Nasional   2026/04/30 10:38 WIB

Presiden RI Lakukan Pergantian Kabinet di Istana Negara

Presiden RI Lakukan Pergantian Kabinet di Istana Negara
Presiden RI, Prabowo Subianto

JAKARTA -- Presiden RI dilaporkan melakukan pergantian kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin 27 April 2026 sore WIB.

Sejumlah jabatan bakal berganti.

Di antara yang diganti adalah Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, dan Kepala Badan Komunikasi (Kabakom) RI Muhammad Qodari.

Kemudian, Hasan Nasbi dilaporkan menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kepala Badan Karantina (Kabarantin) Abdul Kadir Karding.

Pergantian itu menjadi langkah bagi Presiden RI untuk mengefektifkan kinerja pemerintahannya. Mereka yang bakal dilantik sudah tiba di Istana.

Ditanya kabar pergeseran posisi, Qodari menjawab singkat. "Itu hak prerogratif Presiden," kata Qodari.

Yang mengejutkan adalah posisi Angga Raka Prabowo yang terpental dari Kabakom RI.

Padahal, ia selama ini, dikenal dekat dengan Presiden RI. Adapun jadwal pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin sekitar pukul 15.00 WIB.

Salah satu menteri yang dilantik adalah Mohammad Jumhur Hidayat jadi Menteri Lingkungan Hidup. Jumhur datang ke Istana dikawal Syahganda Nainggolan dan Rocky Gerung.

Senyumnya merekah. Itulah Mohammad Jumhur Hidayat ketika baru keluar dari mobil yang mengantarnya di parkiran Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 13.52 WIB.

Didampingi istri dan anaknya, Jumhur tidak sendiri.

Dia datang 'dikawal' dua sahabatnya. Dua orang yang selama ini, vokal terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Adalah aktivis Syahganda Nainggolan dan Rocky Gerung yang berada di sampingnya.

Ketika Syahganda berdiri di sisi kanan Jumhur, Rocky malah asyik berjalan sendiri. Dia terlihat sibuk menelepon dan terus berjalan ke arah awak media.

Kemudian, Jumhur berjalan ke arah pintu Istana Negara hingga dicegat puluhan awak media yang menantinya.

Di situlah untuk pertama kali, mantan kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) ini menjelaskan alasannya datang ke Istana, menjelang pelantikan sebagai menteri.

Di momen itu pula, Jumhur dikawal Syahganda dan Rocky. Ketiga orang ini, selama periode Jokowi berkuasa (2014-2024) dikenal aktif sebagai pengkritik utama.

Bahkan, Jumhur dan Syahganda harus menjadi penghuni sel tahanan akibat tuduhan penyebaran berita bohong Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Keduanya divonis hakim selama 10 bulan pada 2021.

Pada 2023, Jumhur masuk gelanggang politik menyambut kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ketua umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini terpilih menjadi co-captain Amin.

Pasangan Amin adalah akronim (Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar). Pasangan Amin akhirnya kalah melawan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Prabowo yang menjadi presiden ke-8 RI sejak 20 Oktober 2024, pun melantik Jumhur di Istana Negara, Jakarta Pusat pada 27 April 2026.

Dia pun mengucapkan sumpah mengikuti RI 1.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara," kata Jumhur menirukan ucapan Presiden saat pembacaan sumpah jabatan dalam pelantikan pejabat.

Usai pelantikan, Prabowo sempat berbincang sebentar dengan Jumhur yang berdiri diapit Syahganda dan Rocky. Tidak berhenti sampai di situ, Sekretaris Kabinet juga malah terlihat akrab dengan ketiganya.

Bahkan mereka bercanda dan saling melontarkan senyum dengan gestur tangan menujukkan seperti kawan lama baru bertemu kembali.

Usai menjalani prosesi pelantikan, Jumhur menyampaikan, terdapat sejumlah agenda yang siap untuk segera dijalankan.

"Pasti banyak hal yang harus dilakukan yang di depan mata kita. Misalnya sampah, kita juga secara bertahap berarti akan mengikuti global standar, berbagai perjanjian internasional yang akan kita kerjakan itu," ujarnya di Istana Negara kepada awak media.

Dia pun menyatakan optimismenya dalam mengemban tugas sebagai menteri Lingkungan Hidup.

Apalagi, menurut Jumhur, Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat terhadap isu lingkungan hidup.

"Mudah-mudahan dengan dukungan Bapak Presiden yang punya komitmen begitu kuat dalam lingkungan hidup ini, maka saya yakin dan aparat di Kementerian Lingkungan Hidup akan bisa melaksanakan dengan baik," katanya.

Selain agenda teknis dan regulasi, ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

Jumhur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkampanye demi menjadikan kesadaran lingkungan sebagai bagian dari keseharian hidup.

"Doakan dan bantu saya berkampanye untuk memastikan lingkungan hidup mulai di habit di hati kita, habit of our heart tentang lingkungan hidup. Kalau itu terjadi insya Allah dampaknya akan makin baik ke depan," tutur Jumhur.

Sebelum itu, Jumhur menegaskan, ia akan tetap memimpin langsung konvoi puluhan ribu buruh dengan mengendarai sepeda motor dalam peringatan May Day di Monas, Jakarta Pusat pada 1 Mei 2026.

Bahkan, ia bersama puluhan ribu buruh akan bersama-sama menuju lokasi Peringatan Hari Buruh yang rencananya dihadiri Presiden.

"Saya sendiri rencana, kan itu hari libur ya, kalaupun saya benar dilantik ini, hari libur saya akan naik motor memimpin yang dari Jakarta, sekitar 40.000 naik motor," kata Jumhur di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Meski dilantik menjadi menteri, ia menegaskan, komitmennya untuk tetap turun ke jalan.

Jumhur menjelaskan aksi damai tersebut sekaligus menjadi sarana untuk merayakan sejumlah kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kaum pekerja.

Menurut Jumhur, aspirasi para buruh kini mulai diakomodasi secara nyata oleh negara.

Salah satu langkah strategis yang sedang disiapkan pemerintah adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK melalui Keputusan Presiden (Keppres).

Selain isu kesejahteraan, ia juga tetap menyuarakan pengetatan aturan tenaga alih daya atau outsourcing.

Jumhur berharap, perbaikan regulasi ketenagakerjaan dapat mewujudkan keadilan bagi seluruh pekerja di Indonesia.

Di sisi lain, sebagai menteri, Jumhur mengaku, telah memetakan sejumlah strategi prioritas untuk dibenahi.

Persoalan penanganan sampah di berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu fokus utama yang harus segera dituntaskan.

"Menteri LH banyak tugas dan harus kita tuntas kerja keras. Yang paling di depan mata ya soal sampah, terus kita harus keep up juga dengan isu-isu atau kesepakatan internasional secara bertahap," ujarnya. (*) 

Tags : jumhur hidayat, jumhur hidayat jadi menteri lingkungan hidup, jumhur hidayat, syahganda nainggolan, rocky gerung, mohammad jumhur hidayat, pelantikan di istana, prabowo lantik menteri, reshuffle kabinet, prabowo reshuffle kabinet,