PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Kerajaan Negeri Melaka, Malaysia, guna membahas berbagai peluang kerja sama strategis lintas negara.
"Pemprov Riau kerja sama strategis dengan Malaka."
"Kajian komprehensif telah dilaksanakan secara maraton selama 18 bulan, terhitung sejak 4 Desember 2024 hingga berakhir pada 3 Juni 2026 lalu," jelas perwakilan delegasi Kerajaan Negeri Melaka di hadapan jajaran Pemprov Riau dalam pertemuan penting yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Job Kurniawan, di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Jumat (17/7).
"Hasil akhir dari kajian ini dinyatakan telah selesai sepenuhnya dan mendapatkan respons yang sangat positif dari berbagai pihak."
Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak secara intensif memetakan potensi kolaborasi di berbagai sektor vital demi kemajuan ekonomi bersama.
Beberapa agenda utama yang dibahas mencakup penguatan sektor perdagangan dan kepelabuhanan, akselerasi pariwisata melalui pembukaan jalur udara dan laut antara Melaka dan Riau, kerja sama di bidang pendidikan, hingga beberapa bidang strategis lainnya.
Salah satu poin paling krusial yang mendominasi jalannya pertemuan adalah rencana optimalisasi konektivitas maritim melalui kapal penyeberangan Roll-on/Roll-off (RoRo) yang menghubungkan Melaka dan Dumai.
Infrastruktur pelayaran ini dinilai menjadi kunci utama dalam memangkas biaya logistik perdagangan, meningkatkan arus barang, sekaligus melipatgandakan kunjungan wisatawan ke kedua wilayah.
Selain jalur laut, delegasi Kerajaan Negeri Melaka juga memaparkan progres rencana megaproyek jembatan penyeberangan Selat Malaka.
Perwakilan dari Melaka menyampaikan bahwa pihaknya telah sukses merampungkan kajian pra-kelayakan (pre-feasibility study) untuk proyek pembangunan jembatan raksasa yang dirancang menghubungkan Telok Gong di Melaka, Malaysia, langsung dengan Kota Dumai di Sumatra, Indonesia.
Proyek ambisius ini sebenarnya bukan hal baru bagi kedua wilayah bertetangga dekat tersebut.
Upaya pengembangan pelabuhan serta operasionalisasi jalur penyeberangan RoRo Melaka-Dumai tercatat sudah menjadi pembahasan diplomatik dan ekonomi regional selama lebih dari 15 tahun, namun hingga kini terus dimatangkan agar dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.
Merespons paparan tersebut, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Riau, Job Kurniawan, menyambut baik inisiatif besar dari Pemerintah Malaysia itu.
Ia mengingatkan bahwa realisasi pembangunan jembatan fisik lintas negara ini membutuhkan koordinasi tingkat tinggi dan keputusan mutlak dari Pemerintah Pusat Republik Indonesia, khususnya Kementerian Perhubungan.
"Saya rasa gagasan besar ini bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan, meskipun tentu membutuhkan waktu dalam prosesnya. Ke depan, kami di Pemerintah Provinsi Riau akan terus mengikuti perkembangan pelabuhan RoRo di Melaka dan segera membicarakannya kembali bersama Menteri Perhubungan RI," pungkas Job Kurniawan optimis sekaligus menutup pertemuan tersebut. (*)
Tags : Pemprov dan Malaka, kerja sama strategis, Pemprov dan Malaka bahas konektivitas RoRo Dumai, Pemprov dan Malaka Bahas jembatan Selat Malaka,