News   2026/08/28 9:25 WIB

Pemprov Sediakan Rumah Oksigen dan Layanan Darurat Gratis untuk Terpapar Kabut Asap

Pemprov Sediakan Rumah Oksigen dan Layanan Darurat Gratis untuk Terpapar Kabut Asap

PEKANBARUAncaman kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali membayangi wilayah Riau.

Diskes Riau langsung mengambil langkah mitigasi dengan menjamin pengobatan gratis dan menyiagakan fasilitas darurat berupa Posko Kesehatan serta Rumah Oksigen.

Kadiskes Riau, Zulkifli menegaskan, seluruh persiapan infrastruktur medis darurat telah selesai dilakukan di lingkungan Diskes Riau.

Langkah cepat ini diambil agar pemerintah tidak kecolongan jika sewaktu-waktu kondisi udara memburuk dan masyarakat membutuhkan pertolongan pernapasan segera.

"Untuk mengaktifkannya kita masih melihat situasi. Yang jelas, kita sudah mempersiapkan," ungkap Zulkifli, Kamis (27/8/2026).

Fasilitas Rumah Oksigen ini dirancang khusus bagi warga yang mengalami sesak napas akut.

Tidak hanya menyediakan tabung oksigen, posko ini juga dibekali dengan tenaga medis profesional, ketersediaan obat-obatan yang memadai, hingga armada ambulans yang siaga untuk evakuasi darurat.

Di tengah krisis kabut asap, kekhawatiran masyarakat akan biaya pengobatan kerap menjadi kendala.

Namun, Zulkifli memastikan, warga Riau yang terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau keluhan kesehatan lainnya akibat asap tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun.

Pemerintah Provinsi Riau telah menerapkan program Universal Health Coverage (UHC) yang menjamin seluruh warga mendapatkan akses layanan medis secara gratis.

Ia juga telah menginstruksikan seluruh rumah sakit, Puskesmas, hingga klinik di tingkat daerah untuk bersiaga penuh.

"Masyarakat tidak perlu ragu untuk mengecek kesehatannya di tempat pelayanan kesehatan terdekat. Masyarakat tidak perlu membayar karena kita sudah menerapkan UHC," tegasnya.

Lebih jauh, Diskes Riau memberikan peringatan khusus kepada tiga kelompok rentan yang paling berisiko fatal jika terpapar asap Karhutla, yakni penderita asma, ibu hamil, dan bayi.

Para orang tua diimbau untuk tidak membawa bayi keluar ruangan jika tidak ada keperluan mendesak.

"Bagi masyarakat yang rentan terhadap gangguan kesehatan, seperti penderita asma atau memiliki riwayat gangguan pernapasan, termasuk ibu hamil, kami imbau saat keluar rumah wajib menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan," tandasnya. (*)

Tags : rumah oksigen, layanan darurat, kesehatan gratis, medis darurat, pemprov sediakan rumah oksigen, News,