KURBAN ONLINE, menjadi tren saat Idul Adha ikut dibayangi meningkatnya penipuan. Tren kurban online saat Idul Adha ikut dibayangi meningkatnya penipuan digital.
Pelaku memanfaatkan tingginya transaksi masyarakat dengan berbagai modus, mulai dari tautan palsu hingga pencurian data pribadi.
Perusahaan identitas digital VIDA menyebut modus penipuan kini makin canggih karena dilakukan secara berlapis.
Pelaku tidak hanya memakai phishing, tetapi juga memanfaatkan deepfake, rekayasa sosial, hingga pengambilalihan akun pengguna.
Founder dan Group CEO VIDA Niki Luhur mengatakan, masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum melakukan transaksi kurban secara daring, terutama saat menerima tautan atau penawaran mencurigakan.
“Penting untuk lebih cermat memeriksa setiap transaksi dan tidak terburu-buru mengklik tautan yang mencurigakan,” kata Niki, Rabu (27/5/2026).
VIDA mengingatkan masyarakat hanya bertransaksi melalui lembaga kurban resmi dan tidak mudah tergiur harga murah yang tidak wajar.
Masyarakat juga diminta tidak membagikan kode OTP maupun data pribadi kepada pihak lain.
Berdasarkan Whitepaper VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook, serangan penipuan digital kini makin terorganisasi dan terus berkembang mengikuti kebiasaan transaksi masyarakat.
Ancaman penipuan disebut tidak hanya menyasar konsumen, tetapi juga penyedia layanan kurban online. Karena itu, pelaku usaha diminta lebih teliti memverifikasi pembayaran sebelum transaksi diproses.
Tags : hewan kurban, idul adha, haji, haji 2026, jamaah haji, idul adha 2026,