Headline News   2026/06/05 20:52 WIB

Pengelola Hypermart Akui Dampak Kopdes Merah Putih Terhadap Kelangsungan Usahanya

Pengelola Hypermart Akui Dampak Kopdes Merah Putih Terhadap Kelangsungan Usahanya

JAKARTA – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola jaringan ritel Hypermart, membuka suara mengenai dampak peluncuran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terhadap kelangsungan usahanya.

Dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/6) MPPA memandang KDMP sebagai upaya Pemerintah untuk memperkuat akses masyarakat terhadap produk kebutuhan sehari-hari di pedesaan, kelurahan, dan wilayah rural.

Namun, KDMP dinilai belum mengubah peta kompetisi ritel modern secara signifikan, karena MPPA memiliki format layanan seperti supermarket dan hypermarket, serta ekosistem ritel pendukung yang menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda bagi konsumen.

Namun, manajemen mengaku akan terus memantau perkembangan rencana pengembangan KDMP.

“Khususnya apabila di kemudian hari terdapat perluasan fungsi, skala operasional, maupun pola distribusi KDMP yang bersinggungan dengan segmen pasar Perseroan,” jelas Mirtha Sukanto, Corporate Secretary MPPA.

Hingga kini, Perseroan juga meyakini tidak ada dampak pendirian KDMP terhadap rantai pasok MPPA, yang notabene memiliki jaringan rantai pasok yang terintegrasi.

“Oleh karena itu, Perseroan menilai bahwa keberadaan KDMP belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan barang, harga pembelian, maupun kelancaran distribusi barang ke gerai Perseroan,” lanjut Mirtha.

Sampai saat ini, Perseroan mengungkap tidak terdapat penutupan toko Perseroan akibat pendirian atau peluncuran KDMP.

“Apabila di kemudian hari keberadaan KDMP berdampak terhadap operasional gerai Perseroan di area pedesaan/kelurahan, Perseroan akan menjaga pangsa pasar melalui penguatan diferensiasi layanan, kelengkapan produk, kualitas produk fresh, kenyamanan berbelanja, harga yang kompetitif, serta keandalan rantai pasok,” ujar Mirtha.

Penyesuaian portofolio gerai juga tetap akan dilakukan berdasarkan evaluasi rutin yang mempertimbangkan kinerja gerai, potensi pasar, struktur biaya, masa sewa, kondisi lokasi, serta strategi optimalisasi jaringan usaha Perseroan.

Sebagai catatan, MPPA diketahui tengah dalam proses ekspansi jaringan ritel dengan mengakuisisi 6 bidang lahan di Pulau Jawa dari pihak afiliasi, dengan nilai mencapai Rp780 miliar.

Tiga bidang lahan di Surabaya, Gresik, dan Bogor yang sudah dibeli MPPA akan digunakan untuk lokasi ekspansi jaringan ritel Perseroan.

“Termasuk namun tidak terbatas pada format bisnis Perseroan seperti Hypermart, Hyfresh, Foodmart Fresh dan Foodmart Primo, Boston, dan FMX,” imbuh manajemen April lalu.

Menurut data IDNFinancials, dana untuk akuisisi lahan dan ekspansi jaringan tersebut akan diambil dari hasil rights issue 24 miliar lembar saham senilai total Rp1,2 triliun.

MPPA juga memandang bahwa pendirian KDMP belum berdampak material pada kelanjutan ekspansi jaringan MPPA dalam jangka menengah, meski manajemen mengaku akan terus memonitor perkembangan kompetisi berbasis koperasi di regional.

“Dengan demikian, kehadiran KDMP akan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pemetaan pasar, namun tidak mengubah secara material arah ekspansi jangka menengah Perseroan pada saat ini,” ungkap Mirtha lebih lanjut. (*)

Tags : hypermart, pengelola jaringan ritel hypermart, pengelola hypermart akui dampak kopdes merah putih, kelangsungan usaha pengelola hypermart, News,