News Daerah   2026/08/18 10:58 WIB

Peringatan Kemerdekaan Datang, Pasar Dadakan pun Tergelar di Persimpangan Bukittinggi

Peringatan Kemerdekaan Datang, Pasar Dadakan pun Tergelar di Persimpangan Bukittinggi

BUKIT TINGGI - Peringatan Kemerdekaan HUT RI ke-81 datang, pasar di persimpangan Bukittinggi, Payakumbuh ini tiba-tiba ramai.

Pasar dadakan digelar, berbeda dengan pasar harian di daratan lainnya, warga di Bukit Tinggi ini menjalankan sistem pasar dadakan yang aktivitas perdagangannya bergantung pada jadwal mingguan.

Pasar ini tidak beroperasi setiap hari, mengingat jadwalnya yang bersandar di wilayah tersebut tidak menentu.

Suasana Pasar Payakumbuh hari ini terlihat ramai. Aktivitas masyarakat meningkat, ditambah banyaknya perantau yang mulai pulang kampung.

Keramaian ini jadi tanda rindu yang terobati dan momen kebersamaan yang kembali terasa.

Payakumbuh kembali hidup dengan cerita dari setiap langkah yang datang.

Pasar dadakan di persimpangan jalur utama Bukittinggi, Payakumbuh, dan Batusangkar umumnya terjadi karena adanya aktivitas hari pakan (pasar mingguan) atau pasar tumpah di titik-titik persimpangan strategis seperti Simpang Piladang atau Pasar Baso, tetapi bisa menyebabkan kepadatan arus lalu lintas.

Simpang Piladang (Kabupaten Lima Puluh Kota) ini merupakan titik pertemuan dan persimpangan sibuk yang menghubungkan arus kendaraan dari Payakumbuh, Bukittinggi, dan sekitarnya, sering ramai saat hari pasar.

Pasar tradisional mingguan yang posisinya berada tepat di jalur lintas dan sering memicu antrean kendaraan panjang akibat aktivitas jual beli dan angkutan yang berhenti di badan jalan. 

Persimpangan yang menjadi akses penghubung segitiga antara Batusangkar, Bukittinggi, dan Payakumbuh, kerap padat saat liburan atau hari pasar lokal.

Pengendara harus selalu waspada kemacetankurangi kecepatan saat mendekati area persimpangan atau pasar tumpah karena aktivitas pejalan kaki yang menyeberang jalan raya.

Bila perlu gunakan jalur alternatif, jika ingin menghindari kemacetan di titik pasar tradisional utama, Anda bisa memantau jalur tikus atau jalan alternatif lokal di sekitar nagari setempat.

Pedagang bernama Jefri (40) membuktikan bahwa peluang ekonomi lahir dari kepandaian warga sekitar membaca situasi.

"Apalagi ada moment seperti ini (HUT RI ke81) bisa jualan di sini. Pasar dibuka dari pukul 5.00 Wib pagi hingga pukul 4.00 Wib sore, lebih bagus penjualanannya," ujar Jefri, pedagang kelapa bulat, Senin (17/8).

Para pedagang di persimpangan Bukittinggi ini memantau jadwal waktu operasional dengan saksama untuk menentukan jam mulai berjualan, mulai dari pagi, siang, hingga sore hari.

"Tahu jamnya saja. Tetapi penjualanan hari ini sedikit turun karena ada acara hut kemerdekaan RI," kata Wati, pedagang telur lainnya.

Barang dagangan Wati yang ditawarkan Suci merupakan kebutuhan dasar bagi warga sekitar, Harganya pun terjangkau.

Ia sudah tiga tahun menekuni usaha tersebut ,omzet yang diraih sangat fantastis.

Tetapi potensi perputaran uang [para pedagang lokal] disini bisa mencapai angka yang sangat signifikan bagi ekonomi rumah tangga. Aktivitas ekonomi ini menjadi tumpuan hampir seluruh warga kampung.

Menariknya, pihak pengelola tidak memungut biaya sewa lapak bagi warga yang ingin berjualan.

"Semuanya orang kampung di sini jualan di sini. Enggak dikenakan biaya, gratis," pungkas Wati. (rp.den/*)

Tags : pedagang dadakan, pedagang persimpangan bukittinggi, payakumbuh, sumatera barat, peringatan kemerdekaan, merah putih di persimpangan bukit tinggi, hut ke 81 ri, hut ri ke 81, bukittinggi menyala, News Daerah,