes} mengingat kasus positif Covid-19 masih kian tinggi.

Masril juga setuju pihak kepolisian memasangi, patung polisi di perempatan jalan baik di jalan Arifin Ahmad, Sukarno Hatta dan Jalan Jenderal Sudirman dengan masker. "Aksi ini merupakan ajakan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Selain ajakan, aksi ini turut menjadi teguran kepada masyarakat yang masih abai terhadap prokes. Patung polisi saja memakai masker, masa masyarakat masih ada saja yang abai terhadap protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker," kata Masril belum lama ini.

Dia mengingatkan, dengan masih abainya masyarakat yang masih saja tidak sadar untuk menggunakan masker tentu saja akan memudahkan virus corona menular. Terlebih, lanjut Masril, Kota Pekanbaru yang kasus covid-nya sangat tinggi. "Menggunakan masker tidak harus menunggu petugas Satgas melakukan razia baru mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, tapi di manapun berada selalu patuhi prokes yang ada. Sekalipun berada di rumah bersama keluarga," ujar Masril.

Lewat aksi itu [Patung Polisi], dia berpesan, kepada masyarakat agar mematuhi prokes dimulai dari diri sendiri baru mengajak orang lain. Jangan sampai ada PPKM Darurat sampai berjilid-jilid, tapi masyarakat masih saja abai terhadap protokol kesehatan.  Selain itu, Masril menekankan, penegakan aturan-aturan terkait prokes harus dilaksanakan tegas tanpa pandang bulu, tapi tetap humanis. "Harapannya, lewat aksi simpatik ini masyarakat semakin banyak yang sadar akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, terutama di Kota Pekanbaru," kata Masril. 

Sebelumnya Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol  H.Nandang Mu'min Wijaya, Minggu 18 Juli 2021 mengakui masih adanya warga bandel tak disipilin menjalankan Prokes. Hingga kini masih ada masyarakat yang ditemukan membandel, tidak menerapkan protokol kesehatan, bahkan tidak percaya Covid-19. Untuk itu pihaknya bersama Satgas Covid-19 secara rutin melakukan pendisiplinan terhadap masyarakat termasuk mendirikan patung polisi himbauan Prokes. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat  terus disiplin mengikuti aturan pemerintah dalam hal penerapan protokol kesehatan, untuk menekan penularan virus corona di Kota Pekanbaru.

Namun, walau sudah tiap hari melakukan pendisiplinan dan imbauan, bahkan tindakan tegas, tetapi masih saja ada masyarakat yang membandel, tidak menerapkan protokol kesehatan, hingga menganggap Covid-19 itu hoax. “Masyarkat jangan ada yang takabur, dalam artian Covid itu dianggap Hoax, itu tidak boleh juga, karena Covid itu nyata, sudah jelas banyak korban akibat Covid,” katanya pada wartawan.

Masih menganggap Covid-19 itu tidak ada, menjadikan masyarakat tidak mentaati protokol kesehatan, yang mana bisa membahayakan keselamatan masyarakat lainnya. “Sebagian masyarakat yang percaya hoax akhirnya tidak mematuhi protokol kesehatan, terutama tidak menggunakan masker, banyak yang kita jumpai sepeti itu masyarakat disini. Kita tidak boleh takabur,” tegas Kombes Pol Nandang sambil meminta masyarkat lebih peduli dan menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang sudah diatur oleh pemerintah.

Sementara kasus penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Riau, semakin mengkhawatirkan. Hingga Sabtu 17 Juli 2021 kemarin saja kasus positif bertambah 999 kasus, sehingga total sebanyak 81.200 kasus. Kabar duka, 22 pasien meninggal dunia dalam sehari, total tercatat 2.164 orang. “Iya naik lagi kasus positif Covid-19 di Riau, dari hasil pemeriksaan sample banyak yang masuk, karena banyak orang yang akan melakukan perjalanan keluar menjalani swab dan hasilnya positif, kalau tak salah yang dari luar Riau itu ada sebanyak 120 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, berharap masyarakat Riau betul-betul menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara disiplin dan mematuhi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro..

“Dari peningkatan kasus ini juga dari hasil tracing pasien positif sebelumnya. Dan masih ada masyarakat yang tetap saja mengabaikan protokol kesehatan. Sama-sama kita liat bagaimana kondisi PPKM mikro ini, masih saja masyarakat abai, masih banyak mengumpul tanpa menggunakan masker,” tegas Mimi.

Mimi kembali mengingatkan kepada pemerintah kabupaten dan kota, terutama Kota Pekanbaru agar selalu mengajak warga untuk mematuhi Prokes. Supaya kondisi kasus Covid-19 Riau tidak seperti di daerah Jakarta. “Cara mengatasinya agar tidak semakin tinggi, dengan menjalankan PPKM Mikro, masyarakat juga harus paham dengan kondisi sekarang ini. Coba lihat sehari-harinya di Pekanbaru, masih sama dengan hari biasa. Coba lebih ditingkatkan lagi PPKM Mikro nya, agar tidak terjadi seperti di daerah luar,” kata Mimi. (*)

Tags : aktivis jpw, protokol kesehatan, covid 19, pantung polisi,