Headline Pekanbaru   2022/11/12 8:56 WIB

Pemko Perjelas Pasar Tertua Antara Sungai Siak Pekanbaru, 'Tapi Pengelolaannya Masih Dievaluasi'

Pemko Perjelas Pasar Tertua Antara Sungai Siak Pekanbaru, 'Tapi Pengelolaannya Masih Dievaluasi'
Pasar bawah Pekanbaru

 

PEKANBARU, RIAUPAGI.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru diminta perjelas pasar tertua di antara Sungai Siak dan Pelabuhan Pekanbaru.

Pasar sebagai pusat perbelanjaan di pasar tertua di kota Pekanbaru terletak di antara tepi sungai Siak dan pelabuhan.

Pasar yang terletak di sebelah utara Pekanbaru ini merupakan tempat menjual barang-barang antik, dekorasi rumah dan lain-lain yang memiliki kualitas lokal maupun internasional.

Apalagi pasar modern ini juga diminati oleh barang-barang elektronik bekas dari luar negeri.

Ada jenis barang elektronik yang dijual di pasar ini seperti, TV, home theater dan barang IT.

Barang antik dapat menemukannya di sini seperti keramik impor dari China, permadani Timur Tengah, tas tangan Italia, vas dan patung.

Setelah barang elektronik dan barang antik, kita juga bisa menikmati berton-ton makanan tradisional di pasar ini.

Begitu juga ada berbagai jenis masakan khas Riau, jajanan dan kue-kue tersedia di sini. Di antara makanan populer yang telah dikenal, kita dapat menemukan Lempok Durian, kue durian yang lengket dan lain-lain seperti ikan Salai, ikan asin dan banyak lagi.

Produk lain dari Riau seperti Batik Riau, Baju Tenun dan Baju Adat Melayu juga tersedia dan bisa menjadi salah satu tas tangan saat berkunjung ke Riau.

Terakhir pasar bawah Pekanbaru ini  dalam pengelolaan pasar wisata hingga kini masih dikelola Pemko Pekanbaru melalui Disperindag Pekanbaru, karena masih mengevaluasi lelang yang dimenangkan PT Ali Akbar Sejahtera (AAS).

Pasar Bawah Pekanbaru yang sebelumnya dikelola PT Dalena Pratama Indah telah berakhir pada 18 Mei 2022 lalu. Kemudian, proses lelang untuk mencari pengelola baru dilakukan kembali dan dimenangkan PT AAS.

Dalam kerjasamanya, PT AAS akan mengelola Pasar Wisata Pasar Bawah Pekanbaru selama 30 tahun kedepan. Sementara untuk nilai penawaran Rp91,4 miliar.

Namun, setelah diumumkannya pemenang tender Pasar Bawah PT AAS, Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun meminta untuk dilakukan evaluasi.

Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun meminta agar proses pelepasan PT Dalena dan penetapan PT AAS sebagai pengelola baru Pasar Bawah Pekanbaru ditinjau ulang. Karena, ada konflik antara pedagang terkait pengelolaan Pasar Bawah.

Ada pihak yang pro terhadap pedagang, dan ada memihak kepada pihak ketiga terkait regulasi yang dijalankan.

Akan tetapi, proses evaluasi yang dilakukan Pemko Pekanbaru hingga kini belum juga selesai. Bahkan, belum bisa dipastikan apakah pengelolaan Pasar Bawah diserahkan ke pemenang tender atau akan melakukan lelang ulang.

Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, pihaknya masih melakukan pembahasan terkait pengelolaan Pasar Bawah tersebut.

Ia pun belum bisa memastikan sikap Pemko Pekanbaru terkait pengelolaan Pasar Bawah. Dan menyebut, masalah Pasar Bawah itu perlu pembahasan yang mendalam.

"Belum (diputuskan, red) lagi, masih dalam pembahasan. Butuh pembahasan yang medalam," kata Ingot, Jumat (11/11) kemarin.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru meminta pemko untuk segera memperjelas nasib pengelolaan Pasar Wisata Pasar Bawah.

Di mana pemko sudah melakukan lelang terbuka dan PT Ali Akbar Sejahtera (AAS) terpilih sebagai pemenang tender.

Namun hingga kini, pemko belum mengeluarkan surat keputusan (SK) pengelolaan Pasar Bawah kepada perusahaan pemenang tender dengan alasan akan melakukan pengkajian terhadap proses lelang Pasar Bawah tersebut.

"Kalau saya melihatnya dalam kondisi besarnya harapan pedagang kepada pengelola yang baru ini, pemko harus memikirkan nasib pedagang. Bukan larut dalam persoalan lain di luar itu," kata Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Dapot Sinaga.

Menurutnya , pemko seharusnya memikirkan nasib pedagang di Pasar Bawah. Politisi PDI Perjuangan ini mendesak agar Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun segera mengeluarkan SK pengoperasionalan Pasar Bawah yang menjadi ikon Kota Bertuah tersebut kepada pemenang lelang yang sudah didapat.

Tetapi Dapot kembali menyebutkan hasil tender yang dilaksanakan pemko itu resmi dan sesuai aturan yang ada. Di mana, sudah mendapatkan pemenangnya yakni PT AAS.

"Jika menurut aturan lelang, perusahaan pemenang ini lah nanti yang akan mengelola Pasar Wisata Pasar Bawah selama 30 tahun ke depan dengan sistem kerja sama dengan Pemko Pekanbaru," sebutnya.

"Jadi kami minta pemko melalui Pj Wali Kota untuk menyerahkan segera SK pengelolaan kepada pemenangnya. Apa lagi yang ditunggu pemko ini? Kan sudah ada pemenangnya. Kami minta jangan main-main, dan jangan mau dipermainkan," ujar Dapot.

Sejak diputuskan PT AAS menjadi pemenang sebagai tender pengelola Pasar Bawah pada 7 Juni 2022 lalu, sampai sekarang secara administrasi masih menunggu SK dari pemko. Saat ini Pasar Bawah berada di pengelolaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Pekanbaru.

Untuk memperjelas dan mencari inti persoalan ini, Dapot katakan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pemenang tender PT AAS dan DPP Pekanbaru. Termasuk membahas masalah pendapatan asli daerah (PAD) yang akan diperoleh dari Pasar Bawah.

"Yang pasti, kami akan terus monitor pengelolaan Pasar Bawah ini. Kami inginkan berjalan sesuai aturan dan kota dapat PAD," katanya.

Sementara itu, Sekko Pekanbaru HM Jamil mengatakan, bahwa saat ini Pj Wali Kota Pekanbaru meminta pembentukan tim untuk mengkaji proses lelang pengelolaan Pasar Bawah.

Ia menyebutkan, hingga kini pengelolaan Pasar Bawah masih dalam kewenangan DPP Pekanbaru. "Proses pengkajian proses lelang diperkirakan berlangsung dua pekan," katanya. (rp.sdp/*)

Tags : Pasar Bawah Pekanbaru, Pasar Tertua di Antara Sungai Siak dan Pelabuhan, Pengelolaannya Pasar Bawah Dievaluasi,